Thursday, 13 June 2024
above article banner area

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Sunnah Dhuha

 

 

Salsa Rahmatul Umami

 

 

210151601880

 

 

Shalat merupakan rukun islam yang kedua yang wajib dilakukan oleh pemeluk agama islam  yaitu  melaksanakan  shalat  setiap  hari dan tidak  boleh  meninggalkannya.  Shalat  yang dikerjakan adalah shalat wajib dan sholat sunnah. Untuk shalat wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim adalah shalat sebanyak lima waktu yaitu Shalat Subuh, Shalat Dhuhur, Shalat Asar, Shalat Magrib dan Shalat Isya. Sebagai umat muslim yang beriman kepada Allat swt. menunaikan ibadah shalat lima waktu setiap hari hukumnya adalah wajib atau fardu ain, bagi semua orang muslim, baik laki – laki dan perempuan wajib melaksanakan shalat selama ia masih hidup.

 

Shalat secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang artinya doa. Sedangkan menurut istilah, shalat yaitu susunan kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan bacaan salam. Hukum sholat fardhu lima waktu yaitu wajib bagi semua orang yang telah dewasa atau baligh serta normal atau tidak gila.

 

Shalat sunnah atau sholat nafilah yaitu shalat yang dianjurkan untuk dilakukan, namun tidak diwajibkan. Maksudnya adalah shalat sunnah yang ditekankan dengan kuat atau hampir mendekati wajib, seperti halnya shalat  sunnah dua hari raya, shalat  sunnah witir dan shalat sunnah thawaf. Seorang muslim tidak akan mendapat dosa jika ia tidak melaksanakan shalat sunnah, tetapi jika ia melaksanakan sholat  sunnah maka memperoleh pahala.  Shalat  sunnah sendiri dibagi menjadi dua, yaitu shalat sunnah muakkad dan shalat sunnah ghairu muakkad. Shalat sunnah muakkad adalah shalat sunnah yang hampir mendekati wajib. Sedangkan shalat sunnah ghairu  muakkad  adalah shalat  sunnah  yang  dianjurkan namun tidak  ada penekanan, seperti shalat sunnah rawatib dan shalat kusuf.

 

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan adalah shalat sunnah dhuha. Shalat  sunnah  dhuha  ialah  shalah  sunnah  yang  dilaksanakan  seorang  muslim ketika  berada diwaktu  dhuha.  Waktu  dhuha  yaitu  ketika  matahari  mulai  naik  atau  sudah terbit  sempurna bulatannya sampai menjelang dhuhur. Shalat sunnah dhuha merupakan shalat satu shalat sunnah

 

muakkad atau sangat dianjurkan. Sebagaimana Nabi Muhammad saw. senantiasa melaksanakannya dan berpesan kepada para sahabat untuk melaksanakan shalat sunnah dhuha. Jumlah rakaat dalam shalat sunnah dhuha yaitu minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat sesuai dengan kemampuan. Apabila shalat sunnah dhuha dikerjakan lebih dari 2 rakaat maka salam yang dilakukan adalah sekali untuk setiap shalat 2 rakaat.

 

Tata  cara  shalat  sunnah  dhuha  umumnya  sama  seperti  melaksanakan  shalat  sunnah lainnya yaitu shalat 2 rakaat dengan 1 salam. Yang membedakan tata cara shalat sunnah dhuha dengan shalat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa serta waktu pelaksanaannya. Selain itu, tata cara shalat dhuha bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Diawali dengan membaca niat shalat sunnah dhuha yaitu Ushallii sunnatadh – dhuhaa rak’ataini lillahi ta’aalaa. Allaahu akbar. Artinya: Saya berniat mengerjakan shalat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala. Selanjutnya takbiratul ihram, membaca doa iftitah, dan membaca surah Al – Fatihah. Ketika rakaat pertama, disunnahkan untuk membaca surah as – Syams dan untuk rakaat kedua membaca surah ad – Dhuhaa. Ada beberapa surah lain yang juga disunnahkan untuk dibaca setelah rakaat selanjutanya seperti surah al – Waqi’ah, surah al – Kafirun, surah al – Quraisy dan surah al – Ikhlas. Dilanjut  dengan rukuk, I’tidal, sujud pertama, iftirasy, sujud kedua, berdiri lalu mengulang seperti rakaat pertama, jika 2 rakaat maka dilanjutkan tasyahud akhir. Kemudian dilanjutkan dengan membaca salam diikuti menengokkan wajah ke kanan saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri saat mengucapkan salam yang kedua.

 

Selesai melaksanakan sholat sunnah dhuha hendaknya berdiam diri terlebih dahulu atau membaca dzikir. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa shalah sunnah dhuha yaitu Allahumma innadh – dhuhaa’a dhuhaa’uka wal – bahaa’a bahaa’uka wal – jamaala jamaaluka wal – quwwata quwwatuka wal – qudrata qudratuka wal – ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis – samaa’i fa anzilhu wa in kaana fil – ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu’siran fa yassirhu wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakas – shaalihiin. Aamiin. Artinya: Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu waktu dhuha – Mu, kecantikan ialah kecantikan – Mu, keindahan itu keindahan – Mu, kekuatan itu kekuatan – Mu, kekuasaan itu kekuasaan – Mu, dan perlindungan itu perlindungan – Mu. Ya

 

Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika  sukar  mudahkanlah,  jika  haram sucikanlah,  jika  masih  jauh  dekatkanlah,  berkat  waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan – Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada Hamba – Hamba-Mu yang shaleh. Kabulkanlah doa kami.

 

Setelah membaca doa shalat  dhuha hendaknya jangan lupa untuk dilanjutkan dengan membaca dzikir, tasbih tahmid dan tahlil serta memohon ampunan atas segala dosa yang pernah dibuat kepada Allah swt. Sebagaimana Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: “Siapa saja yang mengerjakan shalah sunnah dhuha dengan senantiasa, maka akan diampuni dosanya oleh Allah swt, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan”. (HR. At – Tirmidzi).

 

Shalat sunnah dhuha memiliki banyak keutaaman dan manfaat yang begitu besar, seperti halnya tentang masalah rezeki. Biasanya umat muslim melaksanakan shalat sunnah dhuha ini karena mempunyai keinginan agar dilancarkan rezekinya oleh Allah swt. Namun tidak hanya itu, ada beberapa keutamaan lain yang bisa diperoleh dalam melaksanakan shalat sunnah dhuha yang bisa menjadi penolong selama kita hidup di dunia maupun di akhirat nanti.

 

Keutamaan dan manfaat melaksanakan shalat sunnah dhuha yang pertama yaitu diampuni segala dosa yang telah dibuat kepada Allah swt. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak lepas dari dosa serta berbagai masalah, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Walaupun begitu, Allah swt. adalah Tuhan yang Maha Pengampun atas dosa yang dilakukan manusia selama hidupnya. Sebanyak – banyaknya dosa seorang muslim, jika kita mau bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang negatif, maka dosa kita akan diampuni oleh Allah swt. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan agar dosa – dosa kita bisa diampuni oleh Allah swt. salah satunya dengan melaksanakan shalat sunnah dhuha.

 

Semua umat muslim tentunya memiliki keinginan masuk ke surganya Allah swt. Maka dari  itu  banyak  orang  berlomba  –  lomba  melakukan  kebaikan  dan  amalan  shaleh  selama hidupnya agar nanti jika sudah meninggal dunia bisa masuk surga dan mendapat tempat terbaik disisi Allah swt. Barang siapa yang mengerjakan shalat sunnah dhuha sebanyak 12 rakaat maka Allah swt akan membuatkan istana yang megah di surganya kelak di akhirat. Itulah janji Allah swt kepada hambanya yang rutin melaksanakan shalat sunnah dhuha selama hidupnya di dunia. Selain dibuatkan istana yang megah di surga kita juga pasti akan dibukakan pintu surga.

 

Bagi seseorang yang ingin dicukupkan dan dilancarkan dalam mencari rezeki di dunia maka laksanakanlah shalat sunnah dhuha secara rutin. Sebab Allah swt. akan mencukupkan dan melancarkan rezeki seseorang bahkan akan mengalir terus rezekinya disepanjang hari jika ia rutin melaksanakan shalat sunnah dhuha setidaknya empat rakaat diwaktu dhuha. Tidak hanya itu, dengan melaksanakan shalat sunnah dhuha maka seseorang akan terhindar dari sifat lalai karena ia sudah mampu membiasakan shalat sunnah dhuha dikehidupannya.

 

Kita  tahu  bahwa  sedekah  merupakan  amalan  shaleh  yang  disukai  oleh  Allah  swt. meskipun kita tidak mempunyai banyak harta untuk disedekahkan, namun banyak cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan mengerjakan shalat sunnah dhuha. Sebab, melaksanakan shalat sunnah dhuha, kita bisa mendapat pahala sebagaimana ketika bersedekah. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan pahala haji dengan melaksanakan shalat sunnah dhuha meskipun hanya 2 rakaat  saja karena pahala  yang  diperoleh setara dengan pahala orang  –  orang  yang  sedang melakukan haji dan umroh.

 

Nabi Muhammada saw. telah dijamin masuk surga oleh Allah swt, namun Rosulullah saw sebagai  bentuk  ucapan  rasa  syukur  beliau  senantiasa  melaksanakan  shalat  sunnah  dhuha sebanyak empat rakaat setiap hari. Maka dari itu shalat dhuha merupakan sunnah Rasullah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Ketika kita melakukan kesalahan yang fatal dan dosa, maka sebaiknya segera untuk memohon ampunan dengan bertaubat yang sungguh – sungguh. Salah satunya   dengan  shalat   sunnah  dhuha   karena   shalat   dhuha   adalah   bentuk   taubat   yang sesungguhnya karena orang – orang yang menjaga shalat sunnah dhuha adalah shalatnya orang – orang yang bertaubat.

 

Orang yang beruntung adalah orang yang setiap langkahnya di dunia ini selalu diberkahi dan diridhai oleh Allah swt. Keutamaan ini tidak semua orang bisa merasakan. Akan tetapi, seseorang bisa mendapatkannya dengan melaksanakan shalat sunnah dhuha. Sebagaimana ketika seseorang  berwudhu  lalu  ia datang  dan  masuk  ke dalam masjid  untuk  melaksanakan shalat sunnah dhuha, maka ia seakan – akan dekat dengan tujuannya, lebih banyak atau dicukupkan rezekinya dan lebih cepat ia kembalinya. Maka dari itu, siapa saja yang melaksanakan shalat sunnah di masjid maupun di rumah maka ia akan lebih dekat dengan keberuntungannya.

 

Keutamaan lain yang bisa didapatkan dari melaksanakan shalat sunnah dhuha adalah kita bisa dengan mudah memperoleh apa yang kita inginkan. Salah satu keutamaan ini, bagi umat muslim bukanlah sebuah rahasia lagi karena sudah terbukti betapa dahsyatnya manfaat shalat sunnah dhuha yang bisa mempermudah hajat seseorang. Dengan mengerjakan shalat sunnah dhuha, apa yang kita inginkan akan dipermudahkan segala urusannya sebagaimana kehendak dan ketetapan Allah swt  kepada hambanya.  Akan tetapi, dengan  satu syarat  yaitu shalat  sunnah dhuha tersebut benar – benar dilaksanakan karena Allah swt semata. Apabila dilakukan secara ikhlas semata – mata mengharap ridha dan pahala dari Allah swt. maka apapun akan terasa lebih mudah.

 

Dari beberapa keutamaan dan manfaat melaksanakan shalat sunnah dhuha kita sebagai makhluk ciptaan Allah swt. akan semakin sadar betapa dahsyatnya keutamaan yang bisa kita dapat dari melaksanakan shalat sunnah dhuha ini. Melalui shalat sunnah dhuha yang dikerjakan ini bisa membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, kita juga mendapatkan pahala dan ridho Allah swt selama kita hidup di dunia yang nantinya bisa menjadi penolong dan menghantarkan kita ke surganya Allah swt. Maka dari itu mari kita selalu menjaga dan rutin melaksanakan shalat sunnah dhuha disetiap waktu dhuha setidaknya dua hingga empat rakaat.

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *