Konsep Keluarga
2.1.1 Definisi
Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan yang saling ketergantungan.
Menurut Bailon dan Maglaya (1989 : 43) Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan atau pengangkatan dan hidup dalam rumah tangga dan berinteraksi satu sama lain dan dalam perannya menciptakan dan mempertahankan kebudayaan.
Menurut UU No. 10 tahun 1992 Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya
Menurut Friedman (1998 : 145) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih secara bersama karena suatu ikatan lahir dan emosional dan setiap individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.
Keluarga dapat dikatakan harmonis jika para anggota didalamnya bisa berhubungan secara serasi dan seimbang, saling memuaskan kebutuhan anggota lainnya serta memperoleh kepuasan atas segala kebutuhannya ( BKKBN, 2006 : 102).
Teori Maslow yang membahas tentang beragam kebutuhan manusia telah menyusun suatu hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh individu sebagai pribadi dan sebagai anggota keluarga secara selaras dan seimbang,yaitu:
- Kebutuhan biologik-faali (kebutuhan-kebutuhan dasar) seperti makan, minum, pakaian dsb.
- Kebutuhan akan rasa aman (bebas dari bahaya dan ancaman baik fisik maupun psikis).
- Kebutuhan akan kasih sayang (afeksi) dan rasa kebersamaan, rasa memiliki dan dimiliki, merasa dirinya bagian integral dari keluarga (belonging).
- Kebutuhan akan penghargaan dan prestasi (self esteem)
- Kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri).
2.1.2 Struktur Keluarga
Menurut Nasrul Efendi, (1998 : 45) Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam :
1) Patrilineal : Keluarga yang sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui garis ayah
2) Matrilineal : Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara beberapa generasi yang disusun melalui garis ibu
3) Matrilokal : Sepasang suami istri yang tinggal dengan keluarga istri
4) Patrilokal : Sepasang suami istri yang tinggal dengan keluarga suami
5) Kawinan : Hubungan suami istri sebagai dasar dari pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
2.1.3 Type atau bentuk keluarga
Menurut Nasrul Efendi, (1998 : 44) Type atau bentuk keluarga yaitu:
1) Keluarga inti, adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak
2) Keluarga besar, adalah keluarga inti ditambah sanak saudara
3) Keluarga berantai, adalah keluarga yang terdiri-dari suami atau istri yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan keluarga inti.
4) Singgle family, adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
5) Keluarga berkomposisi, adalah keluarga dengan perkawinan berpoligami yang hidup secara bersama-sama
6) Keluarga kabitas, adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk satu keluarga
2.1.4 Pemegang kekuasaan dalam keluarga
Menurut Nasrul Efendi,(1998 : 87) pemegang kekuasaan dala keluarga adalah:
1) Patriakal, adalah dominan pemegang kekuasaan adalah pihak ayah
2) Matriakal, adalah dominan pemegang kekuasaan adalah pihak ibu
3) Equalitarian, adalah Kekuasaan dalam keluarga dipegang oleh ayah dan ibu
2.1.5 Peran keluarga
Peran yang dikutip oleh Frieman dari Nye, 1976 dinyatakan sebagai suatu perilaku yang bersifat homogen yang diharapkan secara normatif oleh seorang ocupan (Seseorang yang memegang suatu posisi dalam struktur sosial) dalam situasi sosial tertentu. Posisi atau status sosial didefinisikan sebagai tempat seseorang dalam sistem sosial. Dalam pelaksanaan peran berkenaan dengan siapa pemegang kekuasaan keluarga (Friedman, 1998 : 146).
Peran dalam keluarga memberikan tujuan homeostasis, homeostasis ini mengacu pada pemanfaatan mekanisme regulator oleh keluarga untuk mengatur keseimbangan dalam keluarga (Friedman, 1998). Turner, 1970 menyatakan jika keluarga tidak menyatakan atau melaksanakan peranya maka keluarga akan menjadi ketergantungan terhadap keberadaan peran-peran diluar keluarga (Misalkan petugas kesehatan)
2.1.6 Variabel yang mempengaruhi pelaksanaan peran keluarga
Menurut Friedman, 1998 Menyangkut struktur kekuasaan keluarga , ada faktor-faktor yang mempengaruhi peran keluarga yang meliputi:
1) Kelas Sosial
Fungsi dari peran keluarga tentulah dipengaruhi oleh tuntutan kepentingan dan kebutuhan yang ada dalam keluarga
2) Bentuk Keluarga
Keluarga dengan orang tua tunggal jelas bebeda dengan orang yang masih lengkap, demikian juga dengan antara keluarga inti dan keluarga besar yang beragam dalam pengambilan keputusan dan kepentingan akan rawan konflik peran.
3) Latar Belakang Keluarga
- Kesadaran dan kebiasaan keluarga
Notoadmojo 1995 menyatakan kesadaran merupakan titik temu atau equilibrium dari berbagai pertimbangan dan perbandingan yang menghasilkan keyakinan. Kebiasaan yang meningkatakan kesehatan yaitu; tidur teratur, sarapan setiap hari, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tidak makan sembarangan, olah raga, pengontrolan berat badan.
- Sumber daya keluarga (Moenir, 1995 : 56)
Sumber daya atau pendapatan keluarga merupakan penerimaan seseorang sebagai imbalan atas semua yang telah dilakukan dengan tenaga atau pikiran seseorang terhadap orang lain atau organisasi lain. Dalam pendapatan ada 2 metode yang dilakukan yaitu; KFM ( kebutuhan fisik minimum) dan KHM (Kebutuhan hidup minimum).
4) Siklus keluarga
Perbedaan siklus keluarga yang sedang dialami juga merupakan hal yang dapat mempengaruhi peran karena perbedaan kebutuhan dan kepentingan.
2.1.7 Peran keluarga dalam kesehatan
Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai peran dan tugas di bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan yang meliputi :
1) Mengenal masalah kesehatan
Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak berarti dan karena kesehatanlah seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis. Orang tua perlu mengenal keadaan sehat dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarganya. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung akan menjadi perhatian dari orang tua atau pengambil keputusan dalam keluarga (Suprajitno, 2004). Mengenal menurut Notoadmojo, 1995 diartikan sebagai pengingat sesuatu yang sudah dipelajari atau diketahui sebelumnya. Sesuatu tersebut adalah sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Dalam mengenal masalah kesehatan keluarga haruslah mampu mengetahui tentang sakit yang dialami pasien.
2) Memutuskan tindakan yang tepat bagi keluarga
Peran ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai keputusan untuk memutuskan tindakan yang tepat (Suprajitno, 2004). Friedman, 1998 menyatakan kontak keluarga dengan sistem akan melibatkan lembaga kesehatan profesional ataupun praktisi lokal (Dukun) dan sangat bergantung pada:
- Apakah masalah dirasakan oleh keluarga ?
- Apakah kepala keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dihadapi salah satu anggota keluarga ?
- Apakah kepala keluarga takut akibat dari terapi yang dilakukan terhadap salah satu anggota keluarganya ?
- Apakah kepala keluarga percaya terhadap petugas kesehatan?
- Apakah keluarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas kesehatan?
3) Memberikan perawatan terhadap keluarga yang sakit
Beberapa keluarga akan membebaskan orang yang sakit dari peran atau tangung jawabnya secara penuh, Pemberian perawatan secara fisik merupakan beban paling berat yang dirasakan keluarga (Friedman, 1998). Suprajitno menyatakan bahwa keluarga memiliki keterbatasan dalam mengatasi masalah perawatan keluarga. Dirumah keluarga memiliki kemampuan dalam melakukan pertolongan pertama. Untuk mengetahui dapat dikaji :
- Apakah keluarga aktif dalam ikut merawat pasien?
- Bagaimana keluarga mencari pertolongan dan mengerti tentang perawatan yang diperlukan pasien ?
- Bagaimana sikap keluarga terhadap pasien? (Aktif mencari informasi tentang perawatan terhadap pasien)
4) Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
- Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki disekitar lingkungan rumah
- Pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan dan manfaatnya.
- Kebersamaan dalam meningkatkan dan memelihara lingkungan rumah yang menunjang kesehatan.
5) Menggunakan pelayanan kesehatan
Menurut Nasrul, 1998, pada keluarga tertentu bila ada anggota keluarga yang sakit jarang dibawa ke puskesmas tapi ke mantri atau dukun.
Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam memanfaatkan sarana kesehatan perlu dikaji tentang :
- Pengetahuan keluarga tentang fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau keluarga
- Keuntungan dari adanya fasilitas kesehatan
- Kepercayaan keluarga terhadap fasilitas kesehatan yang ada
- Apakah fasilitas kesehatan dapat terjangkau oleh keluarga.
Tenaga kesehatan dapat menjadi hambatan dalam usaha keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Hambatan yang dapat muncul terutama kamunikasi (Bahasa) yang kurang dimengerti oleh petugas kesehatan. Pengalaman yang kurang menyenangkan dari keluarga ketika berhadapan dengan petugas kesehatan ketika berhadapan dengan petugas kesehatan.
2.1.8 Ciri-ciri keluarga di Indonesia (Nasrul, 1998 : 132)
1) Suami sebagai pengambil keputusan
2) Merupakan satu kesatuan yang utuh
3) Berbentuk monogram
4) Bertanggung jawab
5) Meneruskan nilai-nilai budaya
6) Ikatan keluarga yang erat
7) Mempunyai semangat gotong royong.
Arabiyatuna Arabiyatuna
