Thursday, 13 June 2024
above article banner area

KEUTAMAAN DAN KESEMPURNAAN DOA DALAM PANDANGAN ISLAM

ARTIKEL

 

KEUTAMAAN DAN KESEMPURNAAN DOA DALAM PANDANGAN ISLAM

 

A

 

Rida Nanda Kirana (210151601626)

 

Program Studi PGSD Jurusan KSDP-Fakultas Ilmu Pendidikan

 

Universitas Negeri Malang

 

Email :  rida.nanda.2101516016@students.um.ac.id

 

 

 

PEMBAHASAN

 

  1. I. Definisi Doa Dalam Islam

 

Dalam perspektif agama islam DOA adalam amalan ibadah yang agung dan sholeh, sebab diartikan manusia sebagai hamba Allah Swt. berkomunikasi dengan rabb-nya dengan cara berdoa. Doa dalam pandangan islam diartikan sebagai sarana komunikasi yang dilakukan manusia sebagai hamba untuk meminta pertolongan, permohonan atau permintaan lainnya dengan menggnakan lafadz yang dikehendaki atau menggunakan ketentuan yang telah ditetapkan dengan cara bersungguh-sungguh dengan ketetapan hati dan kesadaran

untuk memohon kepada Allah Swt. Berdoa merupakan aktivitas berasal dari dalam diri manusia yang bersifat ruhaniah yang mengandung tujuan untuk melantunkan permohonan kepada Allah Swt. Seorang hamba Allah Swt. dapat melantunkan doa kepada allah Swt dengan melalui lisan dan hati dengan menggunakan kalimat atau pernyataan sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an, As-Sunnah maupun keteladanan rasulullah serta para sahabat-Nya dan orang-orang shalih . doa dipanjatkan dan dilantunkan oleh seorang hamba Allah dengan permohonan berlandaskan penuh keyakinan dan ketaatan bahwa doa tersebut akan segera dikabulkan oleh Allah Swt.

Al-Quran sebagai kitab suci agama islam mengartikan doa sebagai ragam yang kompleks, doa dalam al-Quran menunjukkan kerendahan hati dalam diri seorang Hamba untuk menyatakan keperluan dan ketundukkan kepada Allah Swt. Menurut (Abdullah, 1978) pengertian tersebut saling melengkapi yakni doa sebagai sarana antara wujud manusia sebagai hamba dengan sang maha kuasa Allah Swt. untuk memohon kebaikan di dunia dan

 

keselamatan di akhirat dengan kerendahan diri, ketundukan sebagai hamba , mengharapkan ridha, dan ketaatan terhadap Allah Swt. berdasarkan pengertian tersebut dapat kita tarik suatu makna bahwa hakikat berdoa hanya kepada Allah Swt dan tidak boleh kepada selain-

Nya.

 

Adapun ayat-ayat  Al-Quran beserta Hadis dan sahabat rasulullah yang menyatakan perlunya berdoa kepada Allah Swt.

  1. a. (H.R Tirmidzi) menyatakan setiap muslim di muka bumi yang memohonkan sesuatu kepada Allah atau dijauhkan Allah darinya suatu kejahatan selama ia mendoakan yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.’’
  2. b. (H.R Tirmidzi) menyatakan tidak ada yang dapat mengubah takdir, kecuali Doa”

 

  1. c. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi) menyatakan “doa itu ibadah.”

 

  1. (H.R Thabrani) menyatakan orang yang paling lemah ialah orang yang meninggalkan doa”
  2. e. Abu Hafsh Umar dalam kitabnya Al-Lubab menyatakan “doa adalah menyeru

 

kepada Allah dan memohon bantuan serta pertolongan-Nya.”

 

  1. f. Dalam firman Allah tentang (Surah Al-Baqarah ayat:186)

 

ن و دش ري مهلعل يب ا ونم ؤيل و يل ا وبيجتسيلف ن اع د ا ذ إ ع ا دل ا ةوء د بيج أ بي رق ين اق ينء يد ابء كل أـس اذ إ و Artinya : “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang aku, maka (jawablah), bahwa aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

  1. Dalam firman Allah tentang (surah Al-Baqarah ayat: 179)

 

 

}١٧٩{

ن ؤــقـتـت مـــكـلءل ببــل لآ يل و آـي ة وــيح ص صـقل أ ـف مكل و

 

 

Artinya : “dan dalam qisas itu ada jaminan kehidupan bagimu, wahai orang-orang

 

yang berakal agar kamu bertakwa.”

 

  1. h. Dalam firman Allah tentang (Surah An-Naml ayat 62)

 

 

َّوََّّرـ

ذت م ليلـق

لل أ حم هل ء أ

ض ر لاأ ء افلـخ مـكـلهجي و ء وــســل

أفشـكـي و ه اـء دا ذ إ رطضمل أ بيـــجي نم أ

 

 

Artinya : “atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yng menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat allah) yang kamu ingat”

 

  1. II. Keutamaan Doa Dalam Islam

 

  1. a. Doa Adalah Perintah Allah Swt.

 

Manusia diciptakan untuk menjadi hamba yang taat kepada Allah Swt., dalam menjalani kehidupan tentu saja manusia membuthkan pertolongan dan memiliki

permohonan kepada sang kuasa Allah Swt.dengan itu manusia memerlukan berdoa. Apabila manusia merasa hebat dan tidak mersa memliki permohonan ataupun membutuhkan pertolongan dari Allah, maka dapat dikatakan manusia tersebut termasuk sombong. Dan sombong merupakan sifat yang dibenci Allah Swt.

Sebagaimana Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah akan murka terhadapnya” (H.R Tirmidzi). Sebagai Hamba Allah yang taat kita harus berpegang teguh bahwa apa yang menjadi ketentuan Allah, oleh karena itu kita harus ikhlas dan lapang dada. Karena ketetapan Allah bagi setiap hambanya adalah hal yang terbaik dan banyak hikmah didalam ketetapan-Nya.

  1. b. Doa Sebagai Sarana Penghubung bagi Hamba dan Rabb-Nya

 

Doa adalah sarana penghubung antara hamba dengan Rabb-Nya, sebab doa adalah komunikasi yang berasal dari hati untuk memohon kepada Allah Swt. apabila manusia tergolong hamba yang taat maka ia akan meyakini bahwa doa mereka didengar dan dikabulkan oleh Allah, mereka meyakini bahwa Allah menetapkan suatu adalah baik dan penuh keberkahan untuk mereka. Dengan berdoa seorang hamba akan dekat dengan Allah dan Allah pun akan dekat dengan hambanya. Allah Swt berjanji akan mengabulkan seluruh permohonan hambanya, Allah menegaskan hal ini dalam firmannya :

ن و دش ري مهلعل يب ا ونم ؤيل و يل ا وبيجتسيلف ن اع د ا ذ إ ع ا دل ا ةوء د بيج أ بي رق ين اق ينء يد ابء كل أـس اذ إ و Artinya : “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran’’ (Surah Al-Baqarah ayat:186).

  1. c. Doa Bagaikan Senjata Spiritual Bagi Orang Beriman

 

Doa berperan bagai senjata maupun tameng dalam diri seorang muslim. Sebab doa menghasilkan energi bagi seorang hamba yang beriman kepada Allah Swt. doa sebagai tameng untuk melindungi diri kita dari berbagai macam keburukan , terhindar dari bala dan

 

diselamatkan di akhirat, sedangkan doa sebagai senjata untuk melawan keburukan seperti contohnya hawa nafsu yang menyerang diri kita, dengan doa Allah akan memberikan hambanya hidayah utuk melawan rasa nafsu yang mndatangi dirinya. Dengan demikian doa merupakan sumber energi terbesar dalam diri kita baik batin maupun fisik kita.

  1. Doa Sebagai Sarana Ketenangan Diri Hamba Allah

 

Doa adalah ikhtiar mencari ketenangan dengan cara berkomunikasi antara hamba dengan Rabb-Nya. segala keluhan yang diadukan akan haruk-piruk kehidupan di dunia dapat diatasi dengan berdoa. Jadi, hendaknya dalam berdoa seorang hamba harus bisa melepaskan segala hal yang bersifat duniawi untuk menikmati ketenangan, kehidmatan dan kekusyuk’an dalam bermunajat berkomunikasi dengan Rabb-Nya melalui doa.

Saat berdoa pada hakikatnya, hamba akan berkomunikasi langsung dengan Allah Swt. agar dia bisa mengadukan segala hal, dengan itu hatinya menjadi tenang dan Allah pun alkan memberikan hidayah maupun pertolongan bagi setiap hambanya yang memohon kepada-Nya.

  1. e. Doa Sebagai Pintu Dalam Menjalani Kehidupan

 

Berdoa merupakan cara ampuh melewati kehidupan dunia yang penuh liku-liku. Dengan keyakinan dalam hati bahwa Allah akan mengabulkan permohonan kita. Namun segala keputusan dan ketetapan Allah adalah yang terbaik untuk kita. Dengan berdoa bersungguh-sunggu dan berusaha dengan baik seorang hamba akan mudah meraih mimpinya.

Dalam hal ini Bahkan Allah telah berjanji dalam firmanya (Surah Al-Ghafir ayat 60)

 

 

نــي رخ ا د مـنهـخ ن ؤـلخ دـيـس يـت د بــء ن و رـبـكـتسـي نـي ذـل ا ن ا

مـكل بــجـتس ا ين وــء د ا مـكـبر ل اق و

 

 

Artinya : “ dan tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina”

Allah sang pencipta alam maha baik, kita sebagai hamba harus taat dengan segala perintah dan larangan-Nya dengan itu kehidupan kita akan senantiasa diliputi keberkahan tanpa rasa kekhawatiran. Apalagi Allah sudah menjamin bahwa bagi hamba yang berdoa memohonh dengan tulus dan sungguh-sungguh akan dikabulkan hajatnya, dalam hal ini manusia sebagai hamba juga tidak luput dalam kerja keras dan usaha agr doa dapat berjalan sesuai ketetapan Allah sang maha kuasa.

 

III.      Adab-Adab Memanjatkan Doa

 

Adab dalam memanjatkan doa adalah sikap khusus yang kita lakukan saat berdoa, dengan keikhlasan hati yang paling dalam, penuh pengharapan dan percaya sepenuhnya

bahwa doa kita akan Allah Swt sempurnakan dengan ketetapan-Nya. sebagai hamba tugas kita adalah berdoa serta berusaha. Tanpa doa usaha akan sia-sia, dan apabila tanpa usaha doa hanyalah sesuatu yang kamu angani saja. Sebagai Hamba Allah yang taat , tidak bisa berdoa seenaknya saja, ada adab dalam memanjatkan doa seperti berikut :

 

  1. Dalam Keadaan Suci (Berwudhu Terlebih Dahulu)

 

Berdoa merupakan komunikasi secara langsung dengan Allah Swt. dalam hal ini sebagai hamba yang Taat alangkah baiknya berwudhu sebelum berdoa. Untuk menjaga kebersihan diri dan terhindar dari najis, karena kebersihan merupakan sebagaian dari iman.

  1. Menghadap Kiblat Dengan Mengadahkan Tangan

 

Rasulullah selalu mengangkat tanganya saat berdoa, alangkah baiknya berdoa dimulai dengan bacaan Basmallah (bismillahir rahman nirrohim), mengakui dosa dan kesalahan dalam diri, memperbanya istigfar (astagfirullah haladhim), membaca pujian dan tidak lupa bersholawat kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw. (allahuma shhalli ala sayyidina muhammad wa ala alli sayyidina muhammad).

  1. Berdoa Dengan Khusyu, Fokus, Dan Bersungguh-Sungguh

 

Dalam berdoa sebagai hamba yang taat maka harus meyakini bahwa saat kita sedang berdoa Allah sedang mendengarkan doa kita. Allah akan mengabulkan doa kita di waktu yang tepat. Sehingga sebagai seorang mukin dan hamba allah yangtaat kita tidak berkecil hati apabila doa kita belum cepat dikabulkan. Allah maha mengetahui yang terbaik bagi tiap-tiap hambanya.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwasanya ia berkata, rasulullah bersabda: “apabila salah seorang di antara kalian berdoa maka hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam permohonanya kepada Allah dan janganlah ia berkata, ‘ya Allah ,apabila engkau sudi, maka kabulkanlah doaku ini’. Karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa Allah.”

 

  1. Berdoalah Di Waktu Mustajab

 

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda ;

 

Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman. Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kablkan, siapa yang meminta, akan Ku beri, dan siapa yang meminta ampunan pasti ku ampuni (HR. Muslim)”

Ada juga di waktu mustajab lainnya seperti doa setelah sholat fardhu, doa setelah berbuka ouasa, doa diantara adzan dan iqamah, doa saat sholat jumat ketika qotib duduk diantara dua khutbah, doa ketika bulan ramadhan.

  1. Menjauhi Segala Larangan Allah

 

Menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah seperti memakan makanan haram, meminum khamr, mendekati zina, berdusta, membuhu, berkhianat, mencuri, memakan hak orang lain, memakan hak anak yatim, mengambil segala hal yang bukan miliknya atau mencuri, memfitnah , berkata bohong, bersikap riya, mencaci terhadap sesama muslim, memiliki dengki dalam hatinya dan masih banyak yang lainnya. Sebagai hamba llah yang taat ita semua harus menjauhakan hal yang dilarangNya karena hal itulah yang dapat menghalangi doa ataupun hajat kita untuk dikabulkan oleh Allah.

  1. Berdoa Dengan Penuh Rasa Harap

 

Dalam kehidupan manusia sebagai hamba Allah pasti memiliki harapan. Tempat terbaik mengantunggkan harapan hanyalah kepada Allah. Berharaplah dengan sepenuh ahti kepada Allah, yakin bahwa saat berdoa Allah pasti akan memberikan jalan dan ketetapanyang sangat baik bagi kehidupan hambanya.  Rasa harap bagi seorang hamba yang terutama adalah diterimanya amalkebaikan, harapan bertemu Allah dan Rasulullah di syurga, diampuni dosa, dijauhkan dari api neraka, diberi ketenangan dalam menjalani kehidupan baik di dunia maupun akhirat. Rasa haraplah yang akan terus mendorong hamba Allah untuk termotivasi selalu mengerjakan kebaikan dalam kehidupan. Dengan rasa harap yang tertanam dalam doa juga akan memberikan mental yang baik bagi hamba Allah dalam menjalani kehidupan di dunia namun tidak berpaling dari akhirat.

