Bahan tambahan makanan (food additive) adalah bahan – bahan yang ditambahkan ke dalam makanan selama produksi, pengolahan, pengemasan, atau penyimpanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahan pangan, mempertahankan nilai gizi, dan sifat organoleptik (sifat bau, rasa, dan warna). Beberapa bahan tambahan makanan yang digunakan dalam industri pangan adalah antioksidan, pewarna, pemanis buatan, penstabil, pemutih, emulsifier, pengembang, pengawet, dan sebagainya. (Mardiah dkk, 2006)
Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pengawet adalah bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian dan perusakan lainnya terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh fungi, bakteria, dan mikroba lainnya. (Pustekom, 2006)
BAHAN-BAHAN PENGAWET YANG DIIZINKAN (Widianti, 2007)
asam benzoat,
asam propionat,
asam sorbat,
sulfur dioksida,
kalium benzoat,
kalium sulfit,
kalium bisulfit
kalium nitrat,
kalium nitrit
kalium propionat,
kalium sorbat,
kalsium propionat,
kalsium sorbat,
kalsium benzoat,
natrium benzoat,
natrium sulfit,
natrium bisulfit,
natrium nitrat,
natrium nitrit,
natirum metabisulfit,
natrium propionat,
nisin,
Bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan
(Peraturan Menkes No. 1168/1999) (Anonim, 2006):
- Asam Borat (Boric Acid) dan senyawanya.
- Asam salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its Salt).
- Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate DEPC).
- Dulsin (Dulcin).
- Kalium klorat (Potassium Chlorate).
- Khloramfenikol (Chloramphenicol).
- Minyak nabati yang dibrominasi (Brominated Vegetable Oils).
- Nitrofurazon (Nitrofurazone).
- Formalin (Formaldehyde).
- Kalium Bromat (Potassium Bromate).
Arabiyatuna Arabiyatuna
