Thursday, 30 April 2026
above article banner area

Nasehat Sederhana Di Awal Tahun

Di awal tahun  ini,  oleh karena dianggap sebagai orang tua, saya memperoleh pertanyaan tentang bekal penting untuk menghadapi tahun 2011 ini. Pertanyaan  itu sepintas sederhana, dan mungkin juga sebatas berbasa basi. Akan tetapi apapun pertanyaan itu,  saya anggap serius atau penting, karena saya kaitkan dengan  pendidikan atau setidaknya sebagai naseh

at. Pertanyaan itu bersifat umum,  sehingga saya jawab dengan jawaban yang umum pula.  Jawaban yang saya berikan kepadanya adalah sebagai berikut. Pertama, saya mengatakan bahwa menghadapi tahun depan, kita harus belajar dari tahun-tahun  sebelumnya. Saya mengajak memandang  bahwa, tahun 2010 sepanjang usia jagat raya ini hanya sekali datang. Sebelum dan setelahnya tidak pernah hadir lagi. Tidak akan kita jumpai lagi tahun 2010. Tahun itu sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Tidak akan pernah berulang kembali.  Perjalanan waktu,  dari tahun ke tahun, tidak sebagaimana film atau kaset,  bisa diputar kembali. Perjalanan tahun tidak demikian. Hal itu juga berlaku pada satuan waktu lainnya, misalnya hari, tanggal dan tahun.  Pada hari rabu tanggal 05 Janurai 2011, sepanjang sejarah kehidupan hanya jatuh pada hari kemarin. Hari itu datang hanya sekali saja. Setelah itu tidak akan muncul hari selasa pada tanggal yang sama dan pada tahun yang sama, hingga sampai kapan pun.  Oleh karena itu, umpama kemarin itu, tanggal 05 Januari 2011  tidak diisi dengan perbuatan baik, maka  hari itu tidak akan memberi manfaat apa-apa. Hari itu, selama 24 jam akan hilang percuma. Umpama sebuah pita, maka pita itu akan berwarna putih,  tidak akan muncul gambar apa-apa, karena memang tidak ada kegiatan. Begitu juga sebaliknya, jika hari itu kita isi dengan sesuatu yang merugikan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, maka pita kehidupan yang kita hasilkan akan berwarna tidak baik pula.  Melalui nasehat yang bersifat umum yang saya sampaikan, saya mengajak mulai awal tahun 2011 ini, kita isi pita kehidupan ke depan penuh warna. Yaitu warna-warna kehidupan yang indah.  Kalau Islam mengatakan bahwa seseorang yang paling baik, adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, maka saya mengajak untuk mengisi pita sepanjang tahun  2011 dengan kebaikan. Menjalankan kemauan  itu  memang  sulit, dan belum tentu terwujud,  namun setidak-tidaknya sudah memiliki niat  untuk melakukan yang terbaik. Melalui nasehat itu, saya hanya akan mengatakan kepada orang yang meminta nasehat itu, agar bersama-sama mengisi umur yang tidak terlalu lama ini dengan kegiatan yang terbaik, mulia atau luhur. Kita harus memanfaatkan umur sebaik-baiknya. Kita tidak boleh lupa atau lengah  menggunakan umur dengan seenaknya. Umur yang kita jalani akan kita pertanggung-jawabkan kepada Sang Pemberi umur, ialah Allah swt.  Saya memberikan contoh, bahwa pada setiap pagi saya menulis artikel pendek dan sederhana. Maka setidaknya, artikel tersebut menjadi bukti bahwa saya masih hidup pada hari itu. Dengan cara menulis  pada  setiap pagi  itu, kemudian saya posting melalui website, facebook, dan scribb, maka saya ingin  bersilaturrahmi dan sekaligus  memberi sesuatu kepada orang lain.  Kedua, kita harus optimis. Masa depan harus dihadapi dengan percaya diri.  Bahwa  kita akan berhasil membangun kehidupan yang semakin  baik. Kita harus yakin bahwa kita mampu  menyelesaikan amanah yang kita hadapi. Kita tidak boleh merasa lemah, rendah diri atau pesimis. Menyerah sebelum mencoba melakukan terhadap tugas-tugas yang telah dipercayakan,  tidaklah semestinya. Kita harus bersikap pantang menyerah.  Kita harus bertekad bahwa tatkala nanti dipanggil oleh Tuhan, ——- meninggal  dunia, maka jangan sampai ada pekerjaan yang tersisa,  belum berhasil diselesaikan. Perkara tugas itu belum sempurna kualitasnya sebagaimana yang diharapkan, maka bukanlah menjadi soal. Yang terpenting tugas itu harus diselesaikan hingga tahap akhir. Jangan sampai kita menjalani  hidup  dengan menyisakan amanah yang belum terselesaikan.   Selain itu,  kita harus bertekat untuk membuat sejarah hidup yang indah, gemilang, dan terbaik. Kita harus meninggali suatu karya yang monumental, atau sejarah hidup yang terbaik,  agar dijadikan pelajaran  bagi generasi mendatang. Sebagai dosen, ——-karena yang meminta nasehat itu adalah seorang dosen, maka nasehat saya,  jika memiliki tugas menyusun disertasi  misalnya, harus diselesaikan, apapun bentuknya. Jangan sampai ada sejarah kegagalan hidup, sekecil apapun. Kegagalan akan menyiksa diri sendiri sepanjang hidup. Itulah dua jawaban atas pertanyaan seseorang,  dan sekaligus sebagai pesan sederhana di awal tahun 2011. Wallahu a’lam.        

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *