Thursday, 13 June 2024
above article banner area

Mazhab Fiqih

Mazhab Fiqih

 

Ardhana Yoga Irawan / 210512520027

 

Dosen Pengampu : Moch. Wahib Dariyadi, S.pd, M.Pd

 

Fakultas Teknik

 

Universitas Negeri Malang

 

 

 

 

 

 

 

Didalam ajaran agama islam, ada beberapa mazhab yang menjadi poros tujuan utama dalam menentukan hukum dan tafsir, yang akhirnya menyebabkan masing masing mahzab bisa berbeda-beda pendapat dalam menentukan sebuah dalil atau hukum. Dengan ini umat muslim di dunia dapat menentukan pilihan untuk mazhab mana yang akan dianut.

 

 

 

 

Adapun pengertian mazhab adalah, secara bahasa Mazhab berasal dari kata بھذمyang artinya adalah jalan yang dilewati atau dilalui, segala sesuatu yang dijadikan tujuan oleh seseorang dalam memenuhi kebutuhan rohani. Adapula pendapat para ulama dan para ahli agama islam tentang pengertian mazhab, menurut para ulama mazhab adalah “metode”

( Manhaj ) yang dibentuk dengan melalui proses penelitian dan pemikiran yang mendalam oleh para ulama dan ahli agama islam yang kemudian ditetapkan sebagai pedoman dan tujuan dalam menjalankan aktivitas dengan sesama manusia ataupun menjalankan hubungan antara manusia dengan Allah SWT.

 

 

 

 

Saat ini diketahui ada beberapa aliran mazhab yang dianut umat muslim di seluruh dunia hingga kini, mazhab tersebut yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i, serta Mazhab Hambali. Maing-masing mazhab inipun juga mempunyai latar belakang serta metode yang berbeda-beda pula, bagitupun dengan cara merekan memandang dan juga menanggapi suatu peristiwa yang terjadi di dunia juga berbeda-beda caranya. Dari masing masing itu tidak ada yang buruk, semua tergantung mazhab mana yang dianut oleh umat muslim dimanapun berada.

 

Dengan adanya mazhab yang berbeda beda pula menjadikan umat muslim menjadi umat yang istimewa, karena dengan adanya perbedaan tersebut kita akan saling belajar untuk menghormati serta menghargai pendapat dari masing masing ulama dan ahli mazhab yang berbeda-beda.

 

 

 

 

  1. Mazhab Hanafi

 

Yang pertama yaitu Mazhab Hanafi, mazhab ini didirikan oleh Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit. Abu Hanifah lahir pada 5 September 699 M di Kufah, Irak dan meninggal pada 14 Juni 767 M, di Bagdad, Irak. Abu Hanifah adalah seorang ahli fiqih keturunan persia yang kemudian menetap di irak.

 

 

Abu Hanifah menimba ilmu kepada gurunya yang bernama Hammad bin Abi Sulaiman, setelah sang guru meninggal, beliau menjadi seorang guru juga dan mengarahkan murid-muridnya untuk melakukan pencarian hakikat dan inti persoalan pengenalan terhadap alasan serta hukum dibalik teks tertulis. Yang menjadi dasar dari Mazhab Hanafi yaitu Al-Quran, sunnah, dan fatwa dari para sahabat.

 

 

Ada beberapa penyebab yang mempengaruhi berkembangnya Mazhab Hanafi dan mampu bertahan hingga saat ini. Imam Hanafi cukup dikenal pada masanya sehingga banyak orang yang ingin belajar fiqih kepada beliau, murid-murid beliau terus bertambah banyak dan kemudian merekan sangat antusias dalam menyebarkan ajaran ajaran mazhab hanafi dimulai dari orang orang terdekat hingga ke pejuru dunia sehingga terdapat generasi generasi yang meneruskan Mazhab Hanafi hingga saat ini.

 

 

Karena penyebaran yang hingga ke berbagai daerah, menyebabkan Mazhab Hanafi memiliki tradisi yang berbeda-beda pula di berbagai daerah yang kemudian menjadikan mazhab ini menjadi mazhab yang resmi pada Dinasti Abbasiyah. Mazhab ini juga tersebar di daerah kekuasaan Dinasti Ottoman, Asia Tengah, India, dan juga Transoksania. Mazhab ini juga berkembang di Suriah, bahkan sempat mejadi mazhab resmi negara. Mazhab Hanafi juga dijadikan mazhab resmi di Mesir pada pemerintahan Muhammad Ali.

 

Ciri ciri yang paling menonjol Mahzab Hanafi yaitu lebih mengutamakan logika serta akal pikir, sehingga banyak orang yang ingin mendapatkan jawaban secara rasional mengenai islam, maka Mazhab Hanafi hadir untuk menjwab serta memberi penjelasan secara logika dalam menanggapi suatu peristiwa.

 

 

 

 

  1. Mazhab Maliki

 

Yang kedua adalah Mazhab Maliki, mazhab ini pertama kali hadir didirikan oleh Imam Maliki bin Anas Al-Ashbahy. Imam Maliki lahir di Madinah, Arab Saudi pada tahun 711 M atau 90 H dan meniggal di Madinah pada tahun 795 M atau 174 H.

 

 

Pada awal perjalananya, beliau berguru kepada Ibnu Hurmuz-Abdur Rahman bin Hurmuz Al-A’raj Abu Dawud Al Madany. Ibnu Hurmuz adalah seorang muhaddist yang terkenal. Imam Malik kemudian belajar ilmu haddist kepada Ibnu Hurmuz selama 13 tahun.

 

 

Kemudian Imam Malik melanjutkan ilmunya dengan berguru kepada Syaikh Madinah Rabi’ah Ar-Ra’yi-Rabi’ih bin Abu Abdir Rahman sehingga dari segi metode Imam Malik lebih terpengaruh pemikiran beliau.

 

 

Sebagai seorang Muhaddist, Imam Malik selalu menghormati hadits Rasulullah SAW, ketika beliau ingin memberikan hadist ia selalu berwudhu terlebih dahulu kemudian duduk Tawadhu’ dengan tenang di atas alas sholat sebagai bentuk rasa hormat beliau terhadap Rosulullah SAW.

 

 

Mazhab Imam Maliki yang kita kenal dengan Mazhab Maliki kemudian berkembang di daerah kelahiran beliau yaitu Madinah dan terus menyebar ke berbagai negara seperti Maroko.

 

 

Sebagai seorang muhaddist, Imam Malik ketika menanggapi suatu peristiwa selalu mengacu pada hadist untuk menentukan sebuah solusi ataupun hukum apa yang diterapkan pada peristiwa tersebut.

 

  1. Mazhab Syafi’i

 

Yang ketiga adalah Mazhab Syafi’i, mazhab ini pertama kali didirikan oleh Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i Al-Quraisyi. Imam Syafi’i lahir di Gaza, Palestina pada 767 M atau 150 H, dan wafat di Fustat, Mesir pada tahun 820 M atau

205 H.

 

 

 

Sama halnya dengan dua mazhab terdahulunya, mazhab syafi’i juga mengambil dasarnya dari Al-quran, hadits, sunnah, ijma, qiyas. Dalam perjalanan keilmuannya Imam Syafi’i banyak belajar pada Imam Maliki, sehingga Imam Syafi’i sangat menjunjung tinggi nilai nilai dari sebuah hadist. Imam Syafi’i menganggap kedudukan hadist hampir setara dengan Al-quran, hal ini dikarenakan ia berpendapat bahwa hadist adalah hasil dari pemikiran dan pemahaman Rosulullah SAW terhadap Al-quran yang kemudian dituangkan dalam bentuk ucapan atau sunnah.

 

 

Pemikiran Imam Syafi’i memiliki pemikiran yang agak berbeda mengenai ilmu fiqih, beliau mempunyai ciri khas tersendiri dalam ilmu fiqih dibandingkan dengan dua mazhab pendahulunya. Sumber dari mazhab ini berpacu pada pemikiran pemikiran khas Imam Syafi’i yang dituangkan dalam sebuah karya berbentuk buku dengan beberapa judul yaitu Ar-Risalah, Al-Umm, Ikhtilaf al-Hadits, dan lain-lain, yang kemudian dikembangkan lagi oleh ulama ulama serta ahli fiqih yang memiliki aliran Mazhab Syafi’i.

 

 

Dikalangan umat penganut Mazhab Syafi’i, mazhab ini lebih dikenal dengan metode maslahat yaitu metode hukum yang diterapkan berdasarkan kepentingan umum atau masyarakat banyak sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat.

 

 

Imam Syafi’i memiliki ilmu yang khas, dimana beliau salah satu dari empat imam mazhab yang memiliki diwan. Imam Syafi’i bahkan pergi ke daerah perkampungan Arab dimana daerah tersebut adalah penutur bahasa Arab yang paling fasih dan benar. Beliau juga dikenal sebagai ahli analogi, sehingga hadist yang dipahami memiliki bahasa yang kuat dan mudah dipahami. Contoh pendapat beliau yang paling terkenal yaitu perkara membaca basmalah sewaktu sholat, dibaca jahr atau sirri, beliau berpendapat bahwa saat sholat Subuh, Magrhib, Isya’ di Jahr dan sholat Dzuhur dan Ashar di Sirri.

 

  1. Mazhab Hambali

 

Yang terakhir yaitu Mazhab Hambali, mazhab ini didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal As-Syaebani. Imam Hambali lahir di Baghdad pada tahun 164 H dan

wafat pada tahun 284 H.

 

 

 

Imam Hambali adalah seorang keturunan Rosulullah SAW, namun ketika masih kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya karena ayah Imam Hambali adalah salah satu seorang pemimpin militer di Khurasan yang berperang melawan Bizantium, yang kemudian beliau diasuh oleh ibunya dan dibawah pengawasan pamanya.

 

 

Dalam perjalanan menimba ilmu, Imam Hambali banyak menghabiskan waktu di Baghdad dan sekitarnya hingga beliau berusia 19 tahun. Di usianya yang masih muda beliau sudah bisa menghafal Al-quran, bahkan beliau juga mulai

mengumpulkan hadits hadits sejak usia 15 tahun.

 

 

 

Imam Hambali juga merupakan murid dari Imam Syafi’i, sehingga beliau melahirkan mazhab yang lebih digunakan untuk perbuatan-perbuatan seharihari atau disebut hadits dla’if. Mazhab Hambali adalah mazhab yang paling banyak dianut oleh umat muslim, bahkan penganutnya hingga kini masih terus berkembang dan bertambah.

 

 

Ciri khas dari Mazhab Hambali adalah beliau sering mengambil titik tengah diantara pendapat lain. Ketika Imam Malik dan Imam Syafi’i saling memberikan pendapat maka Imam Hambali berapa pada tengah kedua pendapat tersebut. Seperti pendapatnya yang hingga kini masih dikenal yaitu ketika Sholat yang satu mengatakan bahwa membaca basmalah dengan jahr, dan yang satu membara basmalah dengan sirri, namun berbeda dengan Imam Hambali, beliau berkata basmallah tidak jahr dan tidak sirri.

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *