Menurut Subagya (2000: 169) :
Proyek adalah suatu pekerjaan yang memiliki tanda-tanda khusus sebagai berikut, yaitu
- Waktu mulai dan selesainya sudah direncanakan.
- Merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang dapat dipisahkan dari yang lain.
- Biasanya volume pekerjaan besar dan hubungan antar aktifitas kompleks.
Render dan Heizer dalam Ariyoto (2001: 505) menyatakan “Proyek merupakan sebagai rangkaian tugas-tugas yang berkaitan yang diarahkan menuju ouput yang besar”.
Menurut Yamit (2000: 296) “Proyek adalah setiap pekerjaan yang memiliki kegiatan awal dan memiliki kegiatan akhir, dengan kata lain setiap pekerjaan yang dimulai pada waktu tertentu dan direncanakan selesai atau berakhir pada waktu yang telah ditetapkan”.
Lock dalam Jasjfi (1994: 15-17) menyatakan:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan dalam suatu proyek, yaitu:
- Spesifikasi Pelanggan, yang meliputi permintaan dari pelanggan yang muncul dalam berbagai macam bentuk. Pelanggan memberikan gambar-gambar dan rencana atau memberikan uraian tertulis tentang sasaran proyek, dalam komunikasi selanjutnya antara pelanggan dan kontraktor, baik komunikasi lisan maupun tulisan. Permintaan semula mungkin mengalami perubahan, mungkin muncul ketentuan-ketentuan baru, tambahan, atau perubahan-perubahan lain.
- 2. Spesifikasi kontraktor, dimana kontraktor harus mengajukan usulan (proposal) mengenai cara-cara melaksanakan pekerjaan itu. Usulan itu kemudian dijadikan dasar bagi spesifikasi rancang (desain) sementara bagi kontraktor sendiri. Biasanya persyaratan yang ditentukan oleh spesifikasi pelanggan masih perlu diterjemahkan ke dalam bentuk yang sesuai dengan praktek dan kebiasaan kontraktor, serta dengan standar kualitas, metode teknik dan kemampuan kontraktor. Penghubungnya adalah spesifikasi rancang (design specification)
- Spesifikasi produk, salah satu proyek yang mudah terancam kesulitan anggaran karena pembelanjaan yang meningkat adalah proyek-proyek pengembangan produk yang bertujuan untuk mengubah atau menambah rentang jenis produk perusahaan. Salah satu penyebabnya ialah kebiasan perancang, yaitu penyakit perbaikan yang berkepanjangan.
Yamit (2000: 296) menyatakan :
Manajemen proyek merupakan suatu perencanaan, pengkoordinasian, dan pengawasan secara teliti menyangkut berbagai macam kegiatan. Secara umum manajemen proyek mempunyai tiga tahapan sebagai berikut:
- Perencanaan, yang meliputi identifikasi kegiatan, perkiraan waktu kegiatan, dan hubungan logika ketergantungan antar kegiatan, yaitu dengan metode CPM dan PERT yang menghasilkan diagram network.
- Penjadualan, berdasarkan tahapan perencanaan dibuatlah penjadwalan sumberdaya yang diperlukan seperti tenaga kerja, mesin dan biaya untuk setiap pekerjaan.
- Pengawasan, tahapan ini meliputi laporan perkembangan proyek, memperbaharui diagram network dalam setiap terjadi perubahan selama proyek berlangsung.
Render dan Heizer dalam Ariyoto (2001: 504-505) menyatakan:
Manajemen proyek besar mencakup tiga fase, yaitu:
- Perencanaan, meliputi penetapan tujuan, pendefinisian proyek dan organisasi tim.
- Penjadualan, ini menghubungkan orang, uang dan supplies ke aktifitas khusus dan menghubungkan aktifitas dengan yang lainnya.
- Pengendalian, disinilah perusahaan mengawasi sumberdayanya, biayanya, kualitas dan anggaran, ini juga merevisi atau mengubah rencana dan mengganti sumberdaya untuk menepati waktu dan permintaan biaya.
Suatu bentuk organisasi yang baru, dibuat untuk meyakinkan program yang telah ada terus berjalan mulus atau lancar atas dasar hari kehari sementara proyek yang baru diselesaikan secara lengkap, ini disebut dengan organisasi proyek. Organisasi proyek adalah cara yang efektif untuk mengumpulkan orang dan sumberdaya fisik yang diperlukan untuk waktu yang terbatas untuk menyesuaikan proyek tertentu atau tujuan. Organisasi proyek berfungsi dengan baik pada saat:
- Pekerjaan bisa didefinisikan dengan tujuan tertentu dengan batas waktunya.
- Pekerjaan itu unik atau sesuatu yang tidak lazim atas organisasi yang ada.
- Pekerjaan itu memuat tugas saling berkaitan yang kompleks yang membutuhkan keahlian tertentu.
- Proyek bersifat temporer tapi sangat penting atau kritis terhadap perusahaan.
Handoko (1999:98) menyatakan:
Tujuan manajemen proyek adalah :
- Tepat waktu (on time) yaitu waktu atau jadwal yang merupakan salah satu sasaran utama proyek, keterlambatan akan mengakibatkan kerugian, seperti penambahan biaya, kehilangan kesempatan produk memasuki pasar.
- Tepat anggaran (on budget) yaitu biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
- Tepat spesifikasi (on specification) dimana proyek harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Arabiyatuna Arabiyatuna
