Home / Keluarga / Stimulasi Sel-Sel Otak Melalui Permainan

Stimulasi Sel-Sel Otak Melalui Permainan

Sel-sel saraf di dalam otak balita, sudah mulai aktif sejak dia masih janin berusia 12 minggu. Yakni, mengirim dan menerima informasi atau data di dalam otak, yang bisa diibaratkan sebagai jaringan telepon. Sel-sel saraf yang letaknya berdekatan akan saling berhubungan alias saling ‘menelpon’ secara otomatis.

Kegiatan saling ‘menelpon’ yang rutin dilakukan antara sel-sel saraf inilah, menurut Carla Schatz, seorang ahli neuro biologi dari University of California, Amerika Serikat, yang memungkinkan otak balita berkembang secara sinkron.

Aktif lewat bermain. Setiap aktivitas yang dilakukan balita, langsung maupun tidak langsung, sebenarnya merupakan ‘data’ yang dikirim dan diterima oleh otak. Menurut dr. Dwiputro Widodo, SpAK (K), MMed, spesialis anak bagian saraf dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, “Semua gerakan yang dilakukan anak sebenarnya merupakan proses penerimaan rangsang atau ‘data’ oleh saraf sensorik yang diterima otak, kemudian diolah dan dikirimkan ke sel-sel saraf tubuh sehingga menjadi suatu gerak motorik. Proses ini terjadi secara berulang-ulang.”

Nah, aktivitas melatih ‘benih’ berbagai kemampuan yang ada melalui aneka kegiatan bermain yang merangsang terjadinya proses pengiriman dan penerimaan ‘data’ oleh sel-sel saraf ini, merupakan dasar dari apa yang dikenal sebagai brain games. Banyak aktivitas bermain balita yang dapat merangsang sel-sel sarafnya.

Harus kontinyu. Sel-sel saraf (neuron) di dalam otak, merupakan suatu jaringan sel yang berfungsi sebagai ‘kabel telepon’ yang secara teratur akan saling mengirimkan gelombang elektronik berupa sinyal atau ‘pesan’. Aktivitas listrik yang terjadi secara berulang-ulang atau kontinyu pada sel-sel otak si kecil inilah yang akan mampu mengubah struktur fisik otak secara luar biasa, sehingga menghasilkan kemampuan-kemampuan baru sebagai proses perkembangan fungsi otak. Semakin sering otak menerima ‘data’, semakin sering pula suatu kemampuan diasah, sehingga mencapai tahap ‘mahir’ atau piawai!

Ketika balita berusia 3 tahun, otaknya telah membentuk sekitar 1.000 trilyun jaringan. Kemudian, mulai usia 11 tahun, otak balita akan memangkas jaringan yang tidak diperlukan untuk selanjutnya membentuk jaringan yang lebih teratur untuk menghasilkan kemampuan yang menjadi ‘bekal’ hidupnya.

www.ayahbunda.co.id

 

About Moch Wahib Dariyadi

Saya adalah Bloger asal Malang yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan IT, Design dan juga Pendidikan. Berupaya untuk selalu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama.

Check Also

Cara Agar Cepat Hamil

7 Langkah Agar Cepat Hamil – Anda tidak akan dapat hamil bila tidak memproduksi sel ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *