Home / Info Umum / Kuliah Sambil Kerja, Kenapa Enggak?

Kuliah Sambil Kerja, Kenapa Enggak?

Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja bukanlah fenomena baru dalam dunia kampus. Di satu sisi, mengenyam pendidikan menjadi bagian dari kebutuhan untuk mampu bersaing dengan generasi muda lainnya. Sementara, kuliah membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Tentu saja bukanlah hal yang mudah untuk menjalani dua kehidupan berbeda pada waktu yang sama. Dibutuhkan komitmen yang tinggi darimu untuk dapat menjalani keduanya secara bersamaan dan memberikan hasil yang baik.

Lantas, bagaimana mangatur waktumu agar pekerjaan tidak mengganggu kuliah maupun sebaliknya?

Sesuaikan waktu kuliah dengan jam kerja.

Saat ini, sudah banyak kampus yang menawarkan fasilitas S-1 bagi karyawan dengan beragam pilihan jurusan. Jika merasa waktu kuliah terlalu malam, kamu dapat mencoba mengambil kelas pada hari libur (weekend), yaitu Sabtu dan Minggu.

Demikian pula bagi mahsiswa yang tengah bekerja. Atur dan sesuaikan waktu dan jam kuliah saat pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Jangan sampai ada kuliah yang bentrok dengan jam kerja.

Konsultasi dengan atasan.

Hal ini wajib hukumnya untuk dilakukan. Contoh kasus, ada jadwal kuliah penting yang jatuh pada waktu jam kerja. Karena sebelumnya tidak memberitahukan dengan jujur mengenai perkuliahan dijalani, maka kamu terpaksa berbohong tidak masuk kerja untuk mengikuti jadwal tersebut.

Berbohong satu kali mungkin lancar, namun bagaimana jika kejadian tersebut terulang kembali? Jujurlah pada atasanmu mengenai jadwal perkuliahan yang dijalani. Jika, dia tidak memberikan dipensasi atas perkuliahan yang kamu jalani, maka itu saatnya bagimu untuk mengambil keputusan. Apakah meneruskan pekerjaan dan meninggalkan kuliah, atau mengutamakan kuliah dan merelakan pekerjaan tersebut?

Jalani hubungan baik dengan teman-teman di kampus.

Selain baik untuk memperluas jaringan, menjalin hubungan baik dengan teman-teman satu kelas di kampus akan berguna ketika kamu ketinggalan materi kuliah.

Buat komitmen dengan diri sendiri.

Menjalani dua peran sebagai karyawan dan mahasiswa adalah sebuah pilihan yang telah kamu ambil. Tidak perlu heran jika kamu mengalami rasa lelah berkali lipat dengan mereka yang hanya berstatus mahasiswa atau karyawan saja.

Dari awal, buatlah komitmen dengan diri sendiri untuk menyelesaikan kuliah dengan nilai yang memuaskan dengan menggunakan biaya sendiri melalui gaji yang kamu terima.

Jangan mengeluh.

Selain rasa lelah yang berkali lipat, waktu untuk berkumpul bersama teman dan keluarga akan semakin berkurang. Jangan terus-menerus mengeluh akan keadaan tersebut, sebab ini sudah menjadi pilihanmu.

Cobalah menjalani peran gandamu dengan ikhlas dan senang hati, maka semuanya akan terasa lebih mudah.

Fokus.

Hal ini sangat diperlukan, terutama ketika kamu memasuki ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS). Fokuslah dengan dunia perkuliahan ketika kamu di kampus, dan bersikaplah profesional ketika di kantor.

Selamat mencoba!

okezone.com

About Moch Wahib Dariyadi

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Check Also

Muhammad Ali, bintang tinju muslim itu, ketika namanya akan diabadikan bersama nama para tokoh terkenal di “trotoar para pesohor” di Hollywood

Muhammad Ali, bintang tinju muslim itu, ketika namanya akan diabadikan bersama nama para tokoh terkenal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *