Thursday, 13 June 2024
above article banner area

Pentingnya Iman, Islam, dan ihsan

Pentingnya Iman, Islam, dan ihsan

 

23-Desember-2021

 

Nama: Farhan Ardi Prayoga

NIM: 210512520003

Fakultas: Teknik

Offering: E9/ D3 Tenik Mesin

 

 

Di tengah kehidupan serba modern sebagian para kalangan mahasiswa selain harus tau tentang kemajuan digital, khususnya untuk mahasiswa beragama muslim juga harus tau tentang iman, islam, dan ihsan yang menjadi pondasi bagi agama islam. Bukan hanya tau saja mahasiswa juga harus bisa mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu kita harus terus mencari ilmu untuk menambah wawasan. Mulai dari kata iman dalam bahasa Arab merupakan bentuk masdar(gerund) dari fi‟il madli (verb) amana, yang berarti percaya (yakin). Iman juga dapat diartikan dengan percaya dan kepercayaan dalaam istilah agama. Arti yang pertama menggambarkan tentang sikap mental atau jiwa dari seseorang yang mempercayai atau meyakini, sedang arti yang kedua menunjuk pada sesuatu yang dipercayai.

Secara istilah, iman adalah mengucapkan dengan lisan (iqrar lisany), membenarkan dengan hati (tashdiq qalby), dan melaksanakan dengan segala anggota badan („amal rukny). Pembenaran dalam iman berarti tashdiq (pembenaran) yang teguh, disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Macam-macam Proses Terbentuknya Iman Dan Upaya Meningkatkannya yaitu yang pertama fitrah Ilahi Dalam iman, pembenaran terutama terkait dengan masalah hati. Hati sangat berperan dalam mewujudkan iman dalam diri seseorang. Dalam-dangkalnya, tebal-tipisnya, teguh-tidaknya iman sangat tergantung pada hati manusia yang sifatnya berubah-ubah. Kedua Hidayah, Iman juga terbentuk melalui hidayah dari Allah SWT. Di antara semua sebab terbentuknya iman, hidayah adalah sebab utama, karena seseorang tidak dapat membuat orang lain beriman tanpa hidayah dari Allah SWT. Bahkan Rasul Allah SAW hanya bisa memberikan hidayah kepada orang tertentu, bahkan hidaya ini tidak dapat dimemberikan  kepada orang yang dicintainya. Kata hidayah dalam bahasa Arab berarti petunjuk. Ia dipadankan artinya dengan kata hudan, dilalah, atau thariq. Menurut Muhammmad Abduh, hidayah adalah “petunjuk halus yang membawa atau menyampaikan kepada apa yang dituju atau diingini.” Abduh menambahkan, ada lima macam hidayah yang dianugerahkan Allah kepada manusia, yaitu:

  1. Hidayah al-wijdan al-fithri
  2. Hidayah al-hawas
  3. Hidayah al’aql
  4. Hidayah al-din
  5. Hidayah al-taufiq

 

ketiga terdapat Ikhtiar Insani, Iman yang ada dalam diri kita dan pada setiap setiap umat muslim itu bersifat tidak stabil kadang kuat kadang lemah, suatu saat turun, dalam kesempatan lain naik. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya mengetahui cara-cara meningkatkan iman, dan berupaya mempraktekkannya, terutama, saat imannya sedang turun.

 

Kata Islam menurut bahasa berasal dari kata “aslama” yang berarti patuh, taat, tunduk, dan berserah diri. Islam adalah nama agama wahyu yang diturunkan oleh Allah swt kepada rasul-rasulNya yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan untuk manusia. Agama Islam berisi aturan-aturan Allah yang mengatur seluruh hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia. Islam dalam pengertian ini adalah agama yang dibawa oleh para Rasul Allah sejak nabi Adam a.s hingga yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Agama Islam yang diturunkan Allah kepada semua nabi mengajarkan aqidah yang sama dan dengan tujuan yang sama, yaitu tauhid atau mengesakan Allah Swt. Adapun perbedaan ajaran di antara wahyu yang diterima oleh nabi-nabi Allah tersebut berada pada syariatnya yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kecerdasan umat pada zaman itu (Suryana, 1996:30).

Islam yang diturunkan kepada nabi Muhammad adalah wahyu Allah terakhir yang hanya diturunkan kepada manusia. Karena itu agama ini telah sangat sempurna akan tetapi sesuai dengan tingkat perkembangan manusia sejak masa diturunkannya empat belas abad yang lalu hingga akhir peradaban manusia yang ditutup dengan akhir zaman atau hari kiamat kelak.

Agama Islam yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum nabi Muhammad SAW tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi disesuaikan dengan tingkat kemampuan manusia pada waktu itu. Oleh karenanya wahyu yang turun pada saat itu bersifat lokal untuk satu atau dua suku bangsa saja, misalnya wahyu yang turun kepada nabi Isa a.s untuk Bani Israil dan sebagainya.

Pengertian Ihsan secara etimologis kata Ihsan berasal dari ahsana, yuhsinu, ihsanan yang berarti perbuatan baik. Secara terminologis, Ihsan berarti apabila seseorang beribadah kepada Allah seolah-olah ia melihatNya. Jika ia tidak bisa melihat–Nya, maka ia harus yakin kalau Allah melihat perbuatannya. Dalam al-Qur‟an, terdapat 166 ayat yang memberbicarakan  tentang ihsan dan implementasinya. Dari sini dapat disimpulkan betapa mulia dan istimewanya ihsan dalam Al-Qur‟an. Berikut ini beberapa ayat al-Qur‟an yang membahas ihsan.

 

Iman, islam, dan ihsan juga ada sangkut pautnya dengan ibadah kita kepada Alloh dan ini adalah Manifestasi Iman, Islam Dan Ihsan, Hakikat ibadah biasanya orang memahami “ibadah” sebagai aktivitas ritual shalat, berdoa, zakat, puasa, haji, dan yang semacamnya. Ibadah difahami sedemikian sempit lalu terbatas hanya dalam bentuk hablun minallah atau hubungan vertikal antara hamba beserta Allah saja. Padahal pengertian ibadah yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Ibadah adalah bentuk penghambaan diri kepada Allah yang tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia (hamba) dengan Tuhan (hablun minallah) tetapi juga hubungan manusia dengan sesamanya (hablun minannas), lebih lagi juga hubungan manusia dengan semua makhluk (mu‟amalah ma‟al khalqi).

Selanjutnya Al-Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyimpulkan bahwa hakikat ibadah ialah: “suatu pengertian yang dapat mengumpulkan kesempurnaan cinta, taat dan takut (kepada Allah)” (as-Siddieqy, 1963:24). Pengertian takut (khauf) yang diartikan disini bukanlah sebagaimana takutnya seseorang terhadap harimau, tetapi takut kalau-kalau pengabdiannya kepada Allah (khuduk) yang didasarkan dengan cinta yang sempurna (mahabbah) kepada-Nya itu ditolak dan tidak diterima oleh-Nya.

Manfaat Ibadah Ibadah berfungsi sebagai pupuk yang bisa menumbuh mensuburkan dan mengkatkan benih iman. Allah menghendaki seluruh hamba-Nya secara terus-menerus, hingga  datang kematian, untuk beribadah kepada-Nya adalah semata-mata hanya untuk kepentingan dan kebaikan hidup hamba sendiri. Tidak untuk kepentingan kepada Allah, Dzat yang Maha Sempurna yang sudah menciptakan (Al-Khalik) dan memelihara (Al-Hafidh) alam semesta raya. Yang di antara fungsi-fungsi pokok ibadah untuk  manusia ialah:

1) Menjaga keselamatan akidah, yang paling utama dan penting terkait dengan kedudukan manusia dan Allah, di mana manusia dalam posisi sebagai hamba yang menyembah dan Allah dalam posisi sebagai Tuhan yang disembah.

2) Menjaga supaya hubungan antara manusia dengan Tuhan itu bisa berjalan dengan baik dan selamanya (daiman abadan). Terjaganya hubungan ini mendatangkan kenyamanan pada orang yang melakukan ibadah,

 

Lazimnya, ibadah dipilah menjadi dua macam, adalah ibadah mahdhah (ibadah ritual) dan ibadah ghairu mahdhah (ibadah sosial). Ibadah ritual ialah ibadah yang terdapat di dalam rukun Islam yang meliputi shalat, zakat, puasa, haji, dll. Ibadah sosial adalah perbuatan baik yang biasa dilakukan orang mukallaf dalam rangka menjalankan perintah Allah, seperti berbakti kepada orang tua, menafkahi kepada keluarga, perbuatan baik kepada tetangga, menyantuni fakir-miskin, dan lain-lain. Kedua macam ibadah tersebut itu harus selalu dikerjakan oleh setiap manusia yang mukallaf. Kalau ibadah ritual ada yang wajib dan juga ada yang sunnah maka demikian juga halnya dengan ibadah sosial.

Tidaklah dikatakan orang yang benar-benar baik apabila ia tekun beribadah ritual sementara perlakuan dengan orang lain saja tidak baik. Orang yang sangat berani kepada orang tuanya atau tidak mau menafkahi keluarga yang menjadi tanggungannya maka termasuk orang yang berdosa, demikian pula orang yang menyakiti tetangganya. Sekecil apapun kezaliman yang dilakukan seseorang kepada orang lain akan dimintai pertanggungan jawab.

 

Macam-macam Ibadah dengan segala ragamnya merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah, baik yang berdimensi vertikal (hablun minallah) ataupun horisontal (hablun minannas) oleh para ulama dikelompokkan menjadi dua macam ialah Ibadah Khusus (Ibadah Mahdhah) Yaitu ibadah yang penerapannaya telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Tata cara (kaifiat), syarat dan rukunnya sudah diatur dan ditetapkan oleh agama, dan kita tidak dapat menambah atau menguranginya sedikitpun. Pelanggaran terhadap tatacara penerapan ibadah jenis ini menjadikan penerapan ibadah tersebut tidak sah atau batal. Contoh: salat, zakat, puasa, haji, azan, berdoa, merawat jenazah, i‟tikaf dan masih banyak lagi. Dan kedua Ibadah Umum (Ghair Mahdhah)Ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang jenis dan macamnya tidak ditetapkan, baik oleh al-Quran atau Sunnah Nabi SAW, berupa perbuatan apa saja yang dilaksanakan oleh seseorang yang dibenarkan oleh agama. Ibadah jenis ini selalu diartikan dengan: “Semua perbuatan yang diizinkan oleh Allah (dan Rasul)” (Putusan Tarjih, t.t.:276). Contohnya, bekerja mencari penghidupan yang halal (seperti mengajar, berdagang, bertani dan lain-lain), belajar / kuliah, membantu sesama, silaturrahim dan sebagainya. Dalam ibadah umum (ghairu mahdhah) ini berlaku kaidah ‘Semua dapat dilakukan, kecuali yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya’. Ibadah umum ini akan lebih berkaitan dengan semua kegiatan manusia, yang dalam terminologi ilmu fikih sering dikenal dengan muamalat (artinya: saling berusaha), yang jenisnya tidak dirinci secara detail, satu persatu. Hal ini mengingat, bahwa hubungan antar manusia dalam masyarakat selalu berkembang dari masa ke masa seiring dengan dinamika di dalam masyarakat, sehingga dalam muamalat ini sama Islam cukup ditetapkn prinsip-prinsip dasarnya saja sebagai acuan pelaksanaannya.

 

Syarat Diterimanya Ibadah Semua ibadah, baik khusus (mahdhah) maupun umum (ghairu mahdhah) mempunyai tujuan yang sama, yaitu ridho Allah. Hanya untuk Allah-lah semua ibadah ditujukan, karena cuma Dia-lah yang pantas menerima peribadatan dari semua makhluk yang diciptakannya. supaya semua ibadah yang ditujukan kepada Allah  tersebut benar dan bernilai sebagai amal ibadahnya yang diterima oleh- Nya, disyaratkan memenuhi dua hal sebagai berikut. Dilaksanakan dengan niat yang ikhlas karena Allah semata. Diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal (perbuatan) kecuali amal yang dilakukan secara ikhlas dan ditujukan untuk mendapatkan ridha Allah”. Dari segi bahasa, ikhlas yang artinya bersih atau murni, tidak ada campuran. Ibarat emas yaitu emas tulen yang bersih dari semua macam campuran bahan-bahan lain. Suatu ibadah disebut ikhlas, jika ibadah itu dilakanakan murni hanya kepada Allah semata, tanpa dicampuri dengan maksud-maksud yang selain Allah, seperti hanya ingin dipuji orang lain, ingin dikenal baik, dan sebagainya.

 

Kesimpulannya ialah penting nya mahasiswa wajib mengenal tentang iman, islam dan ihsan untuk menambah ketaqwaan kita kepada Alloh saling memiliki keterkaitan satu sama lain, mari bekali diri kita dengan iman, Islam dan ihsan yang kuat, agar selamat dunia dan akhirat   Shalat Ibadah Utama dan Istimewa Sholat yaitu ibadah yang paling penting bagi orang Islam. Dari sekian macam-macam ibadah mahdhah, shalat adalah inti dari semuanya. Bahkan dibandingkan dengan semua macam ibadah yang lainnya pun, shalat termasuk ibadah yang paling istimewa. Maka dari itu seharusnya setiap muslim dan muslimah menaruh perhatian khusus terhadap ibadah shalat dengan cara rajin dan taat dalam melaksanakannya. Di antara keistimewaan dan kelebihan shalat yaitu Shalat adalah amal perbuatan manusia yang pertama kali akan diperhitungkan (dihisab) oleh Allah, dan semua amal yang lainnya bergantung pada hasil perhitungan shalat yang dilakukannya. Jika shalatnya baik sempurnalah semua amalnya yang lain. Sebaliknya jika shalatnya tidak teratur, menjadi rusaklah semua amalnya yang lain.

 

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *