Thursday, 13 June 2024
above article banner area

OPTIMALISASI DZIKIR NAFAS DALAM BINGKAI KEHIDUPAN ISLAMI

OPTIMALISASI DZIKIR NAFAS DALAM BINGKAI KEHIDUPAN ISLAMI

Dania Nawang Dwijayanti (210151601632)

Program Studi PGSD-Jurusan KSDP-Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Malang

Email : dania.nawang.2101516@students.um.ac.id

PEMBAHASAN

  1. Dzikir             Dzikir bukanlah mengingat Allah. diklaim demikian, karena, pikiran kita tak akan mampu mengingat Allah. Dzikir ialah menyadari Allah, yaitu Allah yang dekat, Allah yang Maha meliputi Segala Sesuatu atau Al-Muhiith. Dzikir yang benar ialah dzikir memakai kesadaran, bukan dzikir menggunakan pikiran. terdapat disparitas yang sangat kentara antara aktivitas, mengingat serta menyadari. kedua aktivitas ini tidaklah sama.                                                                                                                        Mengingat‟ ialah aktivitas otak, sedangkan „menyadari‟ merupakan aktivitas jiwa yang berpadu menggunakan kefitrahan Ruh. buku suci Alquran sangat gamblang sekali di mengatakan arti dzikir ini memakai menyebut bahwa Allah itu dekat. Bahkan, taraf kedekatan ini digambarkan memakai ungkapan ‘lebih dekat berasal urat leher’. Ini mendeskripsikan bahwa Allah memang sangat, sangat, sangat dekat dengan manusia, hamba-Nya. ketika kita menjalankan perintah Al-quran ini (bahwa Allah lebih dekat dari urat leher), tentunya kita tak mampu menggunakan indera mata untuk melihat kedekatan kita menggunakan Allah ini. Kita pun tak bisa berpikir bahwa „posisi‟ Allah lebih dekat dari urat leher kita.                                                                                              Kita hanya bisa menangkap kedekatan antara Allah menggunakan kita ini memakai kesadaran kita. Inilah makna dzikir yang sebenarnya, yaitu sadar yang diarahkan pada Allah yang dekat. Perintah Allah, baik pada pada Al-quran juga serta Al hadis beberapa kali menyampaikan perintah untuk memperbanyak dzikir. Arti ungkapan ‘dzikrankatsir’yg berarti ‘perbanyaklah dzikir’mengandung ajakankepada kita agar senantiasa sadar terhadap Allah pada setiap waktu, di setiap keadaan, dan pada setiap tindakan. Kita mampu ber-dzikir sembari menonton tayangan televisi, menyetir kendaraan beroda empat, membaca buku ,makan, minum, bahkan tidur sekalipun,dan banyak kegiatan lain sehari-hari.                                                                                               Rasullullah Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ الله تِرَةٌ

“Barangsiapa yg duduk di suatu daerah, lalu tak berdzikir pada Allah di dalamnya, pastilah dia menerima eksekusi berasal Allah serta barangsiapa yg berbaring pada suatu kawasan lalu tak berdzikir di Allah, pastilah mendapatkan eksekusi berasal Allah.

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيْهِ، وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

“Jika suatu kaum duduk di majelis, lantas tak berdzikir pada Allah serta tidak membaca shalawat pada Nabi-Nya, pastilah dia sebagai kekurangan dan penyesalan mereka, maka Jika Allah menghendaki mampu menyiksa mereka serta Jika menghendaki mengampuni mereka.”

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

“Setiap kaum yang berdiri berasal suatu majelis, yang mereka tak berdzikir pada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri asal bangkai keledai serta hal itu sebagai penyesalan mereka (di hari Kiamat).”

Begitupun pada Al Qur’an pun kita jua diperintahlkan untuk senantiasa berdzikir sebagaimana firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yg beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yg sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab/33: 41)

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“dan sebutlah (nama) Tuhanmu pada hatimu menggunakan merendahkan diri serta rasa takut, dan menggunakan tak mengeraskan suara, di ketika pagi dan sore, serta janganlah engkau termasuk orang-orang yg lalai.” (QS. Al-A’raf/7: 205)

Dzikir di Allah (dzikrullah) yg penting dan   wajib  selalu kita lakukan ialah dzikir waktu kita sedang mengerjakan shalat. kesadaran terhadap Allah. dimulai semenjak berasal awal ketika „takbir‟ hingga „salam‟ ketika menutup shalat kita. Ini artinya hal yg sangat fundamental dan   haruslah diutamakan, karena perinta Allah terkait memakai ibadah shalat berbunyi: “Dirikanlah shalat buat dzikir kepada-Ku!”. Atau dengan kata lain: “Dirikanlah shalat buat menyadari-Ku!”                                  Dzikir artinya hal sangat krusial, menjadi akibatnya kita perlu serius di melakukannya. Kelemahan kita dalam menjalankan shalat bukan terletak di syariat atau fiqhnya, akan tetapi pada pencerahan yang tak terpelihara selama kita shalat. Allah tidak akan menurunkan pahala pada kita Bila shalat kita hanya sebatas fiqh saja, atau sebatas syariat saja.                                                                                                     Allah akan menurunkan pahala pada kita Jika kita benar-benar sadar pada di shalat dan  selama shalat kita. Pencerahan ke Allah wajib  selalu kita lakukan dan terus-terus-menerus kita latih serta tempa. usahakan dzikir kita jadikan menjadi habit atau tata cara yang selalu melandasi perbuatan dalam kehidupan sehari-hari kita. di awalnya, mampu jadi dzikir ini sangat berat, akan tetapi ketika kita sudah mengetahui kunci-kuncinya dan  kita sudah  membiasakan diri dalam kehidupan kita, dzikir secara otomatis akan mudah kita lakukan. artinya, pencerahan kita buat, selalu sadar‟akan muncul dengan sendirinya, tanpa wajib   memaksa pencerahan kita buat berdzikir.  Dzikir yang homogen ini ialah dzikir yg dawam (tak putus). Dzikir yg dawam ini akan mempertebal iman kita. Bagaimanakah cara menaikkan iman. Jawaban buat pertanyaan ini sangat sempurna serta  tidak terdapat yg lain, yakni dengan memperbanyak sadar kepada Allah.Sadar kepada Allah dengan akan meningkatkan keimanan kita. kesadaran akan Allah jua akan membawaperubahan di perilaku kita. Mengapa bisa berubah? karena kita menyadari bahwa Allah terdapat pada dekat kita.Iniseperti yang pernah dicontohkan sang seseorang anak penggembala kambing yg diuji kejujurannya sang sahabat Nabi, Sayyidina UmarBin KhaththabRa. Si anak penggembala kambing itu ditawari sejumlah uang oleh Umar Jika dia mau menyampaikan satu ekor saja berasal begitu poly kambing yg sedang digembalakannya buat  Umar. Umar membujuknya Jika satu ekor saja kambing itu diserahkan kepadanya, tuannya tepat tidak akan memahami.Toh, Jika kambing itu berkurang satu, sisakambing yang digembalakannya masihlah sangat poly. akan tetapi si penggembala ini justru menolak permintaan Umar. Si penggembala kambing yang sadar bahwa Allah berada didekatnya berkata pada Umar bahwa beliau tak mungkin menyerahkan kambing itu, karena Allah pasti mengetahui perbuatannya.                                                             Jadi,pada sini jelaslah sudah bahwa makna dzikir artinya „sadar Allah‟, bukan „mengingat Allah‟ atau „jangan lupa Allah‟. Ayat pada bawah ini jua menegaskan ihwal makna dzikir yg bukan „mengingat‟. “(yaitu) orang-orang yg menyadari Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan   mereka bertafakur perihal penciptaan langit serta  bumi (seraya mengatakan): „Ya tuhan kami, tiadalah engkau   membentuk ini menggunakan sia-sia, Maha kudus engkau  , maka peliharalah kami asal siksa neraka”(Q.S. Ali Imran :191)

  1. Dzikir Nafas                                                                                                             Dzikir Nafas artinya Dzikir pencerahan memakai menggunakan lafaz ‘Huu Allah’,sebuah metode dzikir menggunakan mengikuti irama keluar-masuknya nafas melalui rongga hidung sampai ke paru-paru, dan  kemudian dihembuskan melalui rongga hidung lagi. Cara mempraktikkannya jua sangat simpel,yakni saat menghirup udara, hati ber-dzikir’Huu‟(yang adalah beliau, Allah), dan  waktu mengeluarkan nafas,hati berdzikir‘Allah’. Amaliah dzikir merupakan jenis amal yang paling mudah dan   paling ringan. tetapi,karena amalan ini menuntut ke-istiqamah-an (baca konsisten, secara terus dan  keterlibatan pikiran serta emosi, maka amalan ini menjadi berat.Para ulama membagi amalan dzikir ini menggunakan aneka macam strata kemampuan. contohnya, menggunakan hanya membaca „bacaan dzikir ‟saja,  sudah dianggap ber-dzikir, meski emosi serta pikiran sama sekali tidak dilibatkan.                                    Dzikir mulut ini merupakan level pertama.tetapi, taraf dzikir ini pun telah mendapatkan pahala asal Allah SWT, sebab terdapat keliru   satu anggota tubuh yang melakukan dzikir. strata ke 2 merupakan dzikir menggunakan pikiran. Pikiran mengarah pada apa yang diucapkan dan   memikirkan apa yang diucapkannya. Dzikir tingkat ketiga artinya dzikir menggunakan hati. Dzikir ini tingkatannya lebih tinggi daripada dzikir pikiran, karena dzikir hati secara otomatis dapat mengaktifkan dzikir pikiran. Dzikir ke empat,yang paling tinggi tingkatannya adalah dzikir memakai kesadaran. Dzikir inilah yg acapkali diidentikkan menggunakan Ihsan.            Ihsan ialah keadaan dzikir dimana seseorangmerasa sedang menghadap Allah, merasa sedang memuji Allah dengan segenap kesadarannya. Dzikir Nafas suatu Metode Dzikir nafas ialah suatu metode buat bisa berdzikir kepada Allah 24 jam non stop. seperti halnya dengan metode iqro yg dilakukan atau dipelajari agar orang bisa membaca huruf di dalam al quran. serta sama pula menggunakan manasik haji yg bertujuan buat melatih jamaah haji yg akan melaksanakan haji. Jadi metode bukanlah tujuan yg menjadi tujuan adalah supaya kita dapat melaksanakan perintah Allah dan  Rasulnya menggunakan lebih baik. karena dzikir nafas adalah metode maka tidak akan pernah ditemukan tuntunan quran dan  hadis yang terang-terangan memerintahkan kita untuk melakukan dzikir nafas. akan tetapi perintah buat berdzikir sebesar banyaknya akan poly ditemukan. Perintah buat selalu sadar Allah sangat banyak baik pada quran dan    Memuhasabah asal  dzikir nafas ini supaya kita mampu sadar Allah, agar kita bisa berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya bahkan bila mampu 24 jam non stop.                                                                                                                                      Jika kita hanya ber-dzikir bibirnya saja, atau pikiran saja, atau hatinya saja, maka sejatinya yg ber- dzikir adalah jasad, karena bibir, hati, dan  pikiran merupakan bagian asal jasad. tapi Bila yg ber-dzikir merupakan kesadaran, maka baik jasad, jiwa dan  Ruh, seluruh akan ikut berdzikir. Dzikir sebenarnya artinya dzikir pencerahan. dengan istilah lain,yg mampu melakukan dzikir artinya kesadaran kita. Bagaimana kesadaran melakukan dzikir? Dzikir dengan kesadaran berarti menyadari Allah yang dekat, yang besar , yang kudus, serta mirip semua berasal apa yg kita pujikan pada Allah. Bentuk dzikir mirip ini kentara tidak selaras dengan dzikir-nya pikiran, sebab Dzat Allah tak mampu dijangkau menggunakan pikiran. Kebesaran Allah tak mampu kita jangkau dengan pikiran.                                                                                                           Kesucian Allah tidak mampu kita jangkaudengan pikiran kita.Demikian pula dengan hati. Hanya kesadaran sajalah yg mampu menjangkau ke-Maha besar -an Allah. menggunakan pemahaman baru ini,kita makin pahambahwa makna dzikir memang bukanlah „mengingat‟, karena pada pada memori kita tidak pernah terdapat ingatanatau memori tentang Allah. Makna dzikir yang benar menurut kaidah psikologi kognitif artinya „sadar‟ akan Allah. jikalau kita permanen mengartikan dzikir merupakan „ingat pada Allah‟, maka kita akan terjebak denganketerbatasan pikiran dalam mengingat Allah. Ini akan membuat kita tidak bisa ber- dzikir secara benar serta tidak mungkin bisa ber-dzikir. karena itu, dalam Dzikir Nafas ini, yg kita aktifkan bukanlah pikiran dan  hati kita. yang kita aktifkan artinya pencerahan kita pada Allah.                         Pada kajian Neuro Linguistic Programming (NLP), disebutkan bahwa pemaknaan istilah yg keliru   bisa mempengaruhi sikap seseorang. serta di akhirnya, pula akan menghasilkan keliru   atau keliru dalam berperilaku. Terkait dengan makna dzikir ini, Bila kita memaknai dengan„mengingat‟, maka kesadaran kita tidak akan pernah menunjuk kepada Allah SWT. serta tentunya, impak-impak dzikir yg membuat kita mencicipi kenyamanan dan  kebahagiaan, tidak akan pernah kita dapatkan.
  2. Ilmu Laku                                                                                                                 Ilmu laris  artinya ilmu yg didapat asal mengamalkannya. Dzikir Nafasadalah termasuk Ilmu laku . Ilmu-ilmudalam Dzikir Nafashanya akan Anda peroleh Bila Anda mengamalkannya sendiri sesering mungkin. Semakin tak jarang Anda mengamalkan amalan dzikirNafas, maka ilmu yang bisa Anda serap akan semakin banyak. buku   mungil ini bukanlah ilmu yangsebenarnya. buku   kecil ini berisi perihal cara-cara atau kiat-kiat ringkas saja. Selanjutnya,Anda sendirilah yang mengeksplorasi ilmu ini. Sebenarnya buku   catatan aku  di mengamalkan Dzikir Nafas. Setiap ilmu yang saya dapat, aku   tuliskan menggunakan kalimat yg sederhana sinkron menggunakan apa yg aku   Sayapun berharap pembaca yang akan mengamalkan ilmu ini kelak memiliki niat buat menuliskan pengalamanpengalamannya, agar daya ilmu dari mengamalkannya dapat tersimpan pada gesekan pena.                                                         Pada mengamalkan ilmu ini, disarankan buat tak mengkotak-kotakkan diri Anda ke pada golongan kualitas tertentu atau keilmuan yang tidak perlu. Semisal Anda merasa masih kotor, masih sedikit ilmunya,atau penggolongan-penggolongan lain yg menghasilkan Anda merasa rendah diri. yang Anda lakukan relatif sederhana, yaitu mempraktikkan Dzikir. Hal yang justru sangat krusial merupakan bahwa Anda tidak melupakan Allah. tulisan-goresan pena yg nantinya Anda simpan pun, jangan hingga terbatasi sang level-level spiritual seperti itu. Bersikaplah biasa-biasa saja dan   jadilah orang biasa saja. MeskipunAnda banyak mengalami perubahan spiritual dengan menjalankan amalan ini, tetaplah sebagai orang biasa. yg umumnya jadi makmum, tetaplah sebagai makmum. yang umumnya jadi pendengar di pengajian-pengajian, tetaplah mengikuti pengajian seperti umumnya.                                                                     Amalan ini hanya merubah berasal yang „tidak dzikir‟ menjadi „dzikir‟. asal „tidak sadar‟ sebagai„sadar‟.Bersikaplah sederhana saja. Lupakan level-level dalam berspiritual, sebab pada akhirnya itu akan menjadi hijab antara diri Anda menggunakan Allah. Bila Anda sudah mencapai tahapan makrifat menggunakan amalan ini, diharapkan Anda permanen sebagai orang biasa yang selalu taat menjalankan perintah Allah dengan shalat, sedekah, mengkaji Al Quran dan  Al Hadis, dan   amal-amal kebajikan lainnya.                                                                                                      Jangan membuat malu atau merasa sungkan Jika Andadikatakan ahli Dzikir.sebab, merupakan lebih baik menjadi ahli Dzikir, daripada sebagai pakar Maksiat.Ber-dzikir pula bukan artinya sifat yg „sok suci‟, akan tetapi suatu sikap atau adab yang baik serta justru bernilai ibadah. Jangan membentuk malu Bila contohnya Anda berlama-usang   duduk ber-dzikir di di masjid. pada mengamalkan dzikir ini, mental Anda harus  teguh, serta  yakinlah bahwa amalan ini adalah sahih. menggunakan begitu, Anda berani buat mengamalkannya meski mungkin kadang Anda akanmendapatkan cemooh. Jika Anda ingin berhasil pada amalan ini, Anda harus bangga memakai amalan ini. dan , yang terakhir, Anda wajib  menyayangi amalan ini. Jadikan amalan seperti handphoneyang harus dibawa kemanapun balik  dan   harus  selalu pada syarat on.
  3. Nafas dan Kesehatan                                                                                                          Di pada tubuh insan ada syaraf yang mengendalikan hormon yg tergantung menggunakan syarat kejiwaan. Bila kondisi kejiwaan atau psikis kita baik, maka tubuh kita akan baik. Demikian jua sebaliknya, Bila psikis kita tidak baik, maka akan berpengaruh pada syaraf dan  hormon itu. Keadaan syaraf kita, baik atau buruk  , akan berpengaruh di hormonyang pada akhirnya membuat tubuh terserang penyakit. sebab itu, ketiga aspek itu harus  seimbang dan  pada keadaan sehat. kondisi psikis kita yg sehat–khususnya dalam jaringan psiko-neuro-endokrin mampu mengendalikan kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh meningkat saat faktor psikis dalam jaringan tadi semakin semakin tinggi.                                                                                       Demikian pula kebalikannya, penurunan kekebalan tubuh akan memudahkan penyakit pada fisik kita. menjadi penyeimbang supaya tubuh tetap sehat, kita mampu memberi motivasi pada diri kita sendiri buat menumbuhkan kenyamanan, rasa tabah, serta semangat yang tinggi. Kita pula akan memotivasi diri kita buat selalu mendekatkan diri pada Allah melalui amalanamalan yang dikenal di ajaran Islam. Satu amalan yg paling primer merupakan melakukan dzikir setiap hari. memakai dzikir ini terutama yg  ditulis disini yaitu dzikir nafas, akan memberikan ketenangan secara instan yg nantinya akan berpengaruh pada syaraf serta sistem hormonal kita buat sebagai lebih baik, menjadi akibatnya kekebalan tubuh kita meningkat dan  penyakitpun sulit buat masuk di tubuh kita. dalam konteks metabolisme tubuh, tubuh manusia memerlukan oksigen pada darah supaya sistem  metabolisme tubuh berjalan lancar.                             Sistem serta  cara kerja oksigen di metabolisme tubuh ini biasa dipelajari di ilmu biologi. dengan pernafasan yang benar kebutuhan oksigen dalam tubuh akan terpenuhi dengan baik. sehabis +3 mnt kita mempraktekan dzikir nafas maka menggunakan sendirinya nafas kita akan teratur dengan durasi mengambil serta mengeluarkan nafas lebih panjang. Semakin poly oksigen yg kita hirup maka pemenuhan oksigen pada tubuh kita akan optimal, sedangkan pengeluaran nafas yg panjang akan dapat membuang CO2 secara lebih aporisma. Selain fungsi metabolisme, fungsi yg juga sangat vital artinya menjaga supaya setiap sel berfungsi normal.                          Pernafasan, menjadi motilitas sempurna yg beraturan pada sistem sirkulasi oksigen berasal luar yg masuk ke pada tubuh,pula membantu proses pembentukan tenaga asal proses pencernaan makanan. Pernafasan pula berperan membantu proses pemugaran sel-sel yg rusak. karena itulah, di kasuskasus yg eksklusif yg relatif berat,teknik pernafasan mampu membantu dalam pengobatan. Sel-sel yang rusak di tubuh menjadi dampak cedera, stres, atau badan pegal yg pegal-pegal, bisa pulih memakai Teknik pernapasan. Informasi ihwal pentingnya fungsi oksigen pada tubuh ini mengindikasikan bahwa teramat penting juga adat pengaturan nafasyangbenar. Cara bernafas yg benar akanmenselaraskan kerja semua organ tubuh.menggunakan begitu, tubuh pun akan selalu terjaga serta  pada syarat selalu prima, tidak simpel terserang penyakit. kondisi tubuh yg terjaga menggunakan baik menjadi hal sempurna bagi kita. karena untuk menjalankan kegiatan dengan baik,semuamanusia memerlukan stamina yg prima.                                                                                                                       Stamina yg menurun ditandai badan yang lemah, lesu, dan  cepat merasa lelah. Hal ini mampu disebabkan oleh kelelahan fisik seperti kurang tidur, pola makan tak sehat, kurang istirahat,atau kelelahan emosional yang dipicu stres atau depresi. dalam hal ini, pernafasan yang baik akan menyampaikan asupan oksigen yg cukup. Kitapun akanlebih simpel mengenali tubuh kita sendiri.                                                                   Pertanyaan terdapat, apakah kita akan langsung merasa sehat menggunakan teknik pernafasan yang baik? Tentu tidak, teknik ini hanya akan memberi stimulus pada Anda buat mengenal masalah yang ada pada diri Anda serta  buat kemudian Anda mencari solusinya.
  4. Dzikir Nafas Mengurangi Perasaan Stress                         Di umumnya orang lebih memilih berolahraga serta mengunjungi wilayah rekreasi sebagai cara buat mencegah terjadinya stres yg berlebihan. kini    , terdapat cara lainnya yang patut Anda coba, yaitu menggunakan dzikir Nafas. Dzikir Nafasmerupakan bentuk sikap pasif atau pasrah memakai menggunakan istilah yg diulang-ulang, sehingga mengakibatkan respon relaksasi, yakni perasaanatau „sensasi‟ hening.                                                                                                                   Pada Dzikir Nafas, respon relaksasi digabungkan menggunakan keyakinan (keimanan). Pengulangan istilah-kata yang dipilih akan dapat membangkitkan kondisi relaks. Metode penggabungan ini lebih efektif Jika dibandingkan dengan relaksasi yang  tidak melibatkan faktor keimanan(faith factor). Metode ini bisa menghantarkan di „tingkat relaksasi‟ yang teramat pada. buat menerima yg akan terjadi relaksasi yg lebih tepat, sebaiknya kata atau lafaz yang akan dipergunakan merupakan istilah/lafaz yg mempunyai makna yang pada bagi kita.dalam literatur Islam berbagai istilah/lafaz yang mampu digunakan buat ber-dzikir, seperti ‘Huu Allah’, ‘Subhanallah’, ‘Alhamdulillah’, ‘Allahuakbar’, atau memakai Asmaul Husna.                                                Arti dzikir sendiri adalah sadar, dan  sebab itu perbuatan dzikir lebih menekankan pada makna daripada sekadar verbalisasi saja. menggunakan ini semua, diharapkan di Dzikir Nafas ini bisa membawa subjek pada alam transendental.Alam transendental akan memberikan suatu „state‟ yang tidak sama (the altered state of consciousness)dimana „state‟ pencerahan ini pula akan merubah „state of mind‟ dan   „state of emotion‟.                                                                                                                      Di keadaan ini, Jika dilanjutkan menggunakan perilaku pasrah, maka akan mengakibatkan pengaruh yg sangat luar biasa secara spiritual, sebab pendekatan kepada Allah tidak bisa dilakukan kecuali menggunakan menyerahkan diri secara total di Allah. dalam keliru   satu Hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa sujud (pasrah) adalah keadaan yang paling dekat antara insan menggunakan Allah. Pasrah dapat dideskripsikan menjadi sebuah perilaku penyerahan total kepada objek transenden, yaitu Allah SWT.                                                                                                                        Dengan sikap ini, apapun yang terjadi di diri diterima tanpa reserve, sebagai akibatnya sangat efektif buat mengakibatkan perilaku pasif. buat mampu melakukan relaksasi dzikir menggunakan baik yang mampu memberikan pengaruh ketenangan dan  terhindar asal beban pikiran karena stress yg hiperbola. di intinya, relaksasi dzikir menuntut kita buat mampu masuk pada „state of mind‟ kepasrahan di sang Pencipta.sebab, begitu kita merasakan perilaku pasrah, kita akansadar sepenuhnya pada Allah. Semakin kita mampu merasa pasrah dan  tulus menerima penyakit yg kita alami, maka seluruh anggota badan  pun akan menerimanya serta akan merasakan lapang dada. di keadaan ini, di akhirnya terciptalah perasaan relaks serta santai yg sampai pada akhirnya menemukan kenyamanan pikiran.                                                                           Terkait memakai Dzikir Nafas ini, penggunaan nafas bukanlah menjadi dzikirnya. Nafas dalam hal ini hanya sebagai pemicu atau ebagai pengasosiasi yg mampu mengingatkan kita kepada Allah atau pada suasana suasana spiritual yang pernah kita capai. Nafas ini bisa kita ibaratkan menjadi tasbih alat tasbih yg sering kita gunakan mampu menjadi anchor yg akan meningkatkan kecepatan kita buat sadar kepada  Jadi,sebenarnya Dzikir Nafasini tidak berbeda dengan dzikir yang memakai buah-buah tasbih. Nafas dalam hal ini artinya alat buat mempermudah kita menyadari Allah.                                                                                                                       Mengapa penggunaan nafas ini sangat efektif di proses ber-dzikir?Alasan yg pertama merupakan karena nafas ialah metode yang unik.Penggabungan antara nafas serta  ucapan ‘Huu Allah’ mengakibatkan asosiasi terhadap suasana dzikir yang khusyu‟ praktis kita capai. Alasan ke 2 adalah sebab penggunaan nafas yang setiap saat kita pakai ini akan memperdalam taraf intensitasnya.memakai begitu, nafas ini sebagai semacam alat yang semakin memudahkanuntuk sebagai anchor. Prinsip anchor merupakan intensitas. Jadi, semakin tak jarang kita menggunakan nafas buat dzikir, maka akan semakin cepat pulalah kita terasosiasi menggunakan kesadaran terhadap Allah. kini     bagaimana tips mudah membuahkan Dzikir Nafas sebagai anchor? Satu langkah penting  pertama ialah Anda wajib   menemukan dulu suasana dzikir, atau atmosfer ketenangan dalam dzikir, atau keadaan spiritual terakhir yang pernah Anda rasakan serta alami. sehabis Anda menemukan suasana spiritual terakhir ini, ikuti masuknya nafas dengan lafaz ‘Huu’ serta selesainya itu ikuti munculnya nafas dengan lafaz ‘Allah’. Pertahankan keadaan ini pada ketika selama 10 mnt. setelah terselesaikan, lakukan pengujian apakah anchor tadi bisa melupakan hal-hal selain Allah? Melakukan cara ini secara kontinyu atau istiqamah, pada akhirnya nanti secara pelan-pelan serta secara gradual kita akan simpel secara instan mencapai keadaan spiritual yg kita inginkan. Kapan serta dimanapun. cukup memakai mengikuti nafas menggunakan lafaz ‘Huu Allah’, hati kita akan mencicipi ketenangan secara instan. Wallahu A’lam Bisshawab.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si. Dzikir Nafas

Dr. Sa’id bin Wahf al-Qathani. (2015). Keutamaan Dzikir serta Syarahnya

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *