praktikum bio testis

Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net

Fungsi sekresi dan gametogenik gonad tergantung pada sekresi gonadotropin (FSH, LH) lobus anterior hipofisis. Hormon kelamin dan inhibin mengumpan balik untuk menghambat sekresi gonadotropin. Pada laki-laki sekresi gonadotropin bersifat nonsiklik, pada perempuan pasca pubertas diperlukan sekresi gonadotropin teratur berurutan untuk munculnya haid, kehamilan dan laktasi.

1. Testis

Keduanya terletak di dalam skrotum yang berfungsi untuk mengatur suhu testis sekitar 2-5 derajat Celsius di bawah suhu abdomen. Testis merupakan alat reproduksi primer bagi hewan jantan karena menghasilkan spermatozoa (jamak: spermatozoon). Bentuk testis pada sapi bulat panjang sumbu arah vertical. Pada sapi dewasa panjang testis 12-15 cm, diameter tengah nya 6-8 cm dan beratnya 300-500 gram. Testis kiri sering tergantung lebih rendah dari yang kanan. Testis terdiri dari 200-300 lobuli. Setiap lobulus mengandung beberapa tubuli seminiferus yang berkelok-kelok. Dari tubulus seminiferus dilanjutkan ke rete testis, duktus eferen, epididimis, duktus deferen. Testis dibungkus oleh kapsul putih mengkilat (tunica albugenia) yang banyak mengandung serabut syaraf dan pembuluh darah yang terlihat berkelok-kelok. Dibawah tunica albugenia terdapat parenkim yang menjalankan fungsi testis. Parenkim membentuk saluran yang berkelok-kelok. Tubulus seminiferus terletak di dalam lobus-lobus kerucut, merupakan saluran panjang di dalam testis, berdiameter 200 mikron. Setiap lobus-lobus kerucut mempunyai saluran keluar disebut tubulus rektus seminiferus. Muara tubulus rektus seminiferus bergabung membentuk anyaman yang disebut rete testis. Dari muara rete testis terbentuk 12-15 saluran yang disebut duktus eferen/eferentes. 12-15 saluran tersebut bergabung menjadi satu masuk ke dalam duktus epididymis. Tubulus seminiferus mengandung berbagai macam bentuk sel yang merupakan perkembangan dari spermatozoon.

Di dalam parenkim diantara tubulus seminiferus ditemukan sel-sel interstitial atau sel-sel leydig. Luteinizing hormone (LH) memacu sel-sel leydig untuk menghasilkan testosteron dan sedikit androgen. Skrotum adalah dua lobus kantong yang membungkus testis. Pada kebanyakan spesies skrotum berlokasi di daerah inguinal diantara dua kaki. Kulit di daerah skrotum berbulu halus dan jarang, serta kurang mengandung lemak di bawah kulit. Pada fase embrional, skrotum mempunyai original jaringan yang sama dengan labia mayor pada hewan betina. Skrotum tersusun dari lapisan terluar yang tersusun dengan serabut otot polos, tunika dartos. Tunika dartos membagi skrotum menjadi 2 bagian dan ini menempel pada tunika vaginalis. Skrotum berfungsi untuk melindungi dan menyokong testis, mengatur temperatur testis dan epididymis supaya temperatur dalam testis 4-7ºC dibawah temperatur tubuh. Mekanisme pengaturan panas/termoregulator dilakukan oleh dua musculus, yaitu musculus cremaster externus dan musculus cremaster internus. Kedua otot (musculus) ini akan menarik testes ke atas mendekati rongga perut untuk mendapatkan pemanasan. Tunika dartos menarik testes mendekati perut sehingga permukaan testis menjadi lebih kecil dan melipat untuk mencegah pengeluaran panas. Apabila temperatur panas, kedua otot ini relaksasi sehingga testes turun (menggantung) menjauhi perut dan permukaan mengembang untuk mempercepat pengeluaran panas. Struktur arteri testis berkelok-kelok dan membentuk kerucut, struktur ini ikut berperan pada pengaturan panas.

Share