Sunday, 10 May 2026
above article banner area

Investasi Kebaikan Calon Pemimpin

Beberapa kali pilkada, pilcaleg dan juga tidak terkecuali pilpres yang akan datang memberikan pelajaran berharga, di antaranya tentang betapa pentingnya calon pemimpin memiliki investasi kebaikan di hati masyarakat. Tatkala seorang mencalonkan dirinya sebagai pemimpin yang harus dipilih langsung oleh rakyat, maka tidak akan mungkin seseorang yang belum dikenal sama sekali akan dipilih oleh rakyat. Rakyat yang semakin kritis dan terbuka seperti ini akan memilih orang yang dikenal dan juga mereka yang memiliki track record yang baik.

Kebaikan yang sudah ditunjukkan dan diberikan pada masyarakat itulah yang disebut sebagai investasi kebaikan. Hanya saja memang tidak mudah berinvestasi dalam bentuk itu. Berinvestasi berupa benda atau uang, jauh lebih mudah. Kapan saja dan di mana saja, jika kita punya, bisa kita lakukan. Tetapi tidak demikian berinvestasi kebaikan. Variabelnya sedemikian banyak. Selain itu banyak orang tidak sadar bahwa hidup ini adalah berinvestasi. Sehari-hari kita ini tidak saja dilihat dan dicatat amal kita oleh malaikat, melainkan juga oleh orang-orang di sekeliling kita. Catatan yang dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita itu, biasanya bukan menggunakan kertas melainkan ditulis di dalam hati, sehingga sulit terhapus. Kita sadari atau tidak, ternyata setiap orang memiliki catatan itu. Tatkala akan dilakukan pemilihan jabatan tertentu, seperti pilkada, pilcaleg dan pilpres, maka catatan itu akan dibuka. Bahkan, sebatas dalam pemilihan ketua RT atau RW, catatan-catatan dalam hati masyarakat itu akan dilihat dan dijadikan dasar tatkala mereka memilihnya. Track record seseorang di hati masyarakat tidak saja yang bernilai positif, tetapi juga sebaliknya, catatan yang negative. Perilaku masyarakat dalam memilih calon pemimpin, biasanya sama dengan ketika mereka akan membeli barang di toko atau di pasar. Catatan-catatan negative biasanya lebih gampang diingat daripada catatan positifnya. Oleh karena itulah maka, memang hidup ini seyogyanya membuat catatan-catatan yang positif. Memang menjelang dilakukan pemilihan, selalu disediakan waktu kepada masing-masing calon untuk berkampanye. Dalam kesempatan itu, semua kandidat diberi kesempatan untuk mengemukakan visi, misi dan program kerjanya jika ia terpilih. Akan tetapi, biasanya orang lebih mempercayai track record masing-masing sebelumnya daripada visi, misi dan program kerja yang ditawarkan itu. Singkatnya track record seseorang lebih penting dari pada ungkapan-ungkapan menarik di saat kampanye itu. Namun sekalipun betapa pentingnya investasi kebaikan itu, biasanya orang baru menyadarinya tatkala sedang memerlukannya. Para kandidat tatkala menjelang pemilihan kemudian mematut-matutkan diri, bahwa dia adalah layak menduduki posisi yang akan dipilih oleh rakyat. Mereka kemudian kesana-kemari memperkenalkan diri, dengan dalih minta restu dan atau dengan berbagai cara lainnya. Mereka kemudian menyanggupi atau berjanji akan berjuang untuk rakyat. Janji itu tidak ada salahnya diberikan, tokh yang disanggupi adalah sebatas akan melakukan itu. Kesanggupan itu bukan menyangkut tentang hasil yang akan diraih. Kiranya pada zaman seperti ini, tatkala banyak orang mengalami kesulitan hidup, jika ada calon pemimpin yang benar-benar telah berinvestasi kebaikan yang besar, maka akan mudah dipilih oleh rakyat. Akan tetapi, karena investasi itu ternyata tidak mudah dilakukan, maka tidak banyak orang yang memilikinya. Semogalah ke depan, belajar dari proses demokrasi yang sedang berjalan di tanah air ini, semua orang menjadi sadar, bahwa calon pemimpin pada tingkatan apapun, harus berinvestasi dalam bentuk kebaikan itu. Sehingga, dengan begitu, proses demokrasi sekaligus berhasil menyadarkan kepada semua, agar selalu berbuat baik, setidak-tidaknya sebagai investasi kebaikan bagi hidupnya. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *