Thursday, 13 June 2024
above article banner area

WUDHU

Nama : yahya khozin robbani                                                            Jumát, 24 Desember 2021

NIM   : 210514619232 (2021)

 

WUDHU

Berwudhu yang sebagian kita tau yaitu bersuci dengan air mengalir mengenai bagian muka ,mengusap daerah kedua tangan , kepala serta yang terakhir yaitu kedua kaki.

Wudhu itu mempunyai rukun dan fardhunya, dan jikalau salah satu ketinggalan maka wudhu kita tidak sah menurut pandangan agama.

Fardhu pertama adalah Niat, yaitu kemauan yang tertuju pada perbuatan untuk mengharap keridhoan ALLAH SWT dan mematuhi peraturannya.

Yang kedua adalah membasuh dan mengusap muka satu kali, yaitu membasuh atau mengalirkan air pada bagian muka.

Yang ketiga adalah membasuh kedua tangan sampai siku, yaitu membasuh ujung tangan hingga engsel yang menghubungkan tangan dengan lengan.

Yang keempat adalah mengusap bagian tangan yang basah disebagian kepala.

Yang kelima adalah membasuh dan menggosok kedua kaki juga kedua mata kaki.

Yang keenam adalah tertib dan berurutan.

 

Adapun sunah-sunah wudhu antara lain perbuatan ataupun ucapan yang terus-menerus dilakukan oleh nabi muhammad saw.

Sunah pertama adalah memulai dengan basmallah, secara keseluruhan membaca basmallah bisa menambah kekuatan yang menunjukkan bahwa kita bukan tidak berdasar. Selain itu membaca bamallah itu sendiri baik, dan umumnya disyariátkan.

Sunah ke-2 adalah bersiwak kayu atau menggosok gigi. Siwak yaitu kayu yang biasa dipakai untuk menggosok gigi biasanya terbuat dari pohon kayu arak yang berasal dari daerah hejaz, karena diantara khasiat siwak bisa menguatkan gusi dan menghindari penyakit gigi, menguatkan pencernaan dan melancarkan buang air kecil dan juga menghilangkan kuning gigi.

Diterima dari abu Hurairah r.a.:

“bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “kalau tidaklah akan memberatkan umatku, tentulah kusuruh mereka menggosok gigi setiap berwudhu.”

(H.r. Malik, Syafií, Baihaqi dan Hakim).

Mengosok gigi itu disunahkan

  1. ketika berwudhu
  2. ketika hendak sholat
  3. ketika hendak membaca al-qurán
  4. ketika bangun tidur
  5. ketika mulut terasa berbau.

 

Ámir bin Rabiáh r.a berkata:

 

“saya lihat rasulullah saw. Tidak terhitung kali menggosok gigi sewaktu ia puasa.”

(H.r. Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi).

 

Sunah ke-3 adalah membasuh bagian telapak tangan sebelum memulai wudhu.

 

Sunah ke-4 adalah memasukkan air ke mulut lalu berkumur diulangi tiga kali.

 

Laqith bin Shabrah r.a.:

 

“bahwa nabi saw. Telah bersabda : “jika kamu berwudhu, hendaklah berkumur-kumur.”           (H.r. Abu Daud dan Baihaqi).

 

Sunah ke-5 adalah memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkannya sebanyak tiga kali. Menurut sunnah hendaknya istinsyak atau memasukan air itu dengan tangan kanan dan mengeluarkan air dengan tangan kiri.

 

Abu Hurairah r.a.:

 

“bahwa nabi saw. Telah bersabda: “bila seorang diantaramu berwudhu, hendaknya dimasukkannya air ke dalam hidungnya kemudian dikeluarkannya!”

(H.r. Bukhari dan Muslim serta Abu Daud).

 

Sunah ke-6 adalah membasuh dan mengusap menyilangi bulu jenggot.

Sunah ke-7 adalah menyilang-nyilangi anak-anak jari.

Sunah ke-8 adalah membasuh tiga-tiga kali.

Dari Utsman r.a. :

“bahwa nabi saw. Berwudhu tiga-tiga kali.”

(H.r. Ahmad, Muslim dan Turmudzi).

 

Sunah ke-9 adalah tayamun, artinya membasuh yang kanan dari yang kiri, dari kedua tangan maupun kaki.

Dari Abu Hurairah r.a :

“jika kamu mengenakan pakaian atau berwudhu, mulailah dengan yang sebelah kanan.”

(H.r. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Nasaí).

Sunah ke-10 adalah menggosok bagian tubuh yang terkena air bersamaan ketika berwudhu.

Sunah ke-11 adalah muwalat, artinya membasuh bagian tubuh yang terkena wudhu secara berurutan.

Sunah ke-12 adalah menyapu kedua telinga memakai air untuk kepala mengunakan kedua telunjuk untuk bagian dalam serta bagian luar menggunakan kedua ibu jari.

Sunah ke-13 adalah memanjangkan cahaya.

Sunah ke-14 adalah tidak boros dan sederhana ketika mengunakan air walau berwudhu dengan air laut sekalipun.

Sunah ke-15 adalah berdoá sementara berwudhu.

Sunah ke-16 adalah berdoá setelah selesai berwudhu.

Sunah ke-17 adalah sholat dua rakaat setelah wudhu.

 

Adapun yang membatalkan wudhu yaitu :

  1. apa saja yang keluar dari qubul dan dubur.
  • kencing
  • buang air besar
  • angin dubur
  • mani
  • madzi
  • wadi

 

  1. hilang kesadaran karena tidur nyenyak tanpa tetapnya pinggul di atas lantai.

 

  1. Hilang akal
  • pingsan
  • gila
  • karena obat atau mabuk
  • biar banyak atau sedikit

 

  1. menyentuh kemaluan tanpa ada pembatas

 

adapun hal – hal yang disangka membatalkan wudhu padahal tidak membatalkan wudhu antara lain

  1. menyentuh perempuan yang sudah halal tanpa ada pembatas.

 

  1. keluar darah dari jalan yang tidak lazim, baik disebabkan luka berbekam, atau darah hidung

 

  1. muntah, walaupun sepenuh mulut pun tidak ada hadist manapun yang bisa dijadikan alasan bisa membatalkannya.

 

  1. Memakan daging hewan unta. Ini merupakan pendapat khalifah yang berempat dan kebanyakan sahabat serta tabiín.

 

  1. Kebimbangan orang yang telah berwudhu mengenai hadats.

Jika kita bimbang walaupun sudah berwudhu, maka kebimbangan itu tidak jadi masalah dan wudhu kita tidak batal, baik kita sedang sholat maupun diluarnya sampai kita yakin betul-betul telah berwudhu.

 

  1. Tertawa terbahak-bahak ketika sholat tidaklah membatalkan wudhu.

 

  1. Memandikan mayat tidaklah membatalkan wudhu karena lemahnya dalil yang ada.

 

 

Hal – hal yang wajib melakukannya dengan berwudhu

 

  • Pertama adalah sholat apapun, baik fardhu atau sunah termasuk juga sholat jenazah

 

  • Kedua adalah thawaf di baitullah

 

  • Ketiga adalah menyentuh mush-haf

 

Hal – hal yang disunahkan untuk berwudhu

  • Jika kita akan berdzikir dan juga menyebut nama Allah

 

  • Pada saat kita akan tidur

 

  • Bagi orang junub, ketika akan makan, minum atau melanjutkan senggama

 

  • Pada saat akan mandi baik itu mandi wajib maupun mandi sunah

 

  • Setelah memakan makanan yang dimasak oleh api
  • Memperbarui wudhu ketika hendak sholat

 

Beberapa catatan tentang berwudhu

 

  • Mengucapkan kata yang tidak terlarang saat berwudhu diperbolehkan, karena tidak ada dalam sunnah yang melarangnya

 

  • Berdoa selain yang disebutkan dalam sunah-sunah ketika berwudhu itu batal dan tidak beralasan

 

  • Bilamana kita bimbang tentang beberapa kali telah kita basuh, maka diambil yang kita yakini paling kecil.

 

  • Jika ada benda yang menempel seperti lilin saat kita wudhu maka itu batal, tetapi jika hanya warna saja dan tidak menghalangi air ke kulit maka diperbolehan.

 

  • Berwudhu dengan bantuan orang lain dibolehkan

 

  • Mengeringkan air wudhu dengan handuk dan lainnya diperbolehkan walaupun musim panas atau dingin.

 

below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *