Monday, 20 April 2026
above article banner area

Pengertian Kepribadian

Pengertian Kepribadian

 

Secara garis besar, persoalan dalam psikologi kepribadian itu berkisar di sekitar dua persoalan pokok, yaitu: menentukan apakah kepribadian itu dan usaha untuk mengukur apa yang telah ditentukan itu. Usaha-usaha untuk memecahkan persoalan yang pertama menghasilkan berbagai macam konsep dan teori tentang kepribadian,  sedangkan   usaha    untuk   memecahkan    persoalan    yang   kedua menghasilkan berbagai alat atau tes untuk mengungkapkan atau mengukur kepribadian ( Suryabrata, 2000). Apabila seseorang ingin mempelajari masalah kepribadian maka yang akan dijumpainya bukan hanya  satu teori saja, melainkan bermacam-macam teori tentang kepribadian. Untuk mempermudah pemahaman maka          dari      sekian            banyak            teori        tentang           kepribadian       tersebut    dilakukan penggolongan-penggolongan.             Banyaknya  teori     yang  berusaha       mencapai

 

 

 

 

 

 

pemahaman  tentang  masalah  kepribadian  ini  juga  mempengaruhi  banyaknya definisi tentang kepribadian  (Suryabrata, 1998).

Menurut Allport (dalam Sahrah,1990), dalam studi psikologi kepribadian ada empat pertanyaan dasar yang penting, yaitu: Pertama, apakah yang membuat individu-individu yang berbeda memiliki kesamaan dalam situasi yang sama. Kedua, apakah yang membuat individu-individu yang berbeda dalam situasi yang sama berperilaku secara berbeda. Ketiga, apakah yang membuat seseorang berperilaku sama dalam situasi yang berbeda-beda. Keempat, apakah yang membuat setiap orang unik satu dengan yang lainnya. Pertanyaan yang pertama sangat erat kaitannya dengan tujuan ilmu psikologi secara umum, yaitu untuk memahami,                        memprediksidan    mengontrol      perilaku     individu     di     dalam lingkungannya. Pertanyaan                        yang                   kedua  memfokuskan                pada     pengamatan perbedaan   perilaku   dari   individu   yang   berbeda   dalam   situasi   yang   sama (individual deferences). Pertanyaan yang ketiga menunjuk pada keajegan kepribadian,  bahwa  kualitas  personal  tidak  berubah  dari  situasi  yang  satu  ke situasi yang lain, sedangkan pertanyaan yang keempat mengisyaratkan bahwa studi-studi   kepribadian   ingin                        menemukan         karakteristik    yang              membedakan individu yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing teori akan menjawab keempat pertanyaan tersebut secara berlainan menurut latar belakang teori yang dianutnya, karena itu sangat besar kemungkinannya teori yang berbeda akan mendefinisikan arti kepribadian secara berbeda pula.

Berikut ini akan dipaparkan beberapa pengertian kepribadian yang telah dinyatakan   oleh   beberapa   ahli   psikologi,   meskipun   tidak   semua   batasan

 

 

 

 

 

 

kepribadian dapat diakomodasikan di sini. Allport menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya (dalam Suryabrata, 1998). Bischof (1970) menyatakan bahwa kepribadian dapat dilihat   sebagai    integrasi    dari    aspek-aspek    kognitif,    afektif,   konatif   dan karakteristik fisik individu seperti yang diperlihatkan dalam hubungannya dengan orang lain. Kepribadian merupakan motif perilaku atau sistem berprilaku. Sementara itu, Atkinson (1996) memberikan batasan kepribadian sebagai pola perilaku dan cara berpikir yang khas, yang menentukan penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Eysenck (dalam Suryabrata, 1998) memberikan definisi kepribadian sebagai keseluruhan pola perilaku baik yang aktual maupun potensial dari organisme yang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan. Menurut Cattel (dalam Hall dan Lindzey, 1999) kepribadian dipandang sebagai suatu hal yang dapat memungkinkan prediksi tentang apa yang akan dilakukan individu dalam situasi tertentu berkenaan pada perilaku yang menyeluruh baik perilaku yang tampak atau tidak tampak.

Berdasarkan beberapa batasan kepribadian yang telah dipaparkan di atas, berikut   ini   akan   dipaparkan   pula   beberapa   kesimpulan   berkaitan   dengan pengertian kepribadian. Pertama, kepribadian bukan hanya berkaitan dengan masalah kejiwaan saja, melainkan berkaitan juga dengan masalah kognitif, afektif, konatif yang terintegrasi ke dalam kesatuan kepribadian yang nampak dalam perilaku seseorang. Kedua, kepribadian mengandung tendensi determinasi yang ikut memainkan peranan yang aktif dalam tingkah laku individu. Personality is

 

 

 

 

 

 

what  lies  behind  specific  acts  and  within  the  individual  (Allport,  dalam Suryabrata, 1998). Ketiga, kepribadian ikut menentukan keunikan atau kekhasan individu  yang  satu  dengan  individu  yang  lainnya.  Tidak  ada  dua  orang  yang benar-benar sama dalam caranya menyesuaikan diri terhadap lingkungan, jadi dengan demikian berarti tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama persis. Keempat, kepribadian mengantarai individu dengan lingkungannya. Setiap individu pasti berinteraksi dan berusaha beradaptasi dengan lingkungannya, kepribadian  ini  berperan  sebagai  sesuatu  yang  mempunyai  fungsi  atau  arti adaptasi dan menentukan (Suryabrata, 1998). Berdasar hal ini, diketahui bahwa perilaku seseorang                                dalam berinteraksi dengan lingkungannya (baik lingkungan fisik atau psikologis) sangat dipengaruhi oleh kepribadiannya. Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh Sahrah (1988), bahwa dalam kehidupan sehari- hari individu mempunyai kebebasan untuk memilih situasi kehidupan di mana mereka     berada,    hal     ini    sangat     dipengaruhi    dan    disesuaikan     dengan kepribadiannya. Hall dan Lindzey (1978) juga menyatakan hal yang sepadan, yaitu kepribadian dapat dipandang sebagai ketrampilan sosial, yaitu kepribadian berkaitan dengan kemampuan dalam memilih reaksi-reaksi terhadap bermacam- macam respon dan dalam berbagai situasi.

Berdasarkan penjelasan ini, penulis menyimpulkan bahwa kepribadian menempati  posisi  yang  punya  peranan  penting  dalam  kehidupan  seseorang. Reaksi individu terhadap lingkungan dan perilakunya ternyata dipengaruhi oleh kepribadiannya.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *