Tuesday, 1 September 2026
above article banner area

Lingkungan Generasi Muda

Lingkungan Generasi Muda

Generasi muda yang termasuk sebagai makluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan juga memerlukan bantuan orang lain, pasti akan menjalin kerjasama dengan orang lain atau lingkungan di luar dirinya, misalnya lingkungan keluarga, yakni orang tua, saudara, kerabat serumah atau yang jauh, dan juga lingkungan masyarakat disekitarnya.

Adapun lingkungan generasi muda menurut Tri Pusat Pendidikan, yaitu :

     a.    Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam sebuah masyarakat, keluarga sebagai suatu kesatuan atau kelompok yang mana seluruh anggotanya mengabdikan diri pada kepentikan serta tujuan dari kelompok tersebut, sebuah keluarga beraggotakan dari ayah, ibu dan anak mereka sebagai hasil dari kasih mereka yang telah terbina.

Dalam keluarga terbentuklah suatu ikatan yang erat antar batin seorang manusia, dari hasil sukarela dan cinta kasih antara suami dan istri yang kemudian lahirlah anak sebagai generasi penerus dari keluarga tersebut, di keluarga inilah pertama kali pendidikan dilakukan sebagai dasar untuk memperoleh pedoman dalam hidup, khususnya mengenai keimanan. Dalam keluarga merupakan pendidikan informal yang dilakukan dengan tujuan memberikan pendidikan serta menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang luhur dari orang tua, dengan suasana yang hangat dan mesra dalam keluarga akan berlangsung sebuah pendidikan, bukan pengajaran.

Peran orang tua dalam keluarga tidak dapat diwakilkan, karena orang tualah yang kelak menjadikan anak-anaknya sesuai apa yang mereka harapkan, orang tua seharusnya memberikan pendidikan serta menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya meliputi pendidikan aqidah, ibadah, dan akhlak. Pendidikan agama harus diberikan sejak dini sebelum mereka terpengaruh oleh pendidikan orang lain.

Jika kita memandang pendidikan keluarga selama ini memang lebih terfokus pada pertumbuhan fisik atau jasmani saja, dimana orang tua berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya agar tidak kekurangan, sampai-sampai jalan yang ditempuh untuk mencukupi kebutuhan keluarganya kadang menyimpang dari jalur agama, pendidikan keluarga tidak terfokus pada pertumbuhan dan peningkatan gizi dan segi fisik saja, akan tetapi yang terpenting adalah pertumbuhan dan peningkatan potensi positif seorang anak agar menjadi manusia dengan tingkat kualitas yang setinggi-tingginya, orang tua memang berkuasa untuk membuat anaknya baik, sebab potensi kebaikan sebenarnya justru sudah ada pada si anak, tetapi juga orang tua berkewajiban memberikan jalan dan arahan yang positif untuk kemajuan dan mengembangkannya.sebagai mana dalam sebuah hadits Nabi :

كل مولود يولد على الفطرة فابواه يهودانه او ينصرانه او يمجسانه (رواه مسلم)

 

Artinya :’  Dari Abu Hurairah ia berkata, Bersabda Rosulullah SAW : Setiap bayi dilahirkan dalam keadaam suci, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, nasrani, atau majusi (H.R Muslim).32

Dari uraian di atas jelas betapa pentingnya peran orang tua terhadap anaknya dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, sebagaimana ungkapan ahli jiwa pada umumnya yang berpendapat bahwa ‘situasi keluaraga mempunyai pengaruh yang mendalam terhadap kejiwaan bagi seorang anak, terutama yang masih berada pada lingkungan keluarganya’. Begitu juga menurut Fremen dan Showel mengungkapkan ‘keluarga adalah tempat yang paling berpengaruh terhadap pendidikan rasa sosial anak, dengan melalui hubungan keluarga terutama hubungan dengan orang tuanya, anak akan mulai belajar menyesuaikan diri dengan orang lain’. Ditempat inilah orang tua berfungsi dalam memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sang anak dalam mempersiapkan diri untuk menempuh kehidupan selanjutnya.33 Untuk itu lingkungan keluarga harus didesain sedemikian rupa dengan menciptakan keluaraga yang harmonis dengan penuh keramah-tamahan, kedamaian, kenyamanan serta komunikasi yang baik, dan sedemikian mungkin diupayakan untuk menghindari ketegangan dalam konflik keluarga. Metode pendidikan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap anak-anaknya, apakah orang tua dalam mendidik anaknya secara demokratis(adil), otoriter ( sesuai dengan kehendak orang tua ), atau dengan cara yang bebas.

 

b.  Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mengantarkan anak didiknya sesuai dengan tujuan yang diinginkan, sekolah merupakan lembaga dalam membina generasi muda dalam menghadapi masa depannya, dan hendaknya sekolah dapat memberikan dorongan kepada generasi muda agar mampu berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga dapat berguna bagi bangsa dan Negara.34

Sekolah sebagai sarana pendidikan bagi anak yang paling tepat, karena tidak semua tugas orang tua dalam mendidik serta membina anak dapat dilakukan sepenuhnya oleh masing-masing orang tua dari sang anak, maka dari itu sekolah sebagai lembaga formal yang berfungsi sebagai membina dan mendidik anak dapat berfungsi membantu para orang tua dalam mendidik serta membina anak-anak mereka, di samping itu juga sekolah juga dapat sebagai sarana atau jembatan bagi anak untuk berinteraksi dengan kehidupan masyarakat.

Lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang plural, terdiri dari anak didik yang beraneka ragam watak dan karakternya, di tempat inilah mereka bergaul dan bermain yang menyebabkan bertambahnya wawasan pengalaman dari si anak, pergaulan dengan sesama teman tidak selalu membawa kebaikan apabila berbuat seenaknya, dalam arti ia bergaul dalam rangka mengisi kekosongan waktu untuk bermain, bukan semata untuk belajar atau yang lainnya.

Kekeliruan yang selama ini adalah ketika orang tua menyerahkan si anak pada lembaga sekolah berarti tanggung jawab ada sepenuhnya pada pihak sekolah, anggapan ini kurang tepat, karena hal ini dapat menyebabkan ketegangan antara sekolah dan orang tua, terlebih jika si anak nilainya jelek atau prilakunya urakan. Maka sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berusaha untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang tidak bisa dilaksanakan oleh orang tua, seperti ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

c.   Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan bagian dari suatu Negara, dan generasi muda termasuk bagian dari masyarakat, dari lingkungan masyarakat inilah biasanya terjadi permasalahan yang lebih kompleks dari sekolah atau keluarga, mau atau tidak mau generasi muda harus masuk dalam lingkungan masyarakat, otomatis harus mengikuti aturan dan norma yang ada di masyarakat tersebut. Dan begitu pula generasi muda dituntut untuk ikut serta dalam membangun lingkungan masyarakat.

Dalam lingkungan masyarakat sangat menentukan dalam upaya pembentukan watak dan karakter dari generasi muda tersebut, lingkungan yang sehat dan mendukung generasi muda tersebut turut menjadi sehat, begitu juga sebaliknya, dalam menunjukkan jati dirinya ditengah masyarakat tidak boleh diremehkan perannya sekalipun oleh orang tua, dalam masyarakat itu sendiri semua pihak harus turut serta berpartisipasi dalam membangun lingkungan.

Ironisnya permasalahan yang ada ditengah masyarakat sekarang ini hampir tidak dihiraukan oleh masyarakat itu sendiri, misalnya karang taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda sudah banyak yang mati. Aparat desa lebih condong untuk mengurusi hal-hal yaag bersifat materi dari masyarakat melalui pembuatan KTP, KK dan lain sebagainya, apakah problem seperti ini tidak ditemukan solusinya agar generasi muda dapat dibina dalam wadah pembinaan yang ada di masyarakat tersebut ?

Untuk mengantisipasi lingkungan yang kurang sehat tersebut, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan, untuk membangun kembali karang taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda dan mengingatkan kembali kepada aparat desa agar pembinaan terhadap generasi muda bagaimana supaya tetap berjalan dengan baik, dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya dan berusaha membangun bangsa dan Negara.



32 Shahih Muslim, Daaru Fikri, Beirut, libanon, Hal : 556

33 Mahjuddin,  Membina Mental Anak, Al-Ikhlas, Surabaya, 1995, hal : 70

34 St. Rodiyah, op cit, hal : 74

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *