Thursday, 13 June 2024
above article banner area

HAK DAN KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA

HAK DAN KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA

 

 

Oleh : M Nuria Al-Muttaqinir Rosyidin

 

 

210151601920

 

 

Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang pasti dimiliki oleh manusia diseluruh dunia, baik itu orang dewasa maupun anak-anak. Hak dan kewajiban tidak mengenal siapa, seberapa kaya, sepandai apapun pasti terikat oleh hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban anak sangat penting  karena  anak-anak  adalah  kunci  masa  depan  sebuah  bangsa.  Tanpa  mereka,  sebuah bangsa akan terancam hilang atau punah dikemudian hari dikarenakan tidak ada satupun yang melestarikan dan menjaga peradaban sebuah bangsa.

 

Memiliki anak yang sholeh dan sholehah adalah impian semua pasangan suami dan istri. Oleh karena itu, betapa gembiranya mereka jika Allah Swt. benar-benar memberikan karuniaNya dalam wujud seorang anak. Setiap orang tua memiliki hak dan kewajiban terhadap anak-anak. Begitu pula anak-anak, mereka juga memiliki hak dan kewajiban terhadap orang tua.

 

Berikut adalah hak dan kewajiban seorang anak terhadap orang tua :

 

 

  1. Kewajiban

 

Di dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii karya Mustafa al-Khan, Mustafa al-Bagha dan Ali al-Syarbiji diterangkan bahwa ada dua kewajiban anak terhadap orangtua, menurut agama Islam. Pertama, taat dan berbuat baik kepada orangtua dalam hal apa saja kecuali kemaksiatan. Kedua, memberikan nafkah kepada orangtua, jika mereka dalam keadaan fakir atau miskin, sedangkan anak dalam keadaan mampu.

  1. a. Taat dan patuh

 

Hal ini sesuai di dalam QS. Al-Isra` Ayat 23 Bahwasanya Allah memerintahkan umat-Nya untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak. Dalam surat tersebut juga menyebutkan larangan anak membentak kedua orang tua. Dalam QS. Al-Luqman Ayat 14 juga dijelaskan bahwa seorang anak wajib berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya, terutama ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya  hingga  berusia  dua  tahun.  Hal  tersebut  merupakan  salah  satu

 

penyebab kedudukan ibu lebih tinggi dibandingkan ayah bahkan hingga tiga tingkat.   Anak diharuskan mematuhi perintah orang tua selama bukan perintah untuk melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Taat dan berbakti kepada orang tua artinya melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat keduanya senang, bukan hanya sekadar menghormatinya saja. Meskipun mereka berdua bukan muslim, seorang anak tetap harus dan wajib untuk berbakti kepada orang tua semasa hidupnya.

  1. Berbicara dengan santun dan lembut

 

Selain kewajiban berbicara santun dan lembut ini juga merupakan hal yang harus dilakukan anak terhadap orang tua. Seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW. Janganlah kita sebagai anak berbicara tidak santun terhadap orang tua atau bahkan berani membentak orang tua na`udzubillaahimindzaalik. Dizaman sekarang banyak anak muda menggunakan kata-kata yang kurang baik ketika chat-an dengan orang tua. Hal tersebut perlu dilatiih dengan membiasakan berbicara yang lembut dan santun, dan menggunakan tata krama atau budi pekerti yang baik.

  1. c. Mendoakan kedua orang tua

 

Kewajiban anak lainnya yaitu harus berdoa untuk kebaikan kedua orang tuanya, baik di dunia maupun akhirat. Meskipun orang tua mereka sudah meninggal, kita sebagai anak wajib selalu mendoakannya dijauhkan dari siksa kubur dan ditempatkan di sisi yang terbaik menurut Allah SWT.

  1. Menjaga nama baik

 

Menjaga nama baik orang tua harus dilakukan oleh setiap anak. Hal itu dapat ditunjukkan dengan perilaku yang terpuji, tidak membicarakan keburukan dan aib orang tua di khalayak umum.

  1. e. Merawat orang tua

 

Seiring bertambahnya usia, ayah dan ibu kita akan semakin tua dan renta serta mudah sakit-sakitan. Sebagai seorang anak kita diwajibkan untuk merawat mereka yang telah kesulitan atau tidak mampu lagi merawat diri mereka sendiri.

 

  1. Hak

 

 

Islam  memandang  bahwa  anak  memiliki  kedudukan  atau  fungsi  yang  sangat

 

 

penting,  baik  bagi  dirinya  sendiri,  orang tuanya,  masyarakat,  maupun  bangsa  secara keseluruhan.  Islam  juga  mengajarkan  bahwa  anak  bukanlah  milik  orang  tuanya, melainkan “titipan” dari Allah SWT. Orang tua diberikan amanah untuk merawat, mendidik, dan mengasuhnya agar akhlak anak mereka sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kelak di akhirat, kedua orang tua akan diminta pertanggungjawaban dalam hal mengasuh anak. Berikut  hak-hak anak menurut Islam :

  1. a. Nasab atau keturunan (identitas diri)

 

Setiap anak berhak memperoleh pengakuan dalam silsilah keturunan (nasab). Hal ini akan menciptakan pengakuan yang jelas dari masyarakat, yang akan memperkuat perasaan tenang bagi anak karena ia benar-benar berasal dari keturunan Ayaha dan Ibunya. Hal ini sesuai dengan surat al-Ahzab ayat 5 yang bermakna: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara- saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  1. Radha` (memperoleh penyusuan)

 

Memberikan ASI merupakan salah satu hak yang harus diterima oleh anak karena ASI adalah nutrisi terbaik bagi anak yang baru lahir hingga usia 2 tahun. Pengaturan tentang hak Si Kecil yang satu ini dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat  233: “Para  ibu  hendaklah  menyusukan  anak-anaknya  selama  dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”.

  1. c. Hidup dan tumbuh kembang

 

Hak anak untuk hidup dan terus berkembang ini dijelaskan dalam surat al- An’am ayat 151 yang bermakna: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak

 

kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”

  1. Diberi nafkah

 

Orang tua wajib memberikan nafkah kepada anak mereka sampai mereka mampu mencari nafkah untuk diri mereka sendiri. Nafkah yang diberikan harus halal dan juga setiap anak berhak atas nafkah baik itu jasad maupun rohani.

  1. e. Bermain

 

Ingatkah dengan cerita saat Rasulullah SAW membiarkan kedua cucunya memanjat punggung beliau saat sujud dalam salat dan beliau memperpanjang sujudnya hingga kedua cucunya tersebut turun dari punggungnya? Beliau tidak tega menyuruh mereka turun karena mereka sedang asyik bermain. Dalam Islam, anak berhak untuk bermain, dan wajib bagi orang tua untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan haknya tersebut.

  1. Mendapat keadilan dan persamaan derajat

 

Dalam surat al-Hujurat ayat 13 berikut bermakna: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan; dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesunggguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah  Maha  Mengetahui  lagi  Maha  Mengenal.”  Islam  memandang  semua manusia, baik itu pria dan wanita, memiliki derajat yang sama di sisi Allah SWT termasuk pula anak-anak.

  1. g. Mendapat perlindungan dari api neraka

 

Allah SWT secara tegas mengingatkan kepada para orang tua untuk terus melindungi dan menjaga diri dan keluarganya, termasuk anak-anaknya, dari siksa api neraka di dalam surat at-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.”

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *