Pengertian Remaja
Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh”
Atau “tumbuh menjadi dewasa”. Bangsa primitif, demikian pula orang-orang zaman purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode-perode lain dalam rentang kehidupan; anak dianggap telah dewasa apabila sudah mampu mengadakan reproduksi (Hurlock, 1994).
Masa remaja sangat berbeda dari masa sebelumnya, yaitu masa kanak. Pada masa ini terjadi perubahan dalam aspek fisiologis, emosi, kognisi dan sosial, karena remaja tidak bisa dianggap sebagai anak-anak lagi. Remaja diharapkan dapat berintegrasi dengan masyarakat di lingkungan remaja tersebut berada. Piaget (dalam Hurlock,1994) menyatakan bahwa secara psikologis, masa remaja adalah usia waktu individu berintegrasi dengan masyarakat
dewasa, usia dimana remaja tersebut tidak lagi merasa di bawah tingkat orang- orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang- kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat mempunyai aspek efektif, salah satunya perubahan intelektual yang mencolok, yaitu transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja. Ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas umum dari periode perkembangan tersebut.
Menurut Mönks,dkk (1994) masa remaja sebetulnya tidak mempunyai
tempat yang jelas. Ia tidak termasuk golongan anak, tetapi ia tidak pula termasuk golongan orang dewasa atau golongan tua. Remaja ada diantara anak dan orang dewasa. Remaja masih belum mampu untuk menguasai fungsi fisik maupun psikisnya. Ditinjau dari segi tersebut mereka masih harus menemukan tempat dalam masyarakat.
Berdasarkan pendapat para tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah masa yang mengalami banyak perubahan, meliputi perubahan fisik, biologis, kognisi dan sosioemosi. Ini yang menandakan remaja berbeda dengan masa sebelumnya, yaitu masa kanak-kanak. Namun di satu sisi remaja tidak dapat dikatakan sebagai individu dewasa karena masih harus banyak belajar dalam masyarakat.
Arabiyatuna Arabiyatuna
