Thursday, 13 June 2024
above article banner area

PERBANDINGAN METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB

 

PERBANDINGAN METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB

METODE

QAWA’ID TARJAMAH

(طريقة القواعد والترجمة)

LANGSUNG

(الطريقة المباشرة)

DENGAR UCAP

(الطريقة السمعية الشفوية)

TUJUAN

* Membaca, menulis dan terjemah

* Menguasai  qawa’id

 

* Berbicara dengan pola fikir bahasa Arab

* Ungkapan-ungkapan atas dasar qawa’id

* Menyimak, berbicara, membaca dan menulis

* Struktur/pola-pola kalimat

MATERI

AJAR

* Teks bahasa tulisan

    Tk. Lanjut: Teks sastrawi

*  Materi qawa’id

* Latihan membaca, menulis dan terjemah

* Teks bahasa lisan : hiwar

* Teks/wacana

* Tidak ada qawa’id secara eksplisit

* Teks bahasa lisan: hiwar  menampilkan  pola kalimat

*  Teks/Wacana menam-pilkan pola kalimat

*  Latihan pola kalimat

TEKNIK

PENGA-JARAN

* Menggunakan bahasa pengantar BI

* Menjelaskan makna mufradat dan kalimat dengan BI (terjemah dsb.)

* Latihan terjemah

* Menganalisa jumlah dari segi qawa’id/i’rab

* Banyak latihan analogi dan deduktif

* Membandingkan BA – BI

* Tidak menggunakan  BI

* Menjelaskan makna mufradat dan kalimat melalui sinonim, antonim, konteks,  situasi, syarhul ma’na

* Memperoleh qawaid melalui mumarasah

* Tanya jawab, menirukan dan  menghafal

* Latihan ta’bir hur sejak awal

* Tidak Membandingkan

*  Digunakan BI pada saat-saat ‘terpaksa’

*  Tadribat/ drill substitusi  tentang pola-pola kalimat melalui peniruan dan pengulangan

*  Digunakan media  : Audio, Audio visual dalam latihan menyimak

* Tidak Membandingkan

EVALUASI

Merujuk kpd tujuan

Merujuk kpd tujuan

Merujuk kpd tujuan

EVALUASI METODE

 

QAWA’ID TARJAMAH

(طريقة القواعد والترجمة)

LANGSUNG

(الطريقة المباشرة)

DENGAR UCAP

(الطريقة السمعية الشفوية)

*   Dapat mengakibatkan  qawa’id sebagai ‘tujuan’, bukan sebagai alat

*  Pembelajaran terpusat

    di dalam kelas

*  Sulit berbahasa lisan

*  Beban guru relatif ringan

*  Cocok untuk kelas besar

*  Dapat membuat siswa mampu membaca dan  menulis dalam waktu

   relatif singkat

*  Tercipta suasana belajar yang real dan hidup.

*  Motivasi belajar tinggi;

*  Ketiadaan bahasa ibu, pembelajaran tidak efisien

*  Siswa tidak memiliki pegangan (qawa’id) untuk berbahasa yang benar.

*  Memerlukan guru yang kreatif, inovatif dan mampu berbahasa lisan;

*  Dapat  mengakibatkan  intervensi BI dalam penggunaan kata-kata atau susunan kalimat.

*  Penguasaan struktur/pola kalimat

* Tadribat/drill dapat mengakibatkan sikap membeo &   generali-sasi salah (تعميم خاطئ)

* Qawaid tidak mendapatkan porsi  yang cukup

* Memerlukan guru yang kreatif, inovatif dst;

 

 

 

 

 

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *