Thursday, 13 June 2024
above article banner area

KETERIKATAN MANUSIA DENGAN AKHLAK DAN AGAMA

KETERIKATAN MANUSIA DENGAN AKHLAK DAN AGAMA

 

 

 

 

Anandito Naufalino

210523617211

 

 

 

Pembahasan

 

 

 

  1. 1. Manusia

 

 

 

Manusia merupakan salah satu dari makhluk ciptaan Allah.SWT. dan memiliki tugas untuk mengatur segala hal yang ada di dunia dengan bantuan pedoman dan bimbingan Allah.SWT. lewat para utusannya di dunia. Dan manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Allah.SWT. yang memiliki akal dan hawa nafsu.

 

Kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan juga makhluk sosial. Kodrat individu berkaitan dengan sifat,karakter,bakat,dll yang dimiliki seseorang. Kodrat sosial adalah kodrat yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalin hubungan dengan sesama manusia dan juga kepada tuhannya.Kodrat inilah yang merupakan dasar dan apabila disatukan dengan baik maka kedua kodrat ini akan membentuk akhlak yang baik.

 

Bukti nyata akhlak yang baik dari hasil penggabungan antara kodrat sosial dan individu adalah ketika seseorang memiliki kemampuan bakat yang lebih,dimana ini termasuk kodrat individu,lalu ia bersedia mengajarkan bakat yang ia punya dan membantu orang-orang disekitarnya agar bisa melakukan apa yang dia ajarkan sehingga ilmu yang diberikan bermanfaat untuk orang sekitarnya sehingga ia bisa dikatakan memiliki akhlak yang mulia.

 

 

 

  1. 2. Akhlak

 

 

 

Asal kata akhlak merupakan kata “Khuluk” memiliki makna tingkah laku.Apabila kita artikan,akhlak seseorang merupakan tingkah laku yang dimiliki seseorang dan tingkah laku itu akan mencerminkan bagaimana sifat orang itu sesungguhnya. Sifat inilah yang akan berkaitan langsung terhadap penggolongan seseorang apakah ia memiliki akhlak yang baik atau apakah ia memiliki akhlak yang buruk.

 

Menurut Imam Ghazali,akhlak akan memunculkan suatu perilaku atau perbuatan yang secara otomatis dilakukan oleh seseorang tanpa perlu pemikiran yang panjang.Perkataan Imam Ghazali ini juga menjelaskan alasan dibalik pertanyaan

“Mengapa orang jahat bisa tega melakukan kejahatan sekeji itu tanpa melihat

 

konsekuensi yang akan dihadapinya?” dan juga pertanyaan “Mengapa orang yang dermawan tidak pernah merasakan kerugian akan hartanya,padahal ia telah membagikan sebagian atau banyak hartanya untuk disedekahkan kepada yang membutuhkan?”. Semua ini adalah hasil dari akhlak yang baik dan juga yang buruk sehingga seseorang dapat melakukan suatu perbuatan tanpa membutuhkan pemikiran yang panjang. Apabila seseorang memiliki akhlak yang baik,maka ia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan perbuatan baik,begitu pula dengan seseorang memiliki akhlak yang buruk,maka ia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan perbuatan buruk,maka dari itu hubungan manusia,kodrat manusia,dan juga akhlak sangatlah penting dan saling berkaitan satu sama lain.

 

 

 

  1. 3. Manusia yang berakhlak mulia

 

 

 

Manusia yang memiliki akhlak mulia dalam istilah islam maka ia disebut dengan orang yang memiliki akhlak mahmudah. Akhlak mahmudah merupakan akhlak yang terpuji dan disukai oleh Allah.SWT. Seseorang yang memiliki akhlak mahmudah sudah pastinya akan merasa dekat dengan Allah.SWT. dan juga Allah akan memberikan rahmatnya kepada orang memiliki akhlak mahmudah dan juga menerapkannya secara konsisten di kehidupan sehari- harinya.

 

Contoh Akhlak Mahmudah bisa direalisasikan dalam beberapa bentuk,yaitu :

 

3.1       Jujur

 

 

 

Salah satu bentuk akhlak mahmudah merupakan kejujuran.Kejujuran merupakan perkataan ataupun hal yang penyampaiannya dilakukan apa adanya tanpa melebih-lebihkan subjektivitas ataupun mengurangi fakta-fakta aktual yang ada. Seseorang yang memiliki sifat kejujuran akan selalu dipercaya orang-orang disekitarnya.

 

Seseorang yang selalu jujur juga membuktikan bahwa ia bukan merupakan orang munafik karena apabila ia berkata,ia tidak berdusta. Rasulullah.SAW. selalu mengingatkan umatnya agar selalu bersikap jujur,baik pada diri sendiri,maupun kepada orang lain,karena kejujuran mahal harganya dan tidak semua orang mampu jujur setiap saat ia bertindak.

 

 

 

3.2       Dermawan

 

 

 

Bentuk akhlak mahmudah lainnya juga merupakan sikap dermawan. Dan menurut Kamus

Besar Bahasa Indonesia kata dermawan memiliki arti orang yang bermurah hati,suka beramal. Didapatkan bahwa definisi dermawan bisa diaplikasikan dalam bentuk amal,sikap,maupun tindakan nyata seseorang yang bersedia bermurah hati mengorbankan atau membagi harta,waktu,ilmu,serta hal bermanfaat lain untuk orang lain.

 

Sikap dermawan haruslah didasari atas kemauan diri sendiri dan diniatkan hanya untuk kepada Allah.SWT. agar perbuatan yang dilakukan terhindar dari perbuatan riya.Sikap dermawan juga dapat membersihkan hati manusia dari ketamakan duniawi dan menyadarkan manusia bahwa semua harta,kekuatan,kekuasaan yang dimiliki oleh manusia hanyalah titipan sementara semata.

 

 

 

3.3       Tawakal

 

 

 

Contoh akhlak mahmudah yang lain adalah sikap Tawakal. Tawakal atau Tawakkul memiliki arti berserah atau menyerahkan.Dari definisi tersebut kita dapat menyebutkan bahwa sikap tawakal kepada Allah.SWT. memiliki arti menyerahkan segala hasil akhir dari usaha yang telah dilakukan hanya kepada Allah.SWT. Sikap tawakal berbeda dengan sikap menyerah.

 

Sikap Tawakal meyakini bahwa Allah.SWT. akan memberikan hasil yang terbaik atas usaha yang dilakukan dan tidak memasang ekspetasi yang berlebihan atas hasil yang didapatkan nanti.Seseorang yang bisa bersikap Tawakal dalam setiap urusan dan masalahnya,niscaya hidupnya akan lebih tentram karena meyakini bahwa apapun hasil yang didapatkan nanti,ia yakin bahwa Allah.SWT. memiliki maksud tersendiri dari pilihan yang ditentukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4. Manusia,Akhlak,dan Agama

 

 

 

Hubungan antara manusia dengan akhlak akan sangat mencerminkan bagaimana seseorang menyikapi suatu hal,baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Dalam menjalani semua perintah agama,dibutuhkan iman dan juga akhlak yang baik. Hubungan

yang saling berikatan ini menjadi dasar yang paling utama dalam arti menjadi seseorang yang berakhlak dan beragama.

 

Hal yang bersifat pribadi seperti agama dan kepercayaan bukan hanya sebatas menyelesaikan rukun-rukun ataupun kewajiban yang diperintahkan oleh Allah.SWT. tetapi juga berkaitan dengan kepekaan terhadap lingkungan sekitar serta membagikan ilmu serta mengajarkan akhlak yang baik kepada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itulah Akhlak berada diatas ilmu pengetahuan di mata Allah.SWT. karena orang yang memiliki ilmu tapi tidak memiliki akhlak yang baik,maka ilmu yang ia miliki tidak akan maksimal manfaatnya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

 

Agama menempatkan akhlak diatas ilmu pengetahuan karena akhlak yang baik adalah yang paling utama untuk seorang manusia. Apabila akhlak seseorang baik,maka kehidupan dan perintah agamanya pun mayoritas akan dilaksanakan dengan baik dan niat ikhlas karena Allah.SWT.

 

Apabila seseorang ingin mempunyai bangunan yang besar dan megah,maka ia harus memiliki dasar pondasi yang kuat serta bahan yang kuat. Untuk membuat bangunan yang besar dan megah ini tentunya akan dibutuhkan biaya yang besar serta usaha tenaga yang ekstra dan kesabaran penuh.

 

Analogi ini bisa digunakan untuk mengibaratkan kehidupan beragama seseorang dimana bangunan yang besar dan megah diibaratkan sebagai kehidupan beragama yang ideal,dan yang menjadi pondasi yang harus kuat adalah akhlak dan juga keimanan seseorang. Bahan yang kuat diibaratkan sebagai prinsip kehidupan yang mampu menahan berbagai macam cobaan dari luar serta kesabaran diibaratkan sebagai konsistensi dalam menjalankan perintah- perintah Allah.SWT.

 

Apabila seseorang sudah mencapai fase dimana kehidupan beragamanya sudah seperti bangunan yang besar,kuat,serta megah maka ia akan memiliki akhlak yang mulia,prinsip dan juga keteguhan hati yang tidak akan goyah serta kesabaran dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada di kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

 

 

 

Dalam kehidupan,manusia merupakan makhluk yang diciptakan memiliki kodrat yang tinggi dan juga memiliki tanggung jawab yang besar karena manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah.SWT. yang dikarunia akal dan juga hawa nafsu. Maka dari itu manusia memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan perintah serta tanggung jawab kepada Allah.SWT karena dalam menjalankan perintah agama dibutuhkan akhlak dan kepribadian yang baik dari manusia itu sendiri.

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *