Friday, 17 April 2026
above article banner area

evolusi

Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net

setelah suatu masa hidup orang purba dan hewan purba kemudian terjadi musibah besar sehingga sebagian punah terkubur dan msih ada atau ditemukan fosilnya saat ini diberbagai lapisan tanah, lalu ada masa kosong atau missing link yang sangat lama dan tidak ada yang tahu kejadian apa pada masa itu kecuali dugaan terjadi perbaikan alam lalu allah menciptakan nabi adam sebagai manusia pertama dan menurunkan ke bumi jadi nabi adam tetap manusia pertama dan evolusi hanya mempelajari kemiripan ciri antar organisme untuk mempelajari kekerabatan bukan menyatakan manusia dari kera.

Evolusi jangan dibayangkan kayak garis lurus gitu, tapi bayangkanlah seperti sungai yang mengalir, kemudian bercabang-cabang menjadi sungai2 kecil. Kalau ada pemisahan sungai, berarti ada pembentukan spesies baru. Kalau ada anak sungai yang macet, berarti spesiesnya punah. Dan tiap percabangan sungai hanya memisah dari satu cabang menjadi dua cabang, tidak pernah dari satu aliran memisah menjadi tiga cabang / tiga spesies sekaligus. 

Mengenai filogenetik / sejarah percabangan evolusi primata sampai terbentuknya manusia, saya sejujurnya rada lupa, kalo gak salah begini:

Dulunya ada makhluk semacam ungka atau kera tertentu.

Lalu dari ungka itu, bercabang menjadi nenek moyang orangutan sekarang dengan nenekmoyang gorila-simpanse-manusia purba.

Lalu dari nenek moyang gorila- simpanse- manusiapurba memecah jadi nenek moyang gorila dan nenek moyang simpanse-manusia.

Lalu dari nenek moyang simpanse manusia memecah jadi nenek moyang simpanse dan nenek moyang manusia, mungkin semacam manusia purba yang pertama gitulah. Nah, saat ini terjadi pelekatan pasangan kromosom 2 dan 3 pada kera menjadi satu kromosom panjang pada manusia. Inilah perbedaan genom yang utama antara manusia dengan primata lainnya.

Nah dari manusia purba itu berevolusi juga, sampai muncul homo erectus, homo sapiens neanderthalensis dan homo sapiens sapiens. Namun yang berhasil melanjutkan keturunan sampai sekarang, sepertinya hanya homo sapiens sapiens. Sisanya punah entah karena apa. Homo sapiens sapiens ini ber-evolusi juga, walaupun evolusinya evolusi kecil2an (tidak sampai membentuk spesies baru). Akhirnya dari satu ras, terbentuklah berbagai macam ras manusia yang ada sekarang.

Namun jangan mengira kalau simpanse sekarang sama seperti nenek moyang simpanse pendahulunya. Pasti beda. Mungkin fisiknya mirip, namun secara genetik pasti berbeda. Ini disebabkan karena adanya laju mutasi dasar yang dialami semua spesies yang ada. Ini juga berlaku untuk gorila, orangutan dan manusia. DNA kita, walaupun sedikit, pasti beda dengan nenek moyang manusia yang pertama. Adapun yang DNAnya paling mirip dengan nenek moyang seluruh manusia, adalah DNA orang Afrika sekarang.

Adapun mengenai alasan kepunahan atau munculnya suatu spesies, ada penjelasannya lagi.

Sebagai tambahan, genom/dna sel manusia sekarang, amat mirip dengan kera sekarang, kalau tidak salah 95% identik. Bagian yang banyak berbeda antara kera dan manusia ada pada kromosom 22 nya. Ini mmperkuat dugaan bahwa manusia dan kera berasal dari satu primata yang sama.

Menurut Darwin (pembuat teori evolusi), dulu ada jerapah berleher pendek dan jerapah berleher panjang. Kenapa zaman sekarang yang ada cuma jerapah berleher panjang?
Ke mana semua jerapah berleher pendeknya?

Rasa2nya saya pernah dengar kisah jerapah, bahwa dulu ada jerapah yang lehernya panjang , berleher sedang dan berleher pendek. Yang lehernya panjang, susah minum air di sungai. Yang lehernya pendek, susah makan buah2han atau daun2an di pohon yang tinggi. Karena hidupnya sulit, keturunan ras2 jerapah yang panjang lehernya ekstrim itu sedikit, dan umur mereka juga nggak panjang. Sedangkan ras jerapah yang lehernya sedang, dapat hidup lebih mapan dan lebih mampu berketurunan. Akhirnya populasi jerapah didominasi ras jerapah berleher sedang.

Saya kira ini semua hanya pemisalan saja. Sebenarnya kisah jerapah lebih banyak dipakai untuk menjelaskan konsep evolusinya Lamarck, bukan Darwin.

[b]Kalau ada yang menanyakan mengapa simpanse, gorilla, orangutan dan manusia masih hidup sekarang ini dan tidak punah, jawabannya adalah karena mereka berhasil melangsungkan keturunannya dan melestarikan DNA mereka sampai sekarang.[b]

Saya setuju dengan teori evolusi karena selain banyak buktinya, evolusi itu sudah merupakan hukum utama dari semua ilmu hayati yang ada, apalagi genetika. Namun, saya sendiri tidak percaya bahwa manusia dan kera satu keturunan, karena penciptaan manusia, menurut agama yang kupercayai, adalah penciptaan yang spesial.

 

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *