Sintaksis II – Kalimat Tunggal Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola yang baru. Batasan ini menegaskan sekali lagi kepada kita bahwa semua kalimat inti termasuk dalam pengertian Kalimat ...
Read More »Sintaksis
Sintaksis Dalam website ini, bahasan Sintaksis akan dibagi menjadi tiga, dengan rincian sebagai berikut: SINTAKSIS I 1. Kata, Frasa, dan Klausa 2. Kalimat 3. Macam-Macam Kalimat SINTAKSIS II – KALIMAT TUNGGAL 1. Macam-Macam Kalimat Tunggal 2. Uraian Kalimat Tunggal SINTAKSIS III – KALIMAT MAJEMUK 1. Macam-Macam Kalimat Majemuk ...
Read More »Kata Majemuk
Kata Majemuk Kata Majemuk atau Kompositum adalah gabungan dari da kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan arti. Pada umumnya struktur kata majemuk sama seperti kata biasa yaitu tidak dapat dipecahkan lagi atas bagian-bagian yang lebih kecil. Contoh: saputangan, matahari, orangtua, kakitangan, dan lain-lain. Namun pada kenyataannya, ada bentuk kata ...
Read More »Morfologi
Morfologi Dalam website ini, bahasan morfologi akan dibagi menjadi lima, dengan rincian sebagai berikut: MORFOLOGI I 1. Morfologi 2. Analisa Kata 3. Kata Dasar MORFOLOGI II – KATA 1. Pembagian Jenis Kata Menurut Tata Bahasa Tradisional 2. Pembagian Jenis Kata Baru MORFOLOGI III – IMBUHAN (AFIKS) 1. Prefiks ...
Read More »SIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati) MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA’ – KHABAR (Subjek dan Predikat)
صِفَة-مَوْصُوْف / مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ / مُبْتَدَأ-خَبَر SIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati) MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA’ – KHABAR (Subjek dan Predikat) Berkaitan dengan Nakirah dan Ma’rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata atau baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
