Pintu kayu itu dibuka. Dua orang perwira di dalam ruangan segera berdiri tegap dan memberi hormat. “Selamat siang, mohon ijin,” seru mereka. “Silakan duduk. Silakan duduk.” Kursi-kursi digeser. Karena tidak cukup, kursi di ruang sebelah didatangkan. Kami segera dipersilakan duduk. Letkol W menyiapkan berkas-berkas bahan diskusi. Sambil menata kertas di ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
