saya dulu jatuhkan setetes air mata di selat sunda. di hari saya dapat menemukannya lagi, tersebut waktunya saya berhenti mencintaimu.
ngga usah janjiin bintang serta bln. buat aku, cukup janjiin anda akan senantiasa bersamaku dibawah cahayanya.
bila anda nanya mana yg lebih mutlak untuk aku : hidupku atau hidupmu, saya akan jawab hidupku. eits, jangan sampai marah dulu, sebab kamulah hidupku.
jika keujanan bareng anda, air hujan yg dingin lantas jadi layaknya air shower yg hangat
panas satu tahun dihapus hujan satuhari. jomblo satu tahun dihapus anda sehari
senyum anda seperti baking soda, buat senyumku ikutan mengembang
sejak kenal anda, yang saya tau hanya 1 musim. musim rindu
sejak kenal anda, bawaanya ingin studi terus deh. studi lantas yang paling baik untuk kamu.
temenin saya ke rumah sakit yuk, hati saya ilang nih. | kok dapat ? | di ambil anda.
diliat dari garis muka, jangankan aura-aura jahat, aura kasih saja kalah sama kecantikan kamu
heh anda bila cantik kira – kira dong | mengapa mas ? | periode saya sampek nggak dapat tidur gara-gara mikirin kecantikanmu
pertama ketemu, saya takut ngomong sama anda. pertama ngomong sama anda, saya takut bila kelak senang sama anda sudah senang, saya jadi takut bila jatuh cinta. sesudah saat ini cinta sama anda, saya lantas bener2 takut kehilangan anda. anda benar-benar menakutkan !
dikala hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.
seandainya saya ada kemungkinan sisi dari dirimu, saya menginginkan lantas airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, serta mati di bibirmu.
Tags air aura gara hidup hidupku hujan jadi kira lantas musim sama senang studi takut
Arabiyatuna Arabiyatuna
