Menurut ajaran Islam pembinaan mental kepada generasi muda sebagai penerus yang nantinya akan memegang masa depan bangsa, sangat dibutuhkan generasi yang mempunyai kualitas intelektual yang tinggi, dengan kualitas mental yang baik atau islam menyebutnya sebagai akhlakul karimah, sebagai generasi penerus bangsa, remaja yang sangat diharapkan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini, maka dari itu pendidikan dan pembinaan mental genarasi merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat, dari lingkungan keluarga, masyarakat sosial dan masyarakat sekolah.
Lingkungan keluarga, orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina mental generasi penerus bangsa, khususnya putera mereka, dalam lingkungan sosial masyarakat juga mempunyai andil dalam membina mental generasi muda, sedangkan dalam lingkungan sekolah guru yang mempunyai tugas dan wewenang dalam membina mental generasi muda yang identik dengan para remaja, khususnya seorang guru agama, mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina mental para remaja disekolah, para remaja yang nantinya memegang masa depan bangsa jika mereka kelak mempunyai kualitas mental yang baik maka akan meraih kejayaan dimasa yang akan datang, namun sebaliknya jika para generasi sebagai penerus bangsa ini mempunyai mental yang buruk maka masa depan bangsa akan mengalami kehancuran dan jauh sesuai dengan apa yang di idam-idamkan oleh bangsa yang tercinta ini, sebagaimana Firman Allah surat Ar-Rum ayat 41 :
ظهر الفساد فى البر و البحر بما كسبت ايدي الناس ليذيقهم بعض الذى عملوا لعلهم يرجعون (الروم : 41)
‘Telah tampak di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka sendiri’.1
Di zaman seperti ini kemajuan teknologi yang begitu pesat, arus globalisasi yang begitu hebat, sehingga orang terbius dalam arus tersebut, yang tidak menutup kemungkinan bahwa semua itu diasamping ada dampak positifnya juga banyak dampak negatifnya sehingga masyarakat harus dapat mengantisipasi dari dampak negatif tersebut, budaya-budaya asing yang telah memberikan bius yang sangat ampuh bagi bangsa ini dan dapat mengakibatkan efek yang sangat buruk bagi semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang akan mengagantikan posisinya sebagai penerus bangsa jika tidak mampu memfilter mana yang positif dan mana yang negatif maka lambat laun suatu Negara akan hancur oleh ketidakberdayaan mereka dari generasi muda, budaya-budaya asing seperti pergaulan bebas, narkoba, tontonan yang tidak etis diperlihatkan di kalangan umum baik berupa media cetak atau elektronik, semua itu adalah dampak negatife zaman modern seperti sekarang ini, maka dari itu jika tidak segara diantisipasi maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang tertindas akibat kebodohan dan mental yang buruk, untuk itu mental generasi muda sebagai penerus bangsa harus mendapat tanggapan yang serius bagi semua lapisan masyarakat.
Maka dari itu dalam membina mental generasi muda ini sangat dibutuhkan jiwa besar untuk membina dan mendidik penerus bangsa ini agar menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, agama dan Negara. Sehingga kelak jika mereka menjadi pemimpin dimasa yang akan datang akan menjadi pemimpin yang berakhlak mulia yang mampu menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang sesuai dengan cita-cita seluruh lapisan masyarakat, seseorang yang mempunyai jiwa besar ini salah satunya adalah seorang guru atau pendidik yang siap membina dan mendidik para generasi muda ini menjadi penerus bangsa yang patut dibanggakan nantinya, guru yang terkenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa yang sangat tulus mengabdikan diri untuk membina dan mendidik anak manusia yang belum mengerti sama sekali akan menjadi mengerti dengan bantuan bimbingan seorang guru di bangku sekolah, seorang guru yang mendidik dan membina agar siapapun menjadi yang terbaik tak perduli itu anak siapa, beliau hanya mengantarkan untuk menjadi manusia yang seutuhnya, dan menjadi manusia yang berguna dimasa yang akan datang.
Pengorbanan, pengabdian, perjuangan seorang guru baik disekolah tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggipun dan sebutan apapun namanya guru atau dosen akan tetapi profesinya adalah seorang pembina dan pendidik bagi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, dalam membangun mental generasai muda penerus bangsa sangat penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang luhur berupa kegiatan pembinaan keagamaan sebagai pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila merupakan bagian esensi terpenting yang perlu di tingkatkan.2 Untuk itu, manusia dengan segenap potensi dalam dirinya senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk mewariskan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada generasi muda, pembinaan pada generasi muda ini harus diarahkan untuk membentuk generasi masa depan yang tangguh untuk menggantikan para generasi tua sebagai pengganti yang handal untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam membela dan membangun Negera tercinta ini dalam menuju Indonesia yang adil dan makmur.
Dalam memberikan nilai-nilai agama, yang mempunyai andil lebih besar adalah guru agama baik dilingkungan masyarakat ataupun sekolah, di masyarakat misalnya seorang kyai atau ustadzlah sebagai guru agama dalam memberikan pendidikan dan pembinaan mental kepada masyarakat, di lingkungan sekolah maka seorang guru agama di sekolah tersebut yang memberikan pelajaran, pendidikan dan pembinaan agama kepada warga sekolah khususnya para siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut, sehingga pembinaan mental agama itu dilakukan untuk memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat, generasi muda yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai akhlakul karimah sesuai dengan ajaran agama yang telah dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Arabiyatuna Arabiyatuna
