Thursday, 13 June 2024
above article banner area

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Sunnah Dhuha

 

 

 

 

Sebelum mengenal lebih jauh tentang sholat sunnah dhuha saya akan memberitahu apasih yang dimaksud dengan kata “dhuha”, meskipun tidak dijelaskan dengan rinci paling tidak kita tahu dulu tentang apa yang dimaksud dengan kata “dhuha”.

 

Dalam berbagai kamus bahasa arab kata ‘dhuha’ memiliki beberapa arti, yaitu “apa saja terjadi ketika ada matahari”, ada juga yang mengartikan “ cahaya matahari menjadi basis bagi bumi” , kemudian ada juga yang mengartikan dengan sinar matahari saja.

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘dhuha’ dikaitkan dengan waktu menjelang tengah hari kerang lebih pukul 10.00 . dari penjelasan semua inilah dapat disimpulkan awal dimulainya aktifitas pada saat matahari menampakan wujudnya.

 

 

 

 

  1. Pengertian sholat dhuha

 

Shalat sunnah dhuha adalah shalat yang sunnah dilakukan oleh orang muslim sesudah mengutamakan shalat fardhu terlebuh dahulu, pada waktu pagi hari ketika matahari sedang pada proses naik keatas kurang lebih sekitar pukul 07.00   sampai dengan waktu shalat dzuhur. Dalam fiqih islam bahwa yang dimaksud dengan shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik.

Pelaksanna shalat dhuha ini, minimal yaitu dengan dilaksanakan minimal dua rakaat, boleh lebih empat rakaat, enam rakaat atau delapan rakaat namun tidak boleh kurang dari dua rakaat, dan juga melaksanakanya sama dengan shalat sunah pada umumnya.

 

 

  1. B. Hukum sholat dhuha

 

Shalat dhuha hukumnya yaitu sunnah muakkad atau sangat dianjurkan karena Rasulullah senantiasa mengerjakanya dan berpesan kepada para umatnya untuk mengerjakanya.

 

Tetapi tedapat juga beberapa ulama yang berbeda pendapat mengenai hukum shalat dhuha ini. Ibnul Qoyyim telah mengumpulkan beberapa pendapat mereka.

 

  1. Sebagian ulama berpendapat shalat dhuha itu sunah. Mereka berdalil dengan hasdist pembahasan dalil disyariatkannya shalat dhuha

 

  1. Tidak disyariatkan  shalat  dhuha  kecuali  ada  sebab,  mereka  beralasan  bahwa rasulullah tidak mengerjakan shalat dhuha kecuali karena ada suatu sebab.
  2. Pada dasarnya shalat dhuha tidak disunahkan

 

  1. Ada juga yang bilang kadang dianjurkan untuk dilaksanakan dan juga kadang di sunahkan untuk di tinggalkan.
  2. Shalat dhuha disunahkan namun hendaknya dikerjakan dirumah

 

 

 

 

  1. Waktu Shalat Sunnah Dhuha

 

Membahas tentnag waktu shalat dhuha, waktu shalat dhuha yatitu ketika matahari mulai naik, yaitu setelah selesai dilarangnya shalat shubuh sampai sebelum tergelincirnya matahari. Kira kira sampai matahari mulai naik setinggi kurang lebih 7 hasta atau dari pukul

07.00 sampai masuk waktu shalat dzuhur atau pukul kurang lebih 12.00 . adapun waktu yang paling dianjurkan atau yang paling utama yaitu shalat dhuha pada diakhiri hingga matahari mulai panas menyengat atau bisa juga dikatakan mendekati waktu dzuhur.

 

 

 

 

  1. Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Dhuha

 

jumlah minimal shalat  dhuha adalah dua rakaat bahkan tidak ada batasan yang pasti mengenai maksimal jumlah rakaatnya. Sekurang-kurangnya shalat dhuha ini dua rakaat, boleh empat, rakaat, delapan rakaat, dan duabelas rakaat. Namun terkadang Rasulullah mengerjakannya sebnyak dua rakaat,empat, delapan bahkan sampai lebih. Namun setiap dua rakaat  ditutup dengan salam.

 

 

 

 

  1. E. Niat Dan Cara Melaksanakan Shalat Dhuha

 

Menyinggung tentang niat tentu ini adalah hal yang sangat penting sebelum seseorang melakukan shalat atau aktivitas lainya. Begitu juga dengan melaksanakan shalat dhuha ini, berikut bacaan niat shalat dhuha “ Usholli sunnatad dhuh rok’ataini lillahi ta’ala.” Artinya yaitu “saya niat melakukan shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’alaa”

 

Kemudian untuk cara pelaksanaanya shalat dhuha ini adalah seperti shalat sunnah pada umumnya yang biasa jumlah rakaat minimalnya adalah dua rakaat sedangkan maksimalnya bisa empat, enam, sampai duabelas rakaat. Itu artinya cara ini tidak berbeda dengan shalat

 

sunah yang lainya. Berikut urutan tata cara shalat dhuha sama seperti shalat pada umumnya yaitu:

 

  1. Berdiri menghadap kiblat

 

  1. Membaca niat

 

  1. Takbiratul ihram

 

  1. Membaca doa iftitah

 

  1. Membaca surat al-Fatihah

 

  1. Membaca surat pendek

 

  1. Rukuk

 

  1. I,tidal

 

  1. Sujud

 

  1. Duduk diantara dua sujud

 

  1. Sujud kedua

 

  1. Duduk tasyahhud

 

  1. Salam

 

 

 

 

  1. F. Surat Yang Hendaknya Dibaca Ketika Shalat Sunnah Dhuha

 

Ketika kita menjalankan shalat dhuha ini sudah sering ditekankan bagi kita untuk membaca surat surat yang sudah dijadikan pilihan untuk kita. Di rakaat pertama disunnahkan untuk membaca surat as-Syams kemudian untuk rakaat yang kedua disunnahkan membaca surat ad-Dhuhaa.

 

Selain dua surat diatas juga ada beberapa pilihan surat lain dalam al-Qur’an yang juga disunnahkan untuk dibacanya setelah rakaat berikutnya jika shalatnya melebihi minimal dua rakaat yaitu: surat al-Waqi’ah, surat al-Kafirun, surat al-Quraisy, dan juga surat al- Ikhlas.

 

Jika kita telusuri lebih lanjut surat surat diatas ada hubunganya dengan waktu shalat dhuha tersebut, seperti:

 

  1. Semangat terus dan tetap bersyukur

 

  1. Mengingat dan mengetahui kebesaran, keagungan Allah SWT lewat ciptaanya

 

  1. Memperkuat tauhid dalam diri kita

 

  1. Mengingatkan manusia kita pada akhirnya akan kembali pada-Nya

 

  1. Mengajarkan kita untuk slalu ingat dan menggunakan waktu sebaik baiknya. Dan lain lainya

 

Ada juga doa nya sendiri setelah menjalankan shalat dhuha dan alangkah baiknya kita mengiringinya dengan dzikir  atau dengan doa-doa lainya.

 

 

 

 

  1. G. Keutamaan Melaksanakan Shalat Sunnah Dhuha

 

Membahas tentang keutamaan shalat sunnah dhuha, banyak sekali keutamaan shalat dhuha ini. Banyak hadist- hadist nabi yang menjelaskan tentang keutamaan shalat dhuha ini. Pertama yaitu mengganti sedekah atas tiap ruas tulang yang berada dalam diri kita sendiri, seperti yang disebutkan oleh salah satu hadist bahwa jumlah ruas yang ada dalam diri manusia adalah berjumlah 360 ruas tulang.

 

Kedua, shalat dhuha bisa juga mengganti atas bacaan dzikir, tasbih, tahmid, takbir, maupun bacaan tahlil kita, ataupun memerintah untuk berbuat hal baik dan larangan untuk berbuat buruk dimana kita lupa atau lalai untuk mengerjakanya. Ketiga, akan dicukupkan atau dimudahkan segala urusanya oleh Allah Swt. hingga sampai dengan berakhirnya waktu siang yaitu sampai sore hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama  : Deo Fernanda Saputra

 

NIM    : 210512520013

 

 

OFFR  : E 9

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *