Friday, 7 August 2026

Bahasa

Perubahan Makna

Perubahan Makna   Dalam pertumbuhan bahasa, makna suatu kata dapat pula mengalami perubahan. Perubahan makna itu dapat dilihat dari bermacam-macam sudut. Di antara bermacam-macam peristiwa perubahan makna yang penting adalah: Meluas, cakupan makna sekarang lebih luas daripada makna yang lama. Berlayar, dulu digunakan dengan pengertian bergerak di laut dengan memakai ...

Read More »

Homonim dan Sinonim

Homonim dan Sinonim Arti leksikal dari kata makan, adalah ‘memasukkan sesuatu je dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya’. Tetapi arti ini dapat bergeser berdasarkan lingkungan dan situasinya. Ia makan tangan , tidak berarti memasukkan tangan ke dalam mulut, mengunyah lalu menelannya. Arti makan tangan dalam hubungan di atas adalah ‘kena ...

Read More »

Semantik

Semantik Semantik ( semainen, Yunani = berarti, bermaksud) adalah bagian dari tatabahasa yang meneliti makna dalam bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan dari arti suatu kata. Dalam semantik hanya dibicarakan tentang makna kata dan perkembangan makna kata. 1. Makna Kata Arti atau makna adalah hubungan antara tanda berupa lambing ...

Read More »

Kata Majemuk

Kata Majemuk Kata Majemuk atau Kompositum adalah gabungan dari da kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan arti. Pada umumnya struktur kata majemuk sama seperti kata biasa yaitu tidak dapat dipecahkan lagi atas bagian-bagian yang lebih kecil. Contoh: saputangan, matahari, orangtua, kakitangan, dan lain-lain. Namun pada kenyataannya, ada bentuk kata ...

Read More »

Kata Ulang

Kata Ulang Kata ulang disebut juga reduplikasi. 1. Macam-Macam Kata Ulang Berdasarkan macamnya bentuk perulangan dalam bahasa Indonesia dapat kita bagi menjadi empat macam: a. Reduplikasi atas suku kata awal, atau di sebut juga dwipurwa. Dalam bentuk perulangan ini     vokal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi ...

Read More »

Infiks

Infiks Infiks adalah semacam morfem terikat yang disispkan pada sebuah kata antara konsonan pertama dan vokal pertama. Jenis morfem ini sekarang tidak produktif lagi; pemakaiannya terbatas pada beberapa kata saja. Infiks yang ada dalam bahasa Indonesia hanyalah: -el, -er, dan –em. A. Fungsi Membentuk kata-kata baru, dan biasanya tidak berbeda ...

Read More »

Gabungan Imbuhan

Gabungan Imbuhan Gabungan imbuhan adalah pemakaian beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dasar, yang masing-masing mempertahankan arti dan fungsinya. Imbuhan-imbuhan yang biasa dipakai bersama-sama adalah: me-kan, mem-per-kan, di-per-kan, ter-kan, ber-kan, dan lain-lain. 1. Gabungan me-kan, di-kan, me-per-kan, di-per-kan A. Fungsi Fungsi dari pada gabungan itu dapat ditinjau dengan memperhatikan fungsi ...

Read More »

Konfiks

Konfiks Konfiks adalah gabungan dari dua macam imbuhan atau lebih yang bersama-sama membentuk satu arti. Di sini perlu ditegaskan bahwa antara konfiks dan gabungan imbuhan ada perbedaan besar. Pada gabungan imbuhan tiap-tiap unsur tetap mempertahankan arti dan fungsinya masing-masing. Bentuk-bentuk seperti mempercepat, mempersatukan, dibesarkan, san lain-lain masing-masing mengandung makna dan ...

Read More »

Sufiks-Sufiks Asing

Sufiks-Sufiks Asing Selain dari akhiran-akhiran yang telah dibahas di halaman-halaman lain, masih banyak lagi akhiran-akhiran asing lain yang dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia bersama-sama dengan penerimaan kata-kata dasarnya. Ada yang tidak dirasakan sebagai akhiran, ada yang masih dirasakan sebagai akhiran. Ada yang berfungsi untuk membentuk kata benda, ada yang berfungsi ...

Read More »

Sufiks -man, -wan, -wati

Sufiks -man, -wan, -wati A. Bentuk Ketiga macam sufiks ini berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta bentuk sufiks –man dan –wan dipakai untuk menunjukkan jenis jantan, sedangkan bentuk betina untuk masing-masing bentuk adalah –mati dan –wati. Tetapi dalam bahasa Indonesaia sufiks –mati menimbulkan nilai rasa yang lain sekali, yaitu ...

Read More »