Sunday, 10 May 2026
above article banner area

Hubungan / Keterkaitan Antara Kinerja Keuangan Dengan Harga Saham

Harga saham yang bersedia dibayar oleh pemodal mencerminkan arus kas bersih yang diharapkan setelah memperhitungkan waktu dan resiko investasi. Pembicaraan mengenai nilai sebuah saham juga menyangkut dengan perkiraan prestasi perusahaan dimasa depan. Prestasi perusahaan dapat dinilai dari besarnya kinerja keuangan selama periode tertentu. Kinerja keuangan perusahaan bisa diamati dari laporan keuangan yang dikeluarkan  secara periodik. Oleh karenanya, kinerja keuangan dapat digunakan sebagai input untuk mengukur perubahan harga saham       ( Yogo Purnomo, 1998 ).

Untuk menentukan saham perusahaan apa yang akan dipilih, pemodal biasanya dibantu oleh pialang sekuritas. Pialang sekuritas akan merekomendasikan saham yang layak untuk dipilh berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang umum dipergunakan adalah aktif diperdagangkan dan fundamentalnya bagus. Selain mereka, analis sekuritas juga mengamati kinerja fundamental keuangan dalam mengevaluasi dan proyeksi harga saham perusahaan. Dalam kolom polling saham unggulan sepekan di harian Media Indonesia dengan nara sumber perusahaan sekuritas, pialang dan pemodal, salah satu variabel yang turut mempengaruhi hasil polling adalah isu kinerja individu dari setiap emiten yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta ( BEJ ). Ramainya kegiatan pertukaran portofolio dilantai bursa menurut para analis investasi dan sekuritas sedikit banyak juga dilhami oleh isu kinerja fundamental keuangan emiten. Kasus – kasus tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga saham perusahaan memberikan indikasi terjadinya perubahan prestasi perusahaan selama periode tertentu, setidaknya pada tingkat agregat. Prestasi perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola kekayaan yang dimiliki dari sumber dana tertentu untuk menghasilkan keuntungan. Prestasi perusahaan bisa dikaji dari kinerja keuangan perusahaan yang diolah dari laporan keuangan yang dikeluarkan secara periodik.

Menurut pendapat Sunariyah ( 1997 : 21 ), nilai perusahaan tercermin pada kekuatan tawar menawar saham. Apabila perusahaan diperkirakan sebagai perusahaan yang mempunyai prospek pada masa yang akan datang, nilai saham menjadi tinggi. Sebaliknya, apabila perusahaan dinilai kurang mempunyai prospek maka harga saham menjadi rendah.

Harga pasar saham adalah market clearing prices yang ditentukan berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran. Harga saham memberikan ukuran yang obyektif tentang nilai investasi pada sebuah perusahaan. Oleh karenanya, harga saham memberikan indikasi perubahan harapan pemodal sebagai akibat perubahan kinerja keuangan. Pada akhirnya variasi harga saham pada waktu tertentu memberikan sebuah indikasi berubahnya kinerja keuangan perusahaan ( Yogo Purnomo, 1998 ).

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *