HYPNOSIS – THE ART COMMINICATION
Hipnosis adalah salah satu metode atau cara yang efektif untuk memunculkan atau mengeluarkan pontensi yang tersembunyi didalam diri seseorang saat ini hipnosis sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga sanggat banyak orang mengunakan untuk mengatasi persoalan – persolan yang dihadapai oleh individu misalnya mengatasi ketakuatan atau kecemasan berbicara didepan umum, membentuk seseotang lebih percaya diri, menyelesaikan permasalahan psikolgis, digunakan untuk transaksi penjulan barang atau menigkatkankan penjulan yang sering disebut dengan hipnoseiling, hipnosexsual, dan masih banyak lagi.
Pengembangan hypnosis diatas secara umum sering disebut dengan hipnoterapy, disini saya akan lebih banyak menjelaskan tentang hiponosis karena hipnosis adalah dasar dari hipnoterapy, forensic hipnosis , satge hipnosis , metaphysical hiponosis.
Apa itu hipnosis? Kata hipnosis dalam bahasa inggris adalah hypnosis atau hypnotism menurut kamus Encarta memiliki makna:
- suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang
- tehnik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk kedalam kondisi hipnosis
beberapa defenisi yang lain mengatakan
- hipnisis adalah suatu kondisi dimana perhatian menjadi sanggat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meninggkat sanggat tinggi
- hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tinggkat kesadarannya yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak
- hipnosis adalah seni ekplorasi alam bawah sadar
- hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat
- hipnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti
istilah untuk orang dalam kondisi hipnosis
ada bebearapa istilah yang biasa digunakan yaitu
- Subjek
Adalah orang yang digunakan dalam eksperimen ilmiah yang mengukan hipnosis
- Klien
Klien adalah orang yang ingin memperbaiki hidupnya dengan mengunakan hipnosis dalam aplikasi non- medis atau meminta bantuan seseorang hipnoterapis profesional untuk mengunakan hipnosis dalam aplikasi medis seperti dalam mengendalikan rasa sakit.
- Pasien
Pasien yang mengalami hipnosis adalah orang yang :
- Mengalami aplikasi medis dari hipnosis dalam sebuah rumah sakit
- Pasien dari klinik gigi yang dihipnosis baik oleh dokter gigi atau seorang hipnoterapis
- Pasien dari dokter yang memiliki kualifikasi mengunakan hipnosis sebagai dari terapi yang dilakukan
- Partisipan
Partisipan adalah orang yang mengalami aplikasi hipnosis, yang bersifat non-medis, yang dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok orang pada waktu bersamaan misalnya hipnosis yang dilakukan terhadap peserta seminar manajemen stres atau terhadap orang yang ingin merasakan hipnosis, atau dalam pertunjukkan ( stage hypnosis)
SEJARAH HIPNOSIS
Hipnosis telah ada sejak awal kehidupan manusia, pada zaman dulu bahkan sampai sekarang hipnosis selalu dihubungkan dengan ritual keagmaan dan kepercayaan, kekuatan magis, supranatural, dan klenik. Bangsa mesir dan yunani kuno mempunyai pusat-pusat mimpi yang berfungsi sebagai tempat-tempat untuk berpuasa, berdoa dan memohon agar mimpi mereka dapat diterjemahkan untuk dapat membantu menyelesaikan masalah dan memberikan panduan hidup, kemungkina besar saat mereka berada dipusat mimpi, mimpi yang mereka alami adalah mimpi yang muncul setelah mereka dihipnosis.
Hingga saat ini, para hindi healer masih melakukan berbagai tehnik penyembuhan yang berasal dari zaman kuno yang mengunakan unsur hipnosis.
- Franz Anton Mesmer (1735-1815)
Penelitian secara ilmiah diawalai oleh mesmer, mesmer adalah seoarang dokter dari Wina yang mengunakan suatu tehnik suatu pengobatan tertentu terhapa pasien jiwa, tehnik ini kemudian dikenal dengan tejnik mesmer, praktek terapi sugesti yang mesmer lakukan mengunakan apa yang dia namakan sebagai “sifat alamiah megnetisme hewani” .
Dari berbagai terapi yang dilakukan, mesmer akhirnya menyimpulkan bahwa semua orang mempunyai megnetisme dengan kadar yang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang kuat dan ada yang lebih lemah.
- John Elliotson (1791-1868)
Pakar selanjutnya yang berpengaruh adalah seorang dokter dari inggris Elliotson, dia seoarang assisten dokter di St. Thomas Hospital dan profesor di Univesirtas College di London, Elliotson sangat intyensif mengun akan mesmer dan sangat berhasil, khusunya dalam pengenendalian rasa sakit dan operasi, tapi setelah ditemukan zat kimia yang mempunyai efek anestetis yang dapat membuat mati rasa pada organ tubuh mesmerisme tidak lagi digunakan .
- Milton H. Ericson (1901-1980)
Ericson dipandang dipandang hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif dan inovatif, kehebatan, Ericson didunia praktik psikoterapi setara dengan Freud di dunia teori prilaku manusia. Ericson menjalni hidup yang unik dengan keterbatasan yang ia alami muali dari buta warna, agak tuli, dan dislexsia. Ia juga mederita sakit polio sebanyak dua kali, dalam upaya merehabilitasi dirinya dia mengalami fenomena hipnosis klasik dan mengerti bagaimana manfaat fenomena tersebut untuk tujuan terapi, sumbangan paling berharga yang dilakukan ericson pada dunia hipnosis adalah pengembangan tehnik sugesti tidak lansung dan non –m authoritarium.
TEORI HIPNOSIS
Para ahli telah memperdebatkan tentang pengertian hipnosis dan bagai mana cara kerjanya sejak akhir 1700-an . Pavlov, yang tekun dengan karyanya tentang reflek yang terkondisikan barpendapat bahwa hipnosis adalah salah satu bentuk tidur yang karenanya istilah yang digunakan berasal dari kata tersebut, teorinya sebagian besar disanggah oleh:
- berbagai studi kejiwaan yang menunjukkan perbedaan antara EEG pada waktu tidur dan pada waktu dihipnosis
- domontrasi tentang hipnosis dalam keadaan terjaga, sekalipun demikian, hubungan antara hipnosis dan releksasi masih teteap penting.
Seorang psikoanalis mengemukakan bahwa hipnosis adalah keadaan regeresi sbagian diman subjek kekurangan kendfali yang ada didalam kesadaran yang nyata dan karenanya bertindak secara imfulsif dan terlibat dalam pembuatan fantasi. Suatu teori yang berdasarkan sifat kejadian banyak perilaku hipnosis menekankan melakukan diluar kemampauan (Involumtary role enactman) sebagai respon tuntutan sosial. Teori ini tidak bermaksud menyatakan bahwa subjek menerapkan supaya yang sengaja untuk membohongi ahli hipnosis; teori ini berasumsi bahwa subjek sangat terlibat dalam suatu peran sehingga tindakan terjadi tanpa disadari.
Teoritikus yang lain berangapan bahwa hipnosis adalah fantasi yang terarah kesatu tujuan (goal-directed fantasy). Dengan seorang kolaboarator, dia mengembangkan suatu skala pengukuran berdasarkan dengan konsep ini yang dikenal sebgai Skala Imajinasi Kreatif (Creative imagination Scale). Teori yang serupa dengan tafsiran pada abad 19, dikemukakan oleg Pierre Jane, mengangap hipnosis sebgai gejala dissosiatif (dissosciative phenomena), dimana beberapa aspek fungsi mental terpisah dari aspek yang lain. Bentuk teori ini yang sudah dimodifikasi dan yang disebut teory dissosiasi baru (neo-dissociation theory) . (Hilgard, 1977) mengmukakan bahwa dalam pengaruh hipnosis terjadi semacam pemisahan kesadaran. Persaingan dan perdebatan berbagai teori hipnosis lebih seru pada kira-kira satu dekade yang lalu dibandingkan dengan saat ini. Dengan fakta dan hubungan yang lebih dimengerti poada tingkatan empirik, perdebatan antara keterangan ynag ada menjadi tidak begitu penting, setiap teori memfkuskan perhatiannya pada ciri penting hipnosis, dan karena data baru sudah ada, perbedaan sudah dapat teratasi
TUJUAN DARI PELATIHAN
- Tujuan utama dari prlatihan ini adalah untuk melatih kemapuan dalam seni berkomunikasi yang baik baik secara verbal dan non verbal , melatih untuk berintraksi dengan lebih percaya diri, pada tingkatan selanjutnya mampu menjadi seorang hipnoterapis yang dapat melakukan problem solving bagi klienya dan masih banyak yang lainya .
- Pemahaman terhadap konsep dasar dari hipnosis
- Pemahaman Suggestivity Test dan Training terhdap klien
- Pemahman prosedur cara melakukan hipnosis kepada klien
- Pemahaman Self hipnosis dan Auto Hipnosis
- Pemhaman terhadap perbedaan antara Western hipnosis dan Traditional hipnosis
- Pemahaman terhadap perbedaan antara hypnoterapi dan stage hipnosis
Sistem yang digunakan dalam pelatihan ini adalah western hipnosis, khususnya metodologi hypnosis yamng mengacu kepada kemampuan komunikasi Verbal dan Non verbal dan sistem yang dipergunakan adalah bebas dari unsur Magic, mistik dan Esoterik. Oleh karena itu dalam pelatihan ini tidak terdapat proses : Attuemen, Initiation, Shaktipat, Abhiseka, Pengisian, Penyelarasan , atau istilah lainya yang mengandung kemiripan arti, dan tidak diajarkan ritual-ritual mistik ( termasuk doa dan mantra )
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan. W. Adi. Meraih sukses dengan kekuatan pikiran. 2005. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Nurinrda Yan. Worskhop Instructur,Pelatihan hypnosis,Stage hypnosis. 2006. Yan Nurindra – Scool of Hypnotism.Jakarta
Atkinson ,C, R.Atkinson,L,R.Hilgard,R,E. Pengantar Psikologi. 1997. Penerbit Erlanga . Jakarta.
Arabiyatuna Arabiyatuna
