Saturday, 18 April 2026
above article banner area

PEMBELAJARAN LATIHAN KETERAMPILAN (DRILL METHOD)

Pendahuluan

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Ada dua buah konsep kependidikan yang berkaitan dengan lainnya, yaitu belajar ( learning ) dan pembelajaran ( instruction ). Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik atau siswa dan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik atau guru.

Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara siswa dan guru. Siswa adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, sedang guru adalah seseorang atau sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

 

Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh guru, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidupnya. Ada banyak sekali metode pengajaran yang digunakan oleh para pendidik, salah satu metode pengajaran yang digunakan adalah metode drill / latihan.

 

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar, dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apadibuat, apa manfaatnya dan sebagainya.

 

  1. Kelebihan Metode Latihan

 

Peserta didik memperoleh kecakapan motoris, contohnya menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.

Peserta didik memperoleh kecakapan mental, contohnya dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.

Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Peserta didik memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai dengan yang dipelajarinya.

Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa peserta didik yang berhasil dalam belajar telah memiliki suatu keterampilan khusus yang berguna kelak dikemudian hari.

Guru lebih mudah mengontrol dan membedakan mana peserta didik yang disiplin dalam belajarnya dan mana yang kurang dengan memperhatikan tindakan dan perbuatan peserta didik saat berlangsungnya pengajaran.

 

  1. Kelemahan Metode Latihan

Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.

Dapat menimbulkan verbalisme, terutama pengajaran yang bersifat menghapal. Dimana peserta didik dilatih untuk dapat menguasai bahan pelajaran secara hapalan dan secara otomatis mengingatkannya bila ada pertanyaan yang berkenaan dengan hapalan tersebut tanpa suatu proses berfikir secara logis.

Membentuk kebiasaan yang kaku, artinya seolah-olah peserta didik melakukan sesuatu secara mekanis, dalam dalam memberikan stimulus peserta didik bertindak secara otomatis.

Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan, dimana peserta didik menyelesaikan tugas secara statis sesuai dengan apa yang diinginkan oleh guru.

 

  1. Usaha Mengatasi Kelemahan Metode Latihan

Metode ini hendaknya digunakan untuk melatih hal-hal yang bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan grafik, kesenian dsb.

Sebelum latihan dimulai, pelajar hendaknya diberi pengertian yang mendalam tentang apa yang akan dilatih dan kompetensi apa saja yang harus dikuasai.

Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis. Kalau pada latihan pertama, pelajar tidak berhasil, maka guru harus mengadakan perbaikan, lalu penyempurnaan.

Latihan harus menarik minat dan menyenangkan serta menjauhkan dari hal-hal yang bersifat keterpaksaan.

Sifat latihan, yang pertama bersifat ketepatan kemudian kecepatan, yang keduanya harus dimiliki oleh peserta didik.

 

  • Inti

 

Guru yang baik harus menguasai berrmacam-macam metode mengajar sehingga dapat memilih dan menentukan metode serta pendekatan yang tepat yang harus diterapkan pada pokok bahasan tertentu pula. Metode mengajar yang sering digunakan di dalam proses belajar mengajar pada saat ini adalah metode konvensional, dalam hal ini metode ceramah, karena metode ini dinilai lebih praktis, mudah dilaksanakan dan tidak perlu peralatan serta dapat dilakukan untuk mengajar siswa yang jumlahnya relatif besar.

Oleh sebab itu perlu dikembangkan metode belajar yang melibatkan siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar, apalagi dalam mengerjakan akuntansi, siswa harus dapat aktif sehingga dapat memahami materi yang diajarkan sehingga tujuan pengajaran akuntansi tercapai. Belajar akuntansi pada dasarnya merupakan hasil belajar konsep sedangkan konsep-konsep dasar akuntansi merupakan kesatuan yang utuh untuk itu dalam proses belajar mengajar akuntansi yang terpenting adalah bagaimana guru dapat mengajarkan konsep itu.

 

Pengajaran akuntansi harus dimulai dari hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks dan harus memperhatikan urutan dari beberapa konsep, walaupun demikian sampai saat ini akuntansi masih menjadi masalah bagi sebagian siswa dan mengatakan bahwa akuntansi sulit. Belajar akuntansi memerlukan pemahaman yang baik, oleh karenanya pemilihan metode mengajar yang tepat akan mempunyai andil yang besar didalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi

 

Metode pengajaran yang baik adalah metode yang mampu mengantarkan siswa dalam berbagai macam kegiatan, dalam hal ini siswa harus diberi kesempatan untuk melatih kemampuannya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas dan latihan-latihan. Salah satu metode yang digunakan guru dalam pembelajaran akuntansi adalah metode drill atau latihan. Drill atau latihan merupakan metode mengajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, karena metode drill menuntut siswa untuk selalu belajar dan mengevaluasi latihan-latihan yang diberikan oleh guru.

Tahapan dalam metode latihan keterampilan:

1)      Tahap persiapan

 

Tahap persiapan dalam metode latihan keterampilan yaitu guru memberikan gambaran antara materi yang akan di pelajari dengan pengetahuan yang sudah di miliki oleh siswa tersebut. Guru juga menyampaikan tujuan-tujuan yang hendak di capai dari pembelajaran ini. Serta guru memberikan motivasi agar siswa memahami hubungan fungsional tiap rekening dalam jurnal umum.

 

2)      Tahap pelaksanaan

Langkah-langkah pelaksanaan metode latihan keterampilan dalam pembelajaran akuntansi dengan topic jurnal umum adalah sebagai berikut:

 

Langkah pertama adalah sebelum latihan dilaksanakan, siswa harus diberi penjelasan mengenai arti atau manfaat dan tujuan dari latihan tersebut.

Pada awalnya siswa diberikan penjelasan tentang pengertian transaksi dan pengenalan tentang akun-akun, serta arti dari istilah debit dan kredit dan bagaimana perlakuannya terhadap akun-akun yang bersangkutan. Setelah guru melakukan penjelasan tersebut selanjutnya siswa dikenalkan dengan bentuk kolom-kolom yang harus ada dalam jurnal umum yaitu terdiri dari kolom tanggal terjadinya transaksi, kolom keterangan nama akun, kolom refrensi yang biasanya diisi dengan nomor akun yang bersangkutan, kemudian kolom debit dan terakhir kolom kredit. Siswa diberikan pedoman bahwa jika kelompok akun harta dan beban bertambah maka nominalnya ditulis di kolom debit sedangkan jika berkurang di tulis di kolom kredit. Dan jika kelompok akun pendapatan, kewajiban dan modal bertambah maka di tulis di kolom kredit sedangkan jika berkurang di tulis di kolom debit. Setelah siswa memahami konsep dari jurnal umum ini, siswa diberikan soal-soal latihan untuk di kerjakan.

 

Latihan hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang sederhana kemudian ke taraf yang lebih kompleks atau sulit.

Soal-soal latihan yang diberikan kepada siswa hendaknya soal yang masih tergolong mudah, kemudian jika siswa dengan soal yang mudah sudah menguasai, maka tingkat kesulitan soal harus di tambah. Jadi soal tersebut sudah di buat sedemikian kompleks sehingga siswa benar-benar bisa meningkatkan  kemampuannya. Misalnya untuk soal yang kompleks, guru bisa menambahkan akun-akun return dan potongan-potongan harga baik itu dalam pembelian maupun penjualan.

 

Prinsip-prinsip dasar pengerjaan latihan hendaknya telah diberikan kepada anak.

Supaya siswa tidak mengalami kesulitan-kesulitan, maka guru harus memberikan prinsip-prinsip dasar pengerjaan latihan tersebut seperti guru memberikan prinsip bahwa kelompok harta dan beban bertambah di tulis di kolom debit dan jika berkurang ditulis di kolom kredit sedangkan jika yang bertambah kelompok akun kewajiban, pendapatan dan modal maka di tulis di kolom kredit dan jika berkurang di tulis di kolom debit.

Selama latihan berlangsung, perhatikanlah bagian-bagian mana yang sebagian besar anak-anak dirasakan sulit.

Ketika siswa mengerjakan latihan-latihan soal, guru hendaknya memantau secara langsung hasil pekerjaan siswa. Guru bisa mengecek hasil pekerjaan tiap siswa, sehingga guru bisa mengetahui di bagian-bagian mana saja siswa mengalami kesulitan.

 

Latihlah bagian-bagian yang dipandang sulit itu lebih intensif.

Setelah guru mengetahui di mana letak kesulitan siswa, guru harus memberikan penjelasan kembali tentang materi yang dianggap sulit oleh siswa tersebut serta menambah kuantitas latihan soal-soal sehingga siswa bisa lebih memahami materi tersebut.

 

Perbedaan individual anak perlu diperhatikan.

Pada dasarnya karakteristik siswa berbeda-beda, sehingga guru harus bisa professional dalam menangani perkembangan siswa ini. Dalam metode pembelajaran latihan keterampilan ini, guru harus bisa membedakan mana siswa yang cepat menyerap materi jurnal umum ini dan mana siswa yang agak lambat dalam menyerap materi jurnal umum ini. Sehingga guru harus melakukan perlakuan yang berbeda pula. Guru bisa memberikan penjelasan berulang-ulang dan juga lebih mengintensifkan siswa yang agak lambat ini umtuk sesering mungkin melakukan latihan-latihan soal.

 

Jika suatu latihan telah dikuasai anak-anak, taraf berikutnya adalah aplikasi

Setelah siswa mampu mengerjakan latihan soal-soal yang telah diberikan oleh guru. Maka taraf selanjutnya mereka mamppu mengaplikasikannya dalam ujian-ujian baik itu ujian mid semester, ujian akhir semester maupun ujian akhir. Jika siswa sudah memahami prinsip-prinsip dasar pengerjaan jurnal umum ini, maka siswa tidak akan mengalami kesulitan-kesulitan lagi dalam mengerjakan soal-soal walaupun soal-soalnya sudah mengalami modifikasi.

 

 

  • Evaluasi

Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa pada materi jurnal umum. Evaluasi ini sebaiknya dilakukan setiap akhir pertemuan, dengan cara siswa harus mengumpulkan hasil latihan-latihan soal yang telah dikerjakan siswa sehingga guru dapat mengecek pada bagian mana saja siswa mengalami kesulitan dan guru bisa membahasnya kembali pada pertemuan minggu berikutnya. Selain itu dengan memberikan tugas untuk siswa juga dapat dikatakan evaluasi, jadi setiap satu pokok bahasan selesai, guru memberikan tugas untuk siswanya, supaya siswa-siswa dapat lebih memahami materi jurnal umum.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *