Thursday, 13 June 2024
above article banner area

PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM Nadiya Solastika Andhini_210151601637

 

 

  1. PERAN WANITA DALAM ISLAM

Peran adalah sebuah hak dan kewajiban seseorang yang harus dilaksanakan sesuai kedudukannya. Peran wanita menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang wanita dalam kondisi tertentu. Adapun peran wanita dalam islam, yaitu:

  1. Peran Wanita Sebagai Istri

Ada sebuah pepatah yang mengatakan yang intinya menjelaskan bahwa dibalik suami yang sukses ada seorang istri yang mendukung dibelakangnya. Istri berperan untuk mendukung suami dalam keadaan apapun. Peran wanita sebagai istri, yaitu a) mampu menempatkan dirinya menjadi ibu dan seorang istri sekaligus; b) menjadi pendukung suami dan memberi motivasi kepada suami untuk senantiasa semangat; c) memahami kedudukan dan tanggung jawab seoarng suami; d) sebagai teman mencurahkan segala isi pikiran baik untuk anak dan suami; e)  menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga.

  1. Peran Wanita Sebagai Ibu

Wanita memiliki kemuliaan menjadi seorang ibu, karena letak surga anak-anaknya ada di telapak kaki seorang ibu. Allah memberikan kemuliaan itu hanya kepada seorang wanita. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.”  (HR. Al- Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447).

Seorang wanita menjadi seseorang yang sangat berpengaruh dalam tumbuhkembang seorang anak. Karena itu, seorang wanita berperan dalam mendidik seorang anak menjadi seseorang yang baik dan bertanggungjawab atas dirinya. Namun, dalam hal mendidik ini seorang suami juga memiliki peran dalam mendidik anak. Ibu menjadi tempat belajar pertama (madrasatul ula) bagi seorang anak. Baik buruknya tingkah laku seorang anak tergantung bagaimana cara mendidiknya.

  1. Peran Wanita Sebagai Anggota Masyarakat

Wanita tidak hanya berperan dalam rumah tangga atau keluarga saja, namun wanita juga memiliki peran menjadi anggota masyarakat. Apabila seorang wanita memiliki ilmu agama yang cukup maka wajib baginya untuk mensyiarakan atau mendakwahkan kepada wanita lainnya.  Dan apabila seorang wanita tersebut memiliki kemampuan dalam bidang tertentu, maka wajib baginya untuk ikut berperan dalam bidang tersebut. Namun untuk berperan dalam bidang tersbut tentunya ada batasan tersentu dan sudah memenuhi kewajibannya menjadi ibu rumah tangga.

Di zaman sekarang ini kesetaraan gender sudah hamper merata. Allah memerintahkan dengan tegas kepada makhluknya untuk berbuat adil dalam

 

berbagai bidang. Laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan menurut pandangan islam, yaitu sebagai umat dan makhluknya Allah SWT. Dalam islam laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama, yaitu: a) tanggung jawabnya dalam melakukan segala sesuatu; b) memilki hak  dan  kewajiban  yang  sama  sebagai warga  negara,  masyarakat,  dan sebagai umat muslim.

 

 

  1. B. KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

Adapun ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kedudukan wanita dalam islam, yaitu:

  1. Q.S An-Nisa’ ayat 1

 

 

 

Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

 

  1. Q.S Al-Hujarat ayat 13

 

 

 

Artinya: Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.

 

  1. Q.S An-Najm ayat 45

 

 

 

 

 

Artinya: Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.

 

  1. Q.S Al-Qiyamah ayat 39

 

 

Artinya: Lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.

 

Dari berbagai ayat tersebut telah dijelaskan bahwa wanita memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Perempuan menjadi seorang partner hidup bagi laki-laki. Karena semua makhluk diciptakan untuk berpasang-pasangan. Islam memuliakan harkat dan martabat seorang wanita, bahkan derajatnya tidak dibwah seorang laki-laki.

 

Wanita memiliki kedudukan dalam islam, antara lain:

 

  1. Kedudukan Wanita Sebagai Seorang Anak

Allah SWT memberi anugerah seorang anak kepada orang tua. Anak yang telah di titipkan oleh Allah harus dijaga dengan sebaik mungkin jangan disia-siakan. Telah dijelaskan dalam Q.S Asy-Syura ayat 49-50

 

 

Artinya: Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

 

Q.S An-Nahl ayat 58-59

 

 

Artinya: Jika salah seorang diantara mereka diberi kabar tentang kelahiran anak perempuannya maka mukanya menjadi hitam dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan berita buruk yang sampai kepadanya. Apakah ia akan memelihara anak perempuannya dengan menanggung kehinaan ataukah ia akan menguburnya hidup-hidup di dalam tanah? Alangkah jelek apa yang mereka tetapkan.

 

  1. Kedudukan Wanita yang Sudah Dewasa dalam Menentukan Pilihan

Saat seseorang sudah deasa maka akan ditentukan oleh berbagai pilihan untuk memilih  baik  itu  pekerjaan  maupun  pasangan.  Perempuan  berhak  memilih

 

pasangan untuk dijadikan pendamping hidupnya kelak yang akan memebwanya ke surga bersama pasangannya. Disaat seorang wanita sudah cukup usianya maka wajib bagi orang tuanya untuk memberikan jodoh yang terbaik untuk anaknya. Laki-laki yang dipilihkan harus laki-laki yang sholeh akhlaknya, karena lelaki yang sholeh akan membwanya wanitanya menuju ke jalan yang baik dan membimbing untuk ke surga bersama nantinya.

 

 

  1. Kedudukan Wanita Sebagai Istri

Istri memiliki kedudukan untuk menghormati pada suami dan patuh terhadap perintah suami. Namun perintah yang harus dilaksanakan itu harus perintah yang baik bukan perintah yang buruk pun teteap diajalnkan. Allah memerintahkan kepada suami untuk menyayangi sang istri dan memeperlakukan istri dengan mulia. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S An-Nisa’ ayat 19

 

Artinya:  Hai  orang-orang  yang  beriman, tidak halal  bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

Maksud dari ayat tersebut adalah para suami diharapkan untuk senatiasa menjada ucapan dan perbuatannya supaya tidak menyakiti hati seorang perempuan, karena pada dasrnya hati perempuan itu lemah dan mudah tersentuh. Suami juga memiliki kewajiban untuk menafkasih keluarganya baik lahir maupun batin serta harus menjaga dan melindungi istri dan keluarganya.

 

  1. Kedudukan Wanita Sebagai Ibu

Kedudukan wanita sebagai ibu sangat mulia, karena ibu yang mengandung, melahirkan, dan mengasuh anaknya hingga besar dan menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Ibu memiliki peran penting untuk mendidik anaknya menjadi anak- anak yang hebat dan sholih sholihah. Kemuliaan wanita menjadi seorang ibu adalah karena surag berda di telapak kaki seorang ibu. Dan Rasulullah pun menyebutkan orang yang mengharuskan kita untuk berbuat baik kepada adalah ibu, dan disebutkan sebaganyak tiga kali. “Wahai Rasulullah siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? Rasulullah menjawab ;

‘Ibumu’, kemudian siapa? ‘Ibumu’, jawab beliau. Kembali orang itu bertanya,

 

kemudian siapa? ‘Ibumu’, kemudian siapa, tanya orang itu lagi, ‘kemudian ayahmu’, jawab beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

  1. Kedudukan Wanita Sebagai Individu

Seorang wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai individu, yaitu untuk menyembah Allah dan menuntut ilmu. Wanita harus berpendidikan supaya bisa mendidik anaknya menjadi anak yang hebat. Pentingnya ilmu itu bagi semua makhluk Allah baik itu wanita maupun pria. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Az-Zumar ayat 9

 

Artinya: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

 

Rasulullah juga menjelaskan bahwa menuntuk ilmu itu tidak hanya untuk laki-laki saja namun perempuan juga wajib untuk menuntut dan mendapatkan ilmu. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bahruddin,     Moh.     Kedudukan     Perempuan     Dalam     Perpesktif     Hukum     Islam. https://media.neliti.com/media/publications/177541-ID-kedudukan-perempuan-

dalam-perspektif-huk.pdf. Diakses pada tanggal 24 Desember 2021 pukul 16:45 WIB. Hanim, Hamidah. 2020. Peranan Wanita dalam Islam dan Feminisme Barat.

Redaksi  Dalam  Islam.  Kedudukan  Wanita  Dalam  Islam.   https://dalamislam.com/info- islami/kedudukan-wanita-dalam-islam. Diakses pada tanggal 24 Desember 2021 pukul

16:50 WIB.

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *