Berbicara pendidikan adalah berbicara tentang bagaimana membentuk karakter manusia sebagaimana yang diinginkan. Sedangkan karakter akan terbentuk oleh berbagai faktor, di anataranya adalah lingkungannya. Orang berbeda karakternya, disebabkan oleh karena mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda. Karakter seorang anak petani akan berbeda dengan anak nelayan, dan anak nelayan akan berbeda dari anak pedagang dan seterusnya. Perbedaan itu, disebabkan oleh lingkungan mereka yang berbeda itu.
Lingkungan seharusnya dipahami sebagai factor penting dalam membentuk karakter para siswa dan bahkan juga mahasiswa yang belajar di sebuah kampus. Jika lingkungan kampus tidak terawat, rumput dibiarkan tumbuh secara liar, sampah tercecer di mana-mana, kamar kecil tidak terawat, lantai tidak disapu secara rutin, maka akan mempengaruhi terhadap kejiwaan siapa saja yang berada di lingkungan itu. Betapa besarnya peran lingkungan dalam membentuk perilaku seseorang dapat dilihat dalam gambaran berikut. Bahwa seseorang akan merasa harus berhati-hati tatkala berada di tempat yang terawat, rapi dan bersih. Orang akan ikut menata dirinya agar tidak disalahkan oleh orang lain ketika perilakunya tidak sesuai dengan tuntutan lingkungannya. Siapapun tidak mau dianggap mengganggu kebersihan yang seharusnya dijaga. Orang juga akan beradaptasi dengan lingkungan di mana mereka berada. Lingkungan yang rapi, tertib, dan bersih akan memaksa siapapun bertingkah laku sebagaimana tempat di mana mereka berada. Atas dasar kenyataan itu maka, lingkungan pendidikan harus ditata dan dirawat hingga kelihatan bersih dan rapi. Dengan begitu maka perilaku siswa atau mahasiswa di kampus yang rapi, indah dan bersih, akan terpengaruh olehnya. Lingkungan harus dipandang sebagai bagian dari pendidikan. Lingkungan harus dijadikan sebagai faktor penting untuk membentuk pribadi anak-anak atau mahasiswa yang belajar di sekolah atau kampus. Sekolah atau kampus tidak boleh dibiarkan kotor dan tidak terurus. Lingkungan yang sedemikian penting, ternyata belum menjadikan semua pimpinan lembaga pendidikan menyadari akan hal itu. Buktinya, tidak sedikit kita lihat, sekolah, madrasah dan juga kampus, lingkungannya dibiarkan begitu saja. Keadaan seperti itu menunjukkan bahwa tampak belum ada kesadaran bahwa lingkungan kampus sangat berpengaruh terhadap penanaman dan bahkan berpengaruh terhadap pikiran orang-orang yang berada di lingkungan tersebut. Lingkungan pendidikan, selain harus bersih, rapi juga semestinya dijaga keindahannya. Islam mengajarkan tentang kebersihan, kerapian dan juga keindahan. Oleh sebab itu semestinya tidak boleh sekolah, madrasah dan perguruan tinggi Islam menampakkan kekumuhan. Saya sangat sedih tatkala mendengar kritik terhadap lembaga pendidikkan yang memiliki identitas Islam tetapi sekedar merawat kebersihannya saja tidak mampu. Padahal sehari-hari mereka berbicara tentang kebersihan. Merawat kebersihan sebenarnya tidak selalu memerlukan biaya mahal. Asalkan mereka, —-yang bertanggung jawab, memiliki kepekaan atau terbiasa hidup bersih, maka akan merasa risih manakala lingkungannya tampak kotor. Oleh karena itu, kebersihan hanya terkait dengan kepekaan dan kemauan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sangat eronis kiranya seseorang bercita-cita besar, ingin membangun peradaban unggul, sementara menggerakkan petugas kebersihan saja, tidak mampu. Lingkungan pendidikan harus dipandang sebagai bagian harga diri dan menjadi faktor penting dalam pendidikan. Wallahu a’lam
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Arabiyatuna Arabiyatuna
