1. Pendekatan Multikultural dalam Pendidikan Agama : Urgensi dan Signifikansi
Pendidikan Multikultural adalah suatu keniscayaan. Ia merupakan paradigma dan metode untuk menggali potensi keragaman etnik dan kultural nusantara, dan mewadahinya dalam suatu manajemen konflik yang memadai. Pendidikan multikultural merupakan kearifan dalam merespon dan mengantisipasi dampak negatif globalisasi yang memaksakan homogenisasi dan hegemoni pola dan gaya hidup. Ia juga jembatan yang menghubungkan dunia multipolar dan multikultural yang mencoba direduksi isme dunia tunggal kedalam dua kutub saling berbenturan antara Barat-Timur dan Utara-Selatan.[1]
Selama ini, pendidikan di Indonesia sedikit menyentuh persoalan bagaimana menghargai kepercayaan-kepercayaan keagamaan dan keragaman kultural yang sangat kaya. Ada kecenderungan Homogenisasi yang diintrodusir secara sistematik melalui dunia pendidikan dibawah payung kebudayaan nasional, hegemoni kebudayaan jawa sebagai pusat dan kebudayaan lain sebagai pinggiran, dan pemiskinan budaya dengan meringkas keragaman identitas kultural sejumlah propinsi. Proses homogenisasi, hegemoni dan pemiskinan budaya itu diajarkan dalam Civic education, seperti pancasila, penatarn P4 dan bahkan Pendidikan agama (religious education).
Memang pergeseran-pergeseran sosial tersebut merupakan sesuatu yang lumrah karena tidak dikenal sebelumnya. Masing-masing komunitas menutup dirinya sendiri dan mempunyai suatu persatuan semu yang dipaksakan. Kita lihat sebelumnya didalam pendidikan multikultural tidak ada pengelompokan-pengelompokan komunitas yang mengagungkan nilai-nilai kelompok sendiri tetapi yang mengenal akan nilai-nilai hidup budaya/komunitas yang lain. Oleh sebab pendidikan multikultural tidak akan dikenal adanya fanatisme atau fundamentalisme sosial-budaya termasuk agama, karena masing-masing komunitas mengenal dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.
Setidaknya ada empat alasan utama mengapa Multikultural harus diakomodir dalam system pendidikan kewarganegaraan umumnya, dan Pendidikan Agama khususnya. Diantaranya adalah sebagai berikut :[2]
Arabiyatuna Arabiyatuna
