Monday, 11 May 2026
above article banner area

Keunggulan dan Kelemahan EVA

1 Keunggulan EVA.

Gatot Widayanto ( 1993 ) menyebutkan beberapa keunggulan dari EVA atau NITAMI, yaitu :

  1. NITAMI merupakan suatu ukuran kinerja operasional yang bisa berdiri sendiri tanpa perlunya ukuran / angka yang lain. Hal ini merupakan faktor keuntungan aplikasi NITAMI dalam bisnis dibandingkan dengan ukuran kinerja yang sudah lazim ( konvensional ).
  2. NITAMI tidak memerlukan analisis kecenderungan dan / atau perbandingan dengan perusahaan yang memiliki tingkat resiko hampir sama.
  3. NITAMI mencoba melihat segi ekonomis dalam pengukuran kinerja perusahaan dengan secara “ adil “ memperhatikan harapan – harapan penyandang dana ( kreditur dan pemegang saham ) ke – “ adil “ – annya dinyatakan dengan ongkos modal tertimbang dan berpedoman pada nilai pasar bukan nilai  buku.
  4. NITAMI bisa dipakai sebagai tolak ukur dalam pemberian bonus kepada karyawan. Jadi, NITAMI merupakan tolok ukur yang tepat untuk menjalankan stake holders satisfaction concept, yakni memperthatikan karyawan, pelanggan, dan pemodal.
  5. NITAMI adalah ukuran yang praktis, mudah dihitung, dan digunakan.

Menurut Siddharta Utama ( 1997 ) manfaat dari EVA, antara lain adalah :

  1. EVA terutama sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai penilai kinerja perusahaan dimana fokus penilaian kinerja adalah pada penciptaan nilai            ( value creation ).
  2. Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham. Dengan EVA para manajer berpikir dan juga bertindak seperti halnya pemegang saham, yaitu memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimumkan.
  3. Dalam berbagai penelitian di Amerika Serikat, para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan pengukuran lainnya, EVA mempunyai hubungan yang paling erat dengan tingkat pengembalian saham. Temuan mereka mendukung keefektifan EVA sebagai pengukur kinerja perusahaan.
  4. EVA membuat para manajer untuk memfokuskan perhatian pada kegiatan yang menciptakan nilai dan memungkinkan mereka untuk mengevaluasi kinerja berdasarkan kriteria maksimisasi nilai perusahaan.
  5. EVA akan menyebabkan perusahaan untuk lebih memperhatikan kebijaksanaan struktur modalnya.  EVA secara eksplisit memperhitungkan biaya modal atas ekuitas dan mengakui bahwa, karena lebih tingginya resiko yang dihadapi pemilik ekuitas, besarnya tingkat biaya modal atas ekuitas adalah lebih tinggi daripada tingkat biaya modal atas hutang. Kenyataan ini sering diabaikan oleh banyak perusahaan dewasa ini karena banyak yang menganggap bahwa dana ekuitas yang diperoleh dari pasdar modal adalah dana murah yang tidak perlu dikompensasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Anggapan bahwa dana ekuitas adalah dana murah antara lain karena tidak diperhitungkannya biaya modal atas ekuitas dilaporan Rugi – Laba sehingga seolah – olah dana ekuitas tersebut adalah gratis. Penggunaan EVA yang secara eksplisit memasukkan biaya modal atas ekuitas akan mengubah pandangan ini dan memaksa perusahaan – perusahaan untuk selalu berhati – hati dalam menentukan kebijakan struktur modalnya.
  6. EVA   dapat digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi dari biaya modalnya. Penggunaan EVA dalam mengevaluasi proyek akan mendorong para manajer untuk selalu melakukan evaluasi atas tingkat resiko proyek yang bersangkutan. Dengan EVA para manajer harus selalu membandingkan tingkat pengembalian proyek dengan tingkat biaya modal yang mencerminkan tingkat resiko proyek tersebut.

Budi W. Soetjipto ( 1997 ) mengemukakan bahwa :

EVA membantu manajemen puncak perusahaan untuk memfokuskan kegiatan usaha mereka, yaitu memperoleh EVA setinggi mungkin agar para pemegang saham mendapatkan penghasilan yang maksimal. Fokus ini sangat membantu mengurangi serendah mungkin konflik yang umum terjadi antara pihak manajemen dan pemilik perusahaan.

 

2 Kelemahan EVA.

Disamping banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh EVA, EVA juga memiliki kelemahan.

Siddharta Utama (1997), menyebutkan kelemahan dari EVA antara lain :

  1. EVA hanya menggambarkan penciptaan nilai pada suatu tahun tertentu. Nilai suatu perusahaan adalah merupakan akumulasi EVA selama umur perusahaan. Dengan demikian bisa saja suatu perusahaan mempunyai EVA pada tahun yang berlaku yang positif tetapi nilai perusahan tersebut rendah karena EVA dimasa datangnya yang negatif. Keadaan ini mungkin terjadi untuk jenis perusahaan yang mempunyai prospek masa depan yang suram. Sebaliknya untuk perusahaan dengan kegiatan yang memerlukan pengembalian yang cukup lama.  EVA pada awal tahun operasi adalah negatif sedangkan EVA pada akhir masa proyek adalah positif.
  2. Secara konseptual EVA memang lebih unggul daripada pengukur tradisional akuntansi, namun secara praktis belum tentu EVA dapat diterapkan dengan mudah. Proses penghitungan EVA memerlukan estimasi atas biaya modal dan estimasi ini terutama untuk perusahaan yang belum go public sulit untuk dilakukan dengan tepat.

Menurut Mike Rousana ( 1997 ), kelemahan EVA yaitu konsep EVA terlalu bertumpu kepada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam keputusannya untuk menjual atau membeli saham tertentu. Padahal pengaruh faktor lain sebagai penentu harga saham seringkali lebih dominan. Konsep ini juga menghendaki adanya transparasi kondisi internal perusahaan karena hanya dengan cara inilah EVA yang akurat dari perusahaan tersebut dapat dihitung. Pada kenyataannya seringkali perusahaan kurang transparan dalam mengemukakan kondisi internalnya sehingga dapat menyulitkan investor yang akan melakukan perhitungan EVA secara akurat. Dalam kaitannya dengan  MVA ( market value added ), konsep ini juga ideal hanya bila diterapkan pada pasar modal yang bersifat semi strong atau strong efificient di mana harga saham merupakan cerminan dari seluruh informasi yang tersedia di pasar.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *