Variabel Strategi
Dalam menetapkan strategi perlu dianalisa terlebih dahulu faktor-faktor yang berhubungan dengan strategi (variabel strategi). Alma (1992) menyatakan bahwa ada dua variabel strategi yaitu :
1. Variabel yang dapat dikontrol
2. Variabel yang tidak dapat dikontrol
Menurut Triyana (1985:19), variabel yang tidak dapat dikontrol itu adalah :
a) Keadaan Persaingan
Karena sulitnya mengidentifikasi kapan pesaing baru muncul maka seorang pengusaha tidak boleh lengah, harus berusaha selalu untuk memperbaiki produk atau pelayanan usahanya.
b) Perkembangan Teknologi
Teknologi baru mempengaruhi proses produksi baik dari segi efisiensi maupun dari segi model yang sulit diduga dan pengusaha harus lebih cepat menggunakan teknologi baru dari pesaingnya.
c) Perubahan demografik
Perkembangan penduduk yang dipegaruhi oleh kebijaksanaan pemerintah akan berpengaruh terhadap volume penjualan produk tertentu.
d) Kebijaksanaan Politik dan Ekonomi
Perubahan-perubahn peraturan pemerintah dalam bidang ekonomi, berupa naik turunnya suku bunga, pembatasan kredit, politik moneter dan perubahan-perubahan lainnya juga berpengaruh terhadap volume penjualan.
e) Sumber Daya Alam
Dalam beberapa hal sumber daya alam ini sulit diramalkan kapan berkurangnya atau ditemukan sumber-sumber baru.
Walaupun variabel di atas dianggap sebagai variabel yang tidak dapat dikontrol, namun dalam beberapa aspek sebenarnya bisa diramalkan oleh para pengusaha berdasarkan pengalaman-pengalamannya di masa lalu.
Variabel yang dapat dikontrol itu adalah market segmentasion. Dalam masa spesialisasi sekarang ini, orang sukar untuk mengarahkan pemasarannya kesemua jenis konsumen, jadi jika perusahaan ingin menjangkau semua segmen pasar, maka sasaran target marketnya tidak akan tercapai, karena sekarang muncul spesialisasi barang tertentu untuk segmen tertentu pula.
Ada beberapa cara untuk menyusun segmen pasar yang dijelaskan oleh Triyana (1985), antara lain :
1) Berdasarkan geografis
Dalam hal ini pasar dipilah-pilah berdasarkan kebangsaan, propinsi, kota dan sebagainya.
2) Berdasarkan demografis
Dalam hal ini pasar dibagi atas variabel-variabel jenis kelamin, umur, pendapatan, jabatan, pendidikan, agama dan lain sebagainya.
3) Berdasarkan psikografis
Dalam hal ini pasar dipilah-pilah berdasarkan kelompok-kelompok kelas sosial, gaya hidup dan kepribadian.
2.2 Pencapaian Keunggulan Bersaing
Pencapaian keunggulan bersaing, yaitu suatu posisi yang lebih unggul dibandingkan dengan dengan kompetitor / pesaing, bukanlah hal yang mudah dan sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Untuk dapat mengidentifikasikan keunggulan-keunggulan apa saja yang dimiliki dan akan terus dikembangkan oleh perusahaan dibandingkan para pesaingnya, maka perusahaan perlu memahami pola persaingan yang ada serta posisi perusahaan dalam persaingan (Dirgantoro, 2002 :73).
Arabiyatuna Arabiyatuna
