- 1. Pengukuran Iklim Organisasi
Organisasi bisa dikatakan mempunyai iklim yang baik bila karyawannya dapat merasakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Bila iklim organisasi dirasakan secara baik oleh karyawan maka akan tercipta iklim organisasi yang baik dan pada akhirnya menimbulkan penilaian yang positif pada perusahaan itu sendiri.
Iklim organisasi terbentuk tergantung pada beberapa faktor, dimana hal ini terjadi melalui proses memahami informasi akan lingkungan organisasi yang dirasakan karyawan.
Kolb, Robin dan Mcintryre (dalam Anggariani, 1992: 16) mengutarakan sembilan faktor dalam iklim organisasi yang terdiri dari:
- Konformitas
Adalah kesesuaian antara harapan-harapan organisasi dengan pelaku organisasi (perusahaan).
- Tanggung jawab
Adalah tanggung jawab pribadi pada diri anggota organisasi atau tanggung jawab, anggota organisasi untuk melaksanakan tugas demi tujuan organisasi untuk anggota organisasi dapat mengambil keputusan dan memecahkan persoalan yang dihadapi tanpa harus melibatkan atasan atau orang lain.
- Standard
Adalah penetapan mutu dan kwalitas produk dari hasil kerja yang jelas sehingga sesuai dengan yang diharapkan organisasi. Dalam hal ini hasil kerja yang diminta merupakan kejelasan yang berhubungan dengan penampilan kerja dalam organisasi.
- Hadiah
Adalah imbalan yang berupa hadian atau hukuman atas prestasi yang dicapai. Hukuman menunjukan adanya penolakan terhadap perilaku dan perbuatan.
- Kejelasan organisasi
Adalah kejelasan tujuan dan kebijakan yang diterapkan organisasi. Segala sesuatu diorganisasikan dengan jelas dan tidak membingungkan, kacau atau kabur.
- Indentitas organisasi
Adalah loyalitas kelompok dalam diri anggota organisasi, sehingga menimbulkan identitas kelompok.
- Team spirit
Adalah kehangatan dan pemberian semangat kerja dalam organisasi. Para anggota organisasi saling mempercayai dan saling membantu.
- Resiko
Adalah persepsi anggota organisasi terhadap kebijakan manajemen tentang adanya kemungkinan-kemungkinan ataupun resiko-resiko dalam mengambil keputusan.
- Konflik
Adalah pertentangan-pertentangan sejumlah individu dan adanya persaingan antar bagian di dalam organisasi.
Ada lima perinsip yang menentukan iklim dalam organisasi adalah:
- Seorang Pemimpin
Pada dasarnya setiap tindakan yang dilakukan pimpinan mempengaruhi iklim dalam bersikap. Kondisis yang lebih baik dimana manajemen mempengaruhi pelaksanaan peraturan organisasi, kebijaksanaan prosedur, hubungan masing-masing staff, pembagian imbalan, gaya komunikasi, tindakan disiplin, hubungan manejer dengan bawahan.
- Individu
Pada hakekatnya hubungan antara manusia mempengaruhi iklim organisasi. Iklim organisasi mempengaruhi setiap individu melalui kepribadian merka, tertama kebutuhan mereka dan mengambil tindakan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan. Arah komunikasi yang baik menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan pada hubungan manusia. Ketergantungan pada seseorang menghidupkan atau melaksanakan, setiap individu dapat menciptakan iklim yang positif.
- Organisasi
Organisasi mempengaruhi iklim melalui sistem pengelolaan, melalui sistem ini manajer bermaksud mempertahankan anggota-anggotanya. Sistem yang lebih luas lagi melalui sistem komunikasi organisasi, sistem pemberian imbalan, sistem perbaikan organisasi karyawan, kebijakan dan prosedur kerja yang tinggi, hubungan kebijaksanaan perusahaan dengan kelompok, struktur organisasi dan sistem kebijaksanaan serta prosedur pegawai.
- Kelompok
Kebutuhan setiap manusia dihadapkan pada dimana setiap anggota membutuhkan suatu kepuasan didalam organisasi.
- Faktor-faktor Eksternal
Banyak faktor eksternal organisasi yang mempengaruhi iklim. Contohnya; bidang ekonomi, dengan tingginya inflasi. Semua itu akan menjadi perhatian dari karyawan dan mengakibatkan terjadinya keputusan karyawan.
Penilaian iklim dan perumusan dari strategi manajemen yang didasarkan pada penilaian bukanlah proses satu car kerja. Hal ini melibatkan beberapa langkah atau tingkatan antara lain :
- Menyusun strategi
- Menyusun rencana sesuai dengan tujuan
- Pelaksanaan dari rencana tujuan
- Peninjauan secara berkala
Seorang pemimpin harus memberikan dorongan atau dukungan dengan menekankan pada pentingnya dari penilaian iklim dan peranannya dalam menyusun strategi manajemen. Hal ini merupakan langkah yang penting, karena memberikan dampak yang positif bagi karyawan dan memotivasi karyawan untuk berprestasi dengan melakukan latihan yang serius.
Arabiyatuna Arabiyatuna
