Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orangtua
Menurut Hoffmann dan Lippit (dalam Mussen, 1970) bahwa pola asuh orangtua dipengaruhi oleh:
a. Kepribadian orangtua. Meliputi bagaimana pengalaman orangtua sebelumnya ketika diasuh oleh orangtuanya, pengalaman-pengalaman dalam perkawinan.
b. Pendidikan orang tua. Apakah orangtua memiliki tingkat pendidikan yang tinggi atau tingkat pendidikan yang rendah mempengaruhi mereka dalam mengasuh anak-anaknya.
c. Keadaan dalam keluarga. Meliputi besar kecilnya jumlah keluarga, variasi jenis kelamin, keadaan sosial ekonomi keluarga, faktor budaya dan lingkungan, faktor tempat tinggal dalam hal ini tinggal di desa atau di kota.
d. Pandangan orangtua terhadap anak dalam pelaksanaan pola asuh. Di dalam hal ini bagaimana orangtua menerapkan disiplin kepada anak, pemberian hadiah dan hukuman, bagaimana model penolakan dan penerimaan orangtua terhadap anak, bagaimana sikap orangtua terhadap anak yaitu konisten atau tidak konsisten dan bagaimana harapan-harapan orangtua terhadap anak.
e. Karakteristik pribadi anak yang meliputi kepribadian anak, konsep diri, kondisi fisik (apakah cacat atau normal) dan kesehatan fisik.
Pendapat lain yang hampir sama dikemukakan oleh Sanderson dan Thompson (2002) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua antara lain :
a. Karakteristik anak. Ini meliputi usia anak, kelahiran anak, dalam hal ini apakah anak lahir cacat fisik maupun mental atau tidak, jenis kelamin dan temperamen anak.
b. Orientasi peran jenis orangtua. Palkovita (dalam Sanderson dan Thompson,
2002) menyatakan bahwa orangtua yang memiliki peran jenis androgini lebih banyak melibatkan diri kepada anak dibandingkan orangtua yang memiliki peran jenis feminin dan maskulin. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Bailey (dalam Sanderson dan Thompson, 2002) bahwa seorang bapak yang sikapnya mendukung feminin akan melibatkan diri pada anak dan tinggal bersama anak ketika anak tersebut sakit.
c. Pengalaman dalam pernikahan. Pengalaman pernikahan yang menyenangkan akan mempengaruhi orangtua dalam mengasuh anak-anaknya.
d. Etnis. Faktor etnis atau budaya juga memfasilitasi orangtua dalam mengasuh anak-anaknya.
e. Status Pekerjaan orangtua. Status pekerjaan menentukan cara orangtua dalam mengasuh anaknya. Lingkungan pekerjaan dimana individu-individu yang telah berkeluarga dan memilki anak, biasanya saling bertukar pengalaman mengenai kondisi keluarga. Individu yang sukses menata keluarganya
termasuk bagaimana mengasuh anak, biasanya individu lain ingin mengikuti cara tersebut dangan maksud salah satunya adalah supaya dianggap sebagai orangtua yang berhasil.
Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pola asuh orangtua kepada anak dipengaruhi oleh kondisi pribadi orangtua meliputi kepribadian, pendidikan, orientasi peran jenis orangtua. Lebih lanjut juga dipengaruhi oleh faktor pengalaman orangtua misalnya keadaan di dalam keluarga dan pengalaman dalam pernikahan. Etnis dan karakteristik anak turut berperan dalam pola asuh orangtua.
Arabiyatuna Arabiyatuna
