Gaya Pengambilan Keputusan Intuitif
Gaya pengambilan keputusan intuitif ini lebih mengandalkan perasaan, kesadaran emosional, fantasi, kadang-kadang bersifat impulsif, cepat mengambil keputusan (Harren, dkk., 1978). Pengambilan keputusan intuitif adalah suatu proses tak sadar yang diciptakan dari dalam pengalaman yang tersaring. Dalam hal ini tidak berarti analisa rasional sama sekali tidak berjalan, lebih tepatnya antara faktor emosional, fantasi dan rasional saling melengkapi. Hanya saja aspek emosional lebih dominan (Robbins, 1996).
Robbins (1996) mengidentifikasikan ada delapan kondisi yang memungkinkan orang menggunakan pengambilan keputusan intuitif, yaitu:
a. Bila ada ketidakpastian dalam tingkat yang tinggi b. Bila hanya ada sedikit precedent untuk diikuti
c. Bila hal-hal yang dihadapi kurang dapat diramalkan secara ilmiah d. Bila fakta-fakta yang terkait terbatas
e. Bila fakta tidak dengan jelas menunjukan jalan untuk diikuti f. Bila data analisis kurang berguna
g. Bila ada beberapa penyelesaian alternatif yang masuk akal untuk dipilih dari antaranya dengan argumen yang baik untuk masing-masing
h. Bila waktu terbatas dan ada tekanan untuk segera mengambil keputusan yang tepat
Dalam masyarakat maju seperti Amerika, Inggris dan beberapa negara maju lainnya yang sangat menjunjung tinggi analisa rasional, ternyata pengambilan keputusan intuitif ini masih banyak dilakukan, namun orang yang melakukan cenderung tidak mengakui bahwa mereka melakukan demikian. Hal ini karena gaya pengambilan keputusan rasional lebih diinginkan dan diterima dalam masyarakat. Berbeda dengan analisa rasional, orang yang melakukan pengambilan keputusan intuitif ini biasanya akan menemui kesulitan apabila ia diminta untuk menjelaskan bagaimana ia sampai pada kesimpulannya dalam pengambilan keputusan yang dibuatnya karena kesimpulannya lebih cenderung berdasar pada intuisi yang dimilikinya, sementara itu orang yang menggunakan pengambilan keputusan rasional akan dengan mudah menjelaskan bagaimana jalan pikiran dan pertimbangan yang dipakai. Agar keputusan yang dibuat dapat dengan mudah diterima oleh banyak orang maka si pengambil keputusan intuitif sering mengemas keputusan yang dibuat itu dengan analisa yang bersifat rasional (Robbins, 1996).
Phillips, dkk. (1984) melakukan penelitian tentang gaya pengambilan keputusan ini dan menemukan bahwa dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang ternyata terkandung kedua gaya pengambilan keputusan tersebut (rasional dan intuitif ). Jadi dalam suatu pengambilan keputusan tidak secara mutlak atau sepenuhnya merupakan perwujudan salah satu gaya pengambilan keputusan saja. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang pernah dilakukan oleh Harren (1978) yang menemukan kesimpulan yang serupa, yaitu pendekatan keputusan yang dipakai individu mengandung unsur-unsur dari kedua gaya pengambilan keputusan. Penentuan gaya pengambilan keputusan yang dipakai seseorang ditentukan dari gaya mana yang mendominasi individu dalam melakukan pendekatan pengambilan keputusan. Jadi di antara kedua gaya pengambilan keputusan tersebut, tidak terdapat batasan yang tegas. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seorang individu sangat dimungkinkan mengandung ciri-ciri dari kedua gaya pengambilan keputusan tersebut. Hanya saja, penentuan gaya pengambilan keputusan yang dipakai oleh seseorang dilihat dari gaya pengambilan keputusan manakah yang muncul secara dominan dalam dirinya.
Berdasar penjelasan ini maka dapat ditarik beberapa hal berkaitan dengan gaya pengambilan keputusan intuitif. Pengambilan keputusan intuitif ini sering diterapkan pada saat kondisi sulit diprediksikan, bila waktu yang tersedia terbatas dan ada tekanan untuk segera mengambil keputusan (kondisi seperti ini sering mengarahkan orang untuk lebih mengandalkan intuisinya). Pengambilan keputusan intuitif ini tidak berarti bersifat negatif atau lebih buruk daripada
pengambilan keputusan rasional, hal ini terbukti dalam situasi yang genting gaya pengambilan keputusan intuitif ini ternyata sering dipergunakan orang.
Pemaparan mengenai kedua macam gaya pengambilan keputusan (rasional dan intuitif) seperti tersebut di atas bukan dimaksudkan sebagai upaya untuk memperlihatkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing gaya. Secara teoritik pemaparan tersebut dapat dipandang sebagai usaha untuk menunjukan bahwa dalam pengambilan keputusan dapat ditemukan dua macam gaya pengambilan keputusan .
Arabiyatuna Arabiyatuna
