Tinjauan Tentang Remaja Tengah
Istilah remaja merupakan padanan dari istilah adolescence yang berasal dari kata Latin adolescere yang berarti “bertumbuh” atau “tumbuh menjadi matang” (Hurlock, 1980 ). Kita dapat menyebut remaja sebagai seseorang yang mengalami pertumbuhan, atau berkembang menjadi dewasa. Pada saat ini, istilah “remaja” digunakan untuk menyebutkan suatu periode yang terletak di antara masa kanak- kanak dan masa dewasa. Periode ini pada umumnya merujuk pada remaja usia belasan tahun, walaupun secara tepat kapan mulai dan akhir dari masa remaja ini tidak dapat ditentukan secara pasti. Namun definisi klasik memandang masa remaja sebagai masa pertumbuhan fisik yang ditandai oleh bertambahnya tinggi dan berat badan. Makna adolescence sebenarnya memiliki makna yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980).
Neidhart (dalam Gunarsa & Gunarsa, 2000) mengemukakan bahwa masa remaja berada sekitar 13 sampai dengan 21 tahun. Masa ini merupakan periode perubahan dan perkembangan fisik yang mencakup kematangan organ-organ seks seseorang yang siap berfungsi reproduktif, dan pada periode ini juga terjadi perkembangan kapasitas intelektual, minat, perhatian, sikap hubungan dengan orang lain, perkembangan emosional, perhatian dalam lapangan pekerjaan, ilmu pengetahuan, bakat, kepercayaan, serta perkembangan moral. Selain itu remaja mengalami peralihan dari ketergantungan masa kanak-kanak ke masa dewasa, saat remaja sudah harus berdiri sendiri.
Pemaparan di atas memberikan kesimpulan bahwa pada diri remaja muncul kebutuhan dan keinginan yang kuat untuk dapat berkomunikasi dan mempunyai banyak teman. Keadaan ini terjadi karena pada masa-masa tersebut mereka sangat menyukai kebersamaan dan kedekatan dengan orang lain. Kesimpulan yang dibuat sejalan dengan yang ditegaskan Hurlock (1980) bahwa remaja mulai menginginkan teman tidak hanya berdasar kemudahan atau kegemaran pada pada kegiatan yang sama, tetapi mereka menginginkan orang lain yang memiliki minat dan nilai-nilai yang sama.
Monks, dkk (1988) menyebutkan bahwa secara umum masa remaja berlangsung antara 12 sampai 21 tahun dengan membagi masa tersebut menjadi tiga masa. Masa remaja awal berlangsung antara 12 sampai 15 tahun, masa remaja tengah antara 15 sampai 18 tahun, dan umur 18 sampai 21 tahun adalah masa remaja akhir.
Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil kelompok remaja tengah berdasarkan pembagian masa remaja yang dikemukakan oleh Monks, dkk (1988) yakni dengan batasan umur 15 -18 tahun. Keputusan ini diambil setelah peneliti memperhatikan data statistik keluar-masuknya siswa Seminari Pius XII Kisol 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah paling besar (85 %) siswa seminari yang mengundurkan diri, terjadi ketika siswa seminari mencapai kelas 3 SLTP sampai kelas 3 SLTA (Sekretariat Publikasi Seminari Pius XII Kisol, 2002). Usia rata-rata siswa Seminari Pius XII Kisol ketika duduk di kelas 3 SLTP sampai kelas 3 SLTA adalah 15 tahun sampai 18 atau 19 tahun. Peneliti menduga hal ini terkait dengan beratnya tugas perkembangan pada masa tengah bagi remaja. Monks, dkk (1988)
menjelaskan remaja tengah, memiliki tugas perkembangan yang utama yaitu mencapai kemandirian dan otonomi dari orangtua atau orang dewasa lain, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan dan belajar menangani hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas. Peneliti menduga bahwa terjadi benturan yang sangat kuat antara aturan yang berlangsung di komunitas seminari dengan dorongan perkembangan remaja pada masa remaja tengah.
Arabiyatuna Arabiyatuna
