Sunday, 19 April 2026
above article banner area

Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan.

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu. Bagi para analis laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Sofyan Safri Harahap ( 1998 : 105 ).

Jenis Laporan Keuangan.

Weston & Copeland ( 1995 : 25 ) mengatakan dalam bukunya, bahwa gambaran yang lengkap tentang aktivitas akuntansi keuangan suatu perusahaan selama satu tahun terdiri dari tiga laporan keuangan dasar, yaitu :

Neraca awal tahun memberikan gambaran tentang perusahaan pada permulaan tahun pajaknya, ditambah neraca akhir tahun yang memberikan gambaran tentang harta dan hutang akhir.

Perhitungan rugi laba menunjukkan arus pendapatan dan beban atau biaya selama interval antara neraca awal dan akhir periode.

Laporan arus kas merinci sumber – sumber perubahan kas dan ekuivalen kas selama interval waktu yang sama dengan perhitungan rugi laba.

 

2.4.2 Tujuan Laporan Keuangan.

Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi ( Dwi Prastowo ; 1995 : 5 ).

Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk dapat melakukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas ( dan setara kas ), dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Posisi keuangan perusahan dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Informasi mengenai kinerja perusahaan, terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa depan, sehingga dapat memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas ( setara kas ) serta untuk merumuskan efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

Informasi perubahan posisi keuangan bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode pelaporan. Selain berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan kas dan setara kas, informasi ini juga berguna untuk menilai kebutuhan persahaan dalam memanfaatkan arus kas tersebut.

Laporan keuangan yang disusun untuk memenuhi tujuan – tujuan tersebut memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Meskipun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pemakai dalam proses pengambilan keputusan ekonomi mereka. Selain untuk tujuan – tujuan tersebut, laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen  atau menggambarkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

 

2.4.3 Analisis Rasio Keuangan.

Ukuran yang lazim digunakan dalam penilaian kinerja keuangan perusahaan adalah analisa rasio keuangan. Menurut pendapat dari Yogo Purnomo ( 1998 ), ada empat pertanyaan penting mengenai operasional perusahaan, yaitu :

(1)      Bagaimana likuiditas perusahaan ? Pertanyaan ini mencoba mengungkap seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya pada saat jatuh tempo. Lebih jauh pertanyaan ini mencoba mengamati apakah perusahaan mempunyai sumber dana yang cukup memadai untuk melunasi tanggung jawabnya pada saat jatuh tempo. Rasio keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas.

(2)      Apakah manajemen menghasilkan laba yang memadai dari penggunaan asset – asset perusahaan ? Rasio keuangan yang digunakan dikenal dengan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas menerangkan kemampuan manajemen dalam menghasilkan keuntungan operasional usaha atau penjualan atas pemakaian asset – asset perusahaan.

(3)      Bagaimana perusahaan mendanai asset – asssetnya ? Rasio keuangan yang digunakan masuk dalam kategori rasio laverage. Rasio – rasio keuangan ini menjelaskan proporsi besarnya sumber – sumber pendanaan jangka pendek atau jangka panjang terhadap pemakaian asset – asset perusahaan. Hal lain yang bisa diungkap dari kelompok rasio laverage adalah bagaimana kecenderungan struktur permodalan usaha, apakah perusahaan lebih banyak menggunakan pendanaan hutang atau lebih konsentrasi pada modal sendiri    ( ekuitas ) dalam struktur permodalan usaha.

(4)      Apakah para pemegang saham menerima penghasilan yang memadai dari investasi yang telah mereka lakukan ? Rasio keuangan yang digunakan adalah rasio – rasio pasar modal ( capital market ratio ). Rasio – rasio pasar modal sebagian besar menggunakan variabel – variabel penting mengenai harapan – harapan pemodal dan perubahan nilai saham.

Dari empat rasio keuangan yang digunakan untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut, hanya kelompok rasio laverage mengenai struktur permodalan usaha dan rasio – rasio pasar modal yang dalam perhitungan matematisnya menggunakan variabel – variabel yang berkaitan langsung dengan sekuritas saham. Variabel – variabel itu adalah Debt to Equity Ratio ( DER ), yang menggambarkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan usaha. Return on Equity   ( ROE ) menerangkan laba bersih yang dihasilkan untuk setiap ekuitas. Earning per Share ( EPS ), menandakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih dari setiap lembar saham. Price to Earning Ratio ( PER ) menerangkan perbandingan harga pasar dari setiap lembar saham terhadap EPS, sedangkan Deviden per Share ( DPS ) menjelaskan besarnya deviden yang diterima oleh pemodal dari setiap lembar saham.

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *