Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Pengertian Pembinaan Mental Generasi muda

Pengertian Pembinaan Mental Generasi muda          

Dalam lembaran sejarah bangsa dari masa ke masa akan kita temukan bahwa generasi mudalah yang selalu memegang peranan yang terpenting, generasi muda sebagai soko guru masyarakat dan tulang punggung bagi setiap bangsa. Jika generasi mudanya maju maka majulah bangsa itu, akan tetapi sebaliknya jika generasi mudanya pasif, maka kemunduranlah yang terjadi pada bangsa tersebut.

Generasi muda dalam perannya sekarang ini telah menurun tidak seperti sebelumnya, mereka cenderung bersifat individual, dalam arti lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum, sikap cuek terhadap situasi dan kondisi sosial masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut harus diupayakan dengan cara singkat dengan pembinaan yang intensif, kontinyu, terarah dan lain sebagainya, demi terwujudnya tujuan dari bangsa untuk mencetak kader bangsa dimana generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan kebudayaan sebelum berubah menjadi DIKNAS, memberikan pengertian kata   “pembinaan” dalam kamus tersebut sebagai sebuah proses, perbuatan, cara, membina, pembaharuan ; penyempurnaan atau arti secara luasnya adalah usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil untuk memperoleh hasil yang baik.37

Dalam artian secara praktis pembinaan adalah suatu usaha dan daya upaya yang dilakukan secara sadar serta dengan metode tertentu baik secara personal (perorangan) maupun secara lembaga (institusi) yang merasa punya tanggungjawab terhadap perkembangan dan pendidikan generasi muda (remaja) untuk dapat diarahkan pada sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan tentang ‘mental’ dalam kamus besar bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebelum berubah menjadi DEPDIKNAS memberikan pengertian mental “sebagai hal yang menyangkut batin dan watak manusia yang bukan bersifat badan atau tenaga”.38

Menurut Zakiyah Darajat mental merupakan semua unsur pikiran termasuk jiwa, emosi, sikap, dan perasaan secara keseluruhan serta kebulatan yang akan menetapkan corak tingkah laku, cara menghadapi segala hal yang perasaan misalnya ; mengecewakan, menggembirakan, menggelisahkan, memprihatinkan, menakutkan, membahagiakan dan lain sebagainya.39

Dari pengertian diatas dapat diambil pengertian tentang pembinaan mental generasi muda, yaitu sebagai sebuah proses usaha dan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana dengan metode yang jelas yang dilakukan secara perorangan (personal) maupun lembaga (institusi) yang merasa bertanggung jawab terhadap pertumbuhan, perkembangan pendidikan dalam membentuk kepribadian ganerasi muda (remaja) dengan usia antara 14 – 21 tahun  yang masih mengalami masa peralihan atau dapat dikatakan masih labil, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Atau pembinaan mental generasi muda (remaja) adalah usaha dan upaya dalam penyadaran remaja terhadap posisinya sebagai tonggak perkembangan persoalan-persoalan yang muncul ditengah masyarakat, yang kadang kala memang sangat komplek dan begitu rumit sehingga langkah  yang diambil atau solusi haruslah sesuai dengan sasaran dari pokok permasalahan.



37 Depdikbud,  Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990, hal : 117

38 Depdikbud, op cit, hal : 575

39 Zakiyah Darajat, Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, Ruhama, Jakarta, 1995, hal : 75

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *