Gaya Pengambilan Keputusan Rasional
Harren, dkk. (1978) menyatakan bahwa gaya pengambilan keputusan rasional ini bercirikan adanya kepastian atau mengejar hal-hal yang eksak dan masuk akal, kemampuan yang tinggi dalam perencanaan, kepercayaan diri yang tinggi, cenderung menyelesaikan tugas dengan kontrol tinggi. Berdasarkan hal ini diketahui bahwa individu dengan gaya pengambilan keputusan rasional cenderung berusaha untuk merumuskan pengambilan keputusan dengan banyak menitikberatkan pada penalaran rasional. Hal-hal yang tidak masuk akal dan berkaitan dengan emosi, perasaan maupun fantasi tidak begitu dihiraukan, akan tetapi hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan yang matang, perhitungan yang cermat, prediksi yang masuk akal dan pemikiran yang rasional tampak menonjol dalam individu dengan gaya pengambilan keputusan rasional ini. Mereka adalah tergolong orang yang tidak mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan Individu dengan gaya pengambilan keputusan rasional ini dapat menekan dan mengesampingkan hal-hal yang bersifat emosional dalam proses pengambilan keputusan (Phillips, dkk., 1984).
Bruce dan Scott (1999) menyatakan bahwa proses pengambilan keputusan berkaitan dengan masalah pengumpulan dan evaluasi informasi. Keen dalam disertasinya (dalam Bruce dan Scott, 1999), menunjukan bahwa pengumpul informasi yang sistematis, terarah lebih memungkinkan menjadi evaluator informasi yang rasional, sementara itu pengumpul informasi yang lebih banyak
melibatkan perasaan atau hal-hal yang bersifat emosional lebih memungkinkan menjadi evaluator informasi intuitif. Sekali lagi diketahui bahwa gaya pengambilan keputusan rasional menitikberatkan pada penalaran yang sistematis, terarah dan masuk akal. Robbins (1996) menyatakan secara sosial gaya pengambilan keputusan yang rasional ini lebih banyak diterima dibanding yang lainnya, apalagi di masyarakat maju yang lebih banyak menaruh perhatian pada hal-hal yang rasional.
Mengacu pada uraian tersebut, penulis berkesimpulan seorang yang memiliki gaya pengambilan keputusan rasional cenderung mengarahkan dirinya pada hal-hal yang masuk akal dan menekan hal yang bersumber pada aspek emosional.
Arabiyatuna Arabiyatuna