Allah Swt berfirman dalam (Surat Al-A’raf ayat 56) :

 

نيسحمل ا نم بي رق الله تـمـحر نا اعـمط و اـف وـخ ه وـء د او اهـح لص ا دـعـب ض ر ل ا يـف ا و دـسـفـت ل و

 

Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi etelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”

  1. Berdoa Dengan Keyakinan Akan Diijabah Oleh Allah

 

Dalam berdoa sebagai hamba Allah kita harus percaya seutuhnya bahwa Allah akan mengabulkan doa kita apabila tidak ada suatu hal yang menghalangi. Allah akan memberikan ketetepan sebaik-baiknya bagi hambanya yang memohon kepada-Nya.

Dari Abdullah bin Amr Ra bahwa Rasullullah SAW bersabda :

 

Berdoa kepada Allah dalam keadaan yakin (akan) dikabulkan sesungguhnya Allah tidak

 

akan mengabulkan doa (seorang hamba) yang hatinya alpa dan lalai” (H.R Tirmidzi).

 

  1. Berdoa Dengan Suara Lemah Lembut Dan Baik

 

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 55 yang mnjelaskan tentang

 

adab berdoa agar rendah hati dan berlemah lembut:

 

٥٥  ني دـتحمـل ا بـحي ل هـن ا   ةيـفـخ و اـء رضت مـكـب را وء د ا

 

Artinya : “Berdoalah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara lembut. Sungguh

 

Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

 

  1. Mengulang- Ulang Doa

 

Doa sebagai sarana komunikasi dengan Allah, dengan mengulang-ulang doa tentu saja seorang hambayaakan merasa dekat dengan Rabb-nya. doa sebagai permohonan yag sangat kita dambakan, doa dengan mengulan-ulang diibaratkan seperti mendaki ketinggian yang bilamana semakinkita mengulang maka semakin sampai dengan tujuan. Allah maha pendengar lagi maha kuasa,Allah akan memberikat ketetapan bagi setiap hamba dengan takdir terbaik menurut-Nya. diriwayatkan oleh Muslim apabila Rasulullah SAW. Beliau mengucapkan doanya seanyak tiga kali. Berdoa dengan mengulang-ulang doa juga termasuk dalam bentuk kesungguhan dan pengharapan dari seorang hamba kepada Rabb-Nya.

  1. Tidak Berdoa Untuk Keburukan

 

Dalam berdoa sepantasnya seorang mukmin untuk mendoakan tentang kebaikan terhadap diri sendiri, keluarga, maupun orang yang tidak dikenal sekalipun. Namun

 

apabila doa yang dipanjatkan adalah menuju sesuatu yang bersifat keburukan dan apabila doa tersebut terjadi maka akan timbul rasa penyesalan dalam hati.

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

 

“ Janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk diri kalian sendiri, dan janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk anak-anak kalian, serta jangan mendoakan kejelekan untuk harta kalian. Janganlah kalian berdoa seperti itu karena boleh jadi bersesuaian dengan satu waktu dari Allah yang jika diminta sesuatu pada waktu tersebut,Dia pasti mengabulkanya untk klian.” (H.R Muslim no 309).

  1. Berdoa Dengan Ikhlas

 

Dalam berdoa sebagai mukmin kita harus ikhlas mengesakan Allah. Ikhlas adalah bentuk ketaatan dari hamba Allah kepada Rabb-Nya. berdoa dengan ihlas yaitu semata- mata mendekatkan  diri kepada Allah tanpa ada terdetensi atau maksud lain, seperti berpura-pura menjadi taat, berdoa agardilihat mahluk lain, igi memperoleh pujian dari makhluk lain atau sikap buruk lainnya yang tidak sepenuh hati dilaksanakan melalui batiniyah.

  1. Menutup Doa Dengan Sholawat Dan Diakhiri Aamiin

 

Sebagai mukmin kita menutup doa dengan mengucapkan sholawat kepada nabi

 

Muhammad Saw. :

 

ملـس و هــبـحص و هل ا يلء و دمـحم ان دـيـس يلـع لله  ا لـص و

 

Artinya “ dan semoga Allah limpahkan sholawat dan salam kepada nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat”

Dan dilanjut dengan penutup doa yaitu “Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin”

 

نـيـمـل اعلا ب ر اي نيم ا

 

Artinya : “kabulkanlah Ya Allah Kabulkanlah”

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *