Untuk memahami sesuatu, orang biasanya menggunakan alat indera seperti mata, telinga dan seterusnya. Informasi dari panca indera itu kemudian diolah oleh otak, lalu disimpulkan. Kebenaran yang dihasilkan dari cara itu disebut sebagai kebenaran ilmiah. Banyak orang menjunjung tinggi jenis kebenaran ini. Keuntungannya, jenis kebenaran ini bisa diuji secara ilmiah pula, ...
Read More »Ilmu dan Kearifan
Orang seringkali terlalu fanatik pada ilmunya. Ia mengira, ilmu dapat digunakan menyelesaikan semua persoalan. Pandangan itu didasarkan pada alasan, bahwa karena ilmu diperoleh dengan cara obyektif, rasional, terbuka, dan dapat diuji oleh siapapun. Pandangan yang bukan diperoleh dengan cara itu dianggap sepele dan karena itu harus ditolak. Benarkah pandangan itu ...
Read More »Pendidikan dan Kebutuhan Lapangan Kerja
Berkali-kali saya mendengarkan pandangan dalam berbagai ceramah atau diskusi, bahwa tidak semestinya bangsa Indonesia ini banyak orang miskin dan apalagi tidak memiliki lapangan pekerjaan. Alasannya, negeri ini sangat subur dan kaya sumber daya alam. Selain itu, Indonesia juga sangat kaya sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang sedemikian besar, adalah merupakan ...
Read More »Kyai dan Pondok Pesantren
Jika kemarin pagi bakda subuh, saya menulis ——sebagaimana kebiasaan setiap pagi sepulang dari masjid, tentang Penggerak Pendidikan Muhammadiyah di pedesaan, maka kali ini hati saya tergerak menulis tentang pendidikan yang lazimnya dirintis dan dikelola oleh Kyai. Menyebut istilah Kyai, maka selalu berkait dengan organisasi Islam terbesar, yakni NU. ...
Read More »Runtuhnya Karakter Bangsa dan Urgensi Pendidikan Pancasila (1)
Runtuhnya karakter bangsa Indonesia yang mengemuka belakangan ini seperti terlihat pada memudarnya sikap toleran dan menghormati nilai-nilai pluralisme sehingga kekerasan begitu mudah terjadi serta sikap tidak setia pada negara dalam bentuk munculnya gerakan untuk mendirikan negara berlandaskan agama seperti NII ditengarai ada sesuatu yang tidak beres (there is something wrong) ...
Read More »Sulitnya Pemerintahan SBY
Bagi orang awam seperti saya, politik memang sulit dipahami dan ditebak arahnya. Tidak hitam putih, tetapi samar-samar. Tampaknya ada adagium yang berlaku di dalam dunia politik bahwa semakin samar-samar dan tidak jelas semakin baik. Asumsi ini bisa benar, tetapi bisa juga salah. Namun, jika berangkat dari perjalanan politik bangsa akhir-akhir ...
Read More »Kajian Fenomenologi Kasus Gayus dan Sumiati
“Stop Segera TKI ke Arab Saudi”, begitu bunyi headline Kompas, 20 November 2010. Tulisan itu berangkat dari fakta bahwa kasus demi kasus kekerasan yang menimpa para tenaga kerja Indonesia di luar negeri terus saja terjadi. Naluri kita sebagai bangsa terusik mendengar dan melihat dari tayangan televisi tentang penderitaan secara fisik ...
Read More »Anatomi Bahasa Tubuh
Tulisan pendek ini masih terkait dengan tulisan sebelumnya tentang kiat berbicara di depan publik. Sebagaimana diuraikan sebelumnya kiat sukses berbicara di depan publik melibatkan banyak unsur, mulai jenis pilihan kata, penekanan kata, intonasi kalimat, penguasaan tema ceramah sampai gerakan anggota badan. Semuanya memberikan kesan audiens terhadap pembicara atas penguasaan panggung, ...
Read More »Tangis dan Air Mata
Tangis, sebuah kata pendek dengan beragam makna. Ia mengeskpresikan rasa sakit, takut, sedih, kecewa, ditinggal orang yang dicintai, minta belas kasihan, bahkan karena rasa bahagia. Ia tidak mengenal tempat, waktu, jenis kelamin, dan status sosial seseorang. Bahkan, Presiden SBY pun sempat menangis karena banyaknya hujatan yang ditujukan kepadanya akhir-akhir ini. ...
Read More »Menjadi Lawan Bicara yang Menyenangkan
Ketika berbicara face to face dengan seseorang kita harus terlihat antusias dan harus menunjukkan sebagai partner bicara yang baik dan menyenangkan. Akan tetapi masalah yang sering kita hadapi setiap kali kita bertatapan langsung dengan mata lawan bicara tersebut, seketika itu pula timbul rasa tidak nyaman, grogi dan bahkan salah tingkah. ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
