Wednesday, 10 June 2026
above article banner area

Tinjauan Terhadap Masalah Minat Belajar

  1. 2.      Tinjauan Terhadap Masalah Minat Belajar
    1. Pengertian tentang minat,

Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. ( Johny Killis, 1988 : 26 )

Berdasarkan pendapat Crow and Crow dapat diambil pengertian bahwa individu yang mempunyai minat terhadap belajar, maka akan terdorong untuk memberikan perhatian terhadap Belajar tersebut.

Karateristik minat menurut Bimo Walgito :

(1).       Menimbulkan sikap positif terhadap sesuatu objek.

(2).       Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu objek itu.

(3).       Mengandung suatu pengharapan yang menimbulkan keinginan atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya ( 1977 ; 4 )

Menurut pendapat diatas yang perlu diperhatikan adalah aspek terakhir yaitu unsur pengharapan menimbulkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya. Ahli lain mengatakan bahwa minat sebagai sesuatu hasil pengalaman yang tumbuh pada dan dianggap bernilai oleh individu adalah kekuatan yang mendorong seseorang itu untuk berbuat sesuatu ( Winarno Surachmad, 1980 : 90 )

Jadi pengalaman yang dianggap bernilai merupakan faktor yang turut membuat minat pada diri individu. Pengalaman memberikan motivasi serta kekuatan pada diri individu untuk melakukan sesuatu.

Menurut H.C. Witherington yang dikutip Suharsini Arikunto, “Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dengan dirinya.” (1983 : 100 ). Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang. Perhatian adalah pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat. Berdasarkan pengertian dimuka maka unsur minat adalah perhatian, rasa senang, harapan dan pengalaman.

 

 

  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

Menurut Crow and Crow, ada tiga faktor yang menimbulkan minat yaitu “Faktor yang timbul dari dalam diri individu, faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat”, (Johny Killis, 1988 : 26 ). Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono, faktor-faktor yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut :

(1).       Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.

(2).       Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, perhargaan dari lingkungan dimana ia berada.

(3).       Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuat kegiatan atau objek tertentu ( 1980 : 12 )

 

Jadi berdasarkan dua pendapat diatas faktor yang menimbulkan minat ada tiga yaitu dorongan dari diri individu, dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat pada diri individu berasal dari individu, selanjutnya individu mengadakan interaksi dengan lingkungannya yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional.

  1. Proses Timbulnya Minat

Menurut Charles yang dikutip oleh Slamet Widodo dideskripsikan sebagai berikut : Pada awalnya sebelum terlibat di dalam suatu aktivitas, siswa mempunyai perhatian terhadap adanya perhatian, menimbulkan keinginan untuk terlibat di dalam aktivitas ( Slamet Widodo, 1989 : 72 ). Minat kemudian mulai memberikan daya tarik yang ada atau ada pengalaman yang menyenangkan denga hal-hal tersebut. Secara skematis proses terbentuknya minat dapat digambarkan sebagai berikut :

 

                   
 

Perhatian

 

 

Keterlibatan

 

 

Minat

 

           
 

 

 

 

Gambar 1 : Proses terbentuknya minat

  1. Fungsi Minat

Crow and Crow ( 1973 : 153 ) menyatakan ”….the word interested may be used to the motivatoring force which courses and individual to give attenrion force person a thing or activity.” Pendapat disini dmaksudkan bahwa perhatian kepada seseorang, sesuatu maupun aktivitas tertentu, sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang , sesuatu atau aktivitas tertentu sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang, sesuatu atau aktivitas yang lain. Dari uraian tersebut dengan adanya minat memungkinkan adanya keterlibatan yang lebih besar dari objek yang bersangkutan. Karena minat berfungsi sebagai pendorong yang kuat.

Berdasarkan berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan melakukan aktivitas dibandingkan aktivitas yang lain karena ada perhatian, rasa senang dan pengalaman.

 

  1. Pengertian Belajar

Disadari atau tidak, setiap individu tentu pernah melakukan aktivitas belajar, karena aktivitas belajar tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang mulai sejak lahir sampai mencapai umur tua.

Menurut Winkel :

Belajar adalah proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, kecakapan skill, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilakukan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif.

 

Dari pengertian diatas, tampak belajar lebih menekankan pada proses, baik proses mental, proses adaptasi dengan lingkungan, proses melalui lingkugannya, proses melalui pengalaman, latihan maupun praktek.

Selanjutnya ada pula yang merumuskan pengertian belajar yang menekankan pada perubahan sebagaimana dikatakan oleh Witherington, bahwa ,”Belajar adalah perubahan dalam diri individu yang dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, kebiasaan, pengertian dan apresiasi”.

Dengan memperhatikan perumusan-perumusan tentang pengertian belajar tersebut diatas maka penulis berpendapat; Bahwa belajar adalah suatu peoses psikis yang berlangsung dalam interaksi antara subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengatahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan kebiasaan yang bersifat relative konstan / tetap baik melalui pengalaman, latihan maupun praktek. Perubahan itu bisa sesuatu yang baru atau hanya penyempurnaan terhadap hal-hal yang sudah dipelajari yang segera nampak dalam perilaku nyata atau yang masih tersembunyi. Sedangkan proses belajar dapat berlangsung dengan kesadaran individu atau tidak, sebagaimana diungkapkan oleh Winkel bahwa,” Proses belajar dapat berlangsung dengan disertai kesadaran dan intensi, tetapi itu tidak mutlak perlu.” (          :            )

  1. Pengertian Minat Belajar

Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa senang, dorongan melakukan aktivitas terhadap kegiatan belajar yang dilakukan melalui latihan-latihan ataupun pengalaman. Dengan demikian minat belajar pada diri siswa, maka kegiatan belajar akan dilakukan dengan penuh kesadaran, dilakukan dengan senang dan mempunyai dorongan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal.

  1. Faktor-faktor Yang Menimbulkan minat Belajar

Minat merupakan kecenderungan yang agak menetap pada diri individu, tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses. Seseorang mempunyai minat dari pembawaanya, minat tersebut akan menetap dan berkembang pada dirinya untuk memperoleh dukungan dari lingkungannya yang berupa pengalaman. Pengalaman akan diperoleh dengan mengadakan interaksi dengan dunia luar, baik melalui latihan maupun belajar.

Dan faktor yang dapat menimbulkan minat belajar dalam hal ini adalah dorongan dari dalam individu, dorongan motif sosial dan dorongan emosional.

  1. Macam-Macam Minat Belajar

Sesuai dengan aturan diatas, bahwa minat merupakan kecenderungan untuk memiliki rasa senang terhadap suatu objek dan dalam penelitian ini objek yang diteliti mengenai belajar, maka penulis kemukakan tentang macam-macam minat yang berhubungan dengan macam-macam belajar.

Menurut Robert M. Gague yang dikutip oleh Suyarno ( 1985 : 9 ) ada delapan macam model belajar yang disebut : “Cumulative Learning Model” Adapun macam atau jenis belajar sebagai berikut :

1).    Signal Learning ( belajar Signal ) individu belajar memberikan respon terhadap suatu tanda ( signal )

2).    Claining learning ( belajar merangkai membentuk suatu rangkaian hubungan stimulus respon S – R )

3).    Stimulus Respon Learning : belajar memberikan respon yang tepat terhadap stimulus tertentu.

4).    Verbal Assaciation learning : Belajar memahami pengertian verbal jenis ini terutama diperlukan dalam belajar bahasa.

5).    Multiple descimination learning : Belajar membedakan sesuatu dalam jumlah yang banyak, sehingga individu perlu memberikan respon yang berbeda-beda.

6).    Concept learning : Belajar tentang berbagai hal sehingga dapat mengklasifikasikan berbagai hal itu akhirnya mendapat pengertian atau membentuk konsep tentang suatu hal.

7).    Principle learning : Belajar prinsip, belajar memahami prinsip antara dua pengertian / konsep atau lebih.

8).    Problem solving : belajar memecahkan masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa macam-macam minat belajar diikuti adanya kegiatan-kegiatan yang mendukung timbulnya suatu aktivitas belajar. Hal ini dapat dipengaruhi oleh delapan macam model belajar yakni belajar dengan tanda, belajar merangkai, belajar memberikan respon, belajar memahami pengertian verbal, belajar membedakan sesuatu dalam jumlah banyak, belajar konsep, belajar prinsip dan memecahkan masalah, sehingga minat belajar siswa akan lebih terarah dengan adanya kegiatan tersebut.

 

  1. Ciri-Ciri Orang Yang Berminat Belajar

Arden N. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman, AM        ( 1998 : 46 ) menyebutkan hal-hal yang dapat mendorong atau menimbulkan minat belajar adalah sebagai berikut :

1).    Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang labih luas.

2).    Adanya sifat yang kreatif pada orang yang belajar dan keinginan untuk maju

3).    Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru dan teman-temannya

4).    Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kooperasi maupun dengan kompetensi.

5).    Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran.

6).    Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar.

Maslow yang dikutip oleh Sardiman AM ( 1998 : 46 ) mengemukakan dorongan-dorongan seseorang untuk belajar yaitu sebagai berikut :

1).    Adanya kebutuhan fisik

2).    Adanya kebutuhan rasa aman, bebas dari kekuatan

3).    Adanya kebutuhan dan kecintaan dan penerimaan dalam hubungan dengan orang lain.

4).    Adanya kebutuhan untuk mendapatkan kehormatan dari masyarakat

5).    Sesuai dengan sifat seseorang untuk mengemukakan atau mengetengahkan diri.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang berminat belajar ditandai adanya sifat ingin tahu, adanya kreativitas, adanya simpati dari orang lain, memperbaiki kegagalan, adanya rasa aman dan adanya ganjaran atau hukuman.

  1. j.        Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Minat Belajar

Perhatian itu timbul karena adanya dorongan psikis tertentu dan karena adanya rangsangan dari lingkungan. Memperhatikan atau menaruh perhatian dapat diartikan sebagai mengarah kepada sesuatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan pengamatan satu objek atau pelaksanaan satu perbuatan. Perhatian orang tua terhadap minat belajar anak dapat dilakukan dengan berbagai macam tergantung sudut objek atau sudut pandang. Hal ini karena masing-masing orang tua mempunyai perbedaan sendiri-sendiri, antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila orang tua memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anak dalam hal belajar maka aktivitas belajar dapat menumbuhkan minat belajar tanpa ada rasa terpaksa.

Adanya perhatian dari ayah, ibu atau wali yang berupa perhatian spontan, perhatian refleksi, perhatian intensif, perhatian terpusat dan perhatian terpencar maka anak merasa dilindungi dan diperhatikan oleh orang tua sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk juga kegiatan belajar tidak mengalami tekanan-tekanan psikis. Dengan demikian perhatian orang tua terhadap anak berpengaruh terhadap minat belajar anak.  Semakin baik perhatian yang diberikan kepada anak, maka akan semakin berpengaruh terhadap minat belajar. Dan sebaliknya semakin kurang perhatian orang tua terhadap anak, maka semakin berkurang minat belajar yang ditimbulkan oleh anak.

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *