Wednesday, 24 July 2024
above article banner area

HUKUM DAN TATA CARA MANDI WAJIB

ARTIKEL HUKUM DAN TATA CARA MANDI WAJIB

 

OLEH

M YUSUF

210231605218

 

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS SASTRA

MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2021

 

 

 

HUKUM DAN TATA CARA MANDI WAJIB

Abstrak: penulis membahas tentang bagai mana hukum mandi wajib,dan  hal-hal yang mewajibkan mandi dan bagai mana tata cara mandi wajib.banyak sekali masyarakat awan yang melalaikan hal ini, padahal hal ini merupakan ha –hal yang harus diperhatikn, karana hal ini merupkan taharah (sesuci). jikalau seseorang yang melaukan ibadah membaca al quran, solat dll. tanpa bersuci, maka ibadahnya tidak sah Karen hal tersebut. dengan adanya artikel ini penulis berharap agar pembaca dapat lebih mengerti dan lebih berhati – hati dalam melakukan tahara (sesuci).

Kata kunci: hukum mandi wajib, hal –hal yang mewajibkan mandi, tata cara mandi wajib.

Umat muslim tidak akan terlepas dari tahara (bersuci) ,karena ketika umat muslim beribadah kepda allah swt mereka  diwajibkan untuk mensucikan diri dari hadats kecil maupun hadats besar. Cara mensucikan diri antara lain yaitu dengan berwudhu, tayamum,  dan mandi wajib .penulis disini akan menjelasakan sedikit mengenai hukum dan tata cara mandi wajib. Yanag akan dibahas dalam bab ini antara lain hukam mandi wajib , hal-hal yang mewajibkan mandi dan tata cara mandi wajib.

 

BAHASAN

Hukum mandi wajib

“Mandi” secara bahasa yaitu mengalirkan air pada sesuatu secara mutlak. Sedangkan mnurut istilah “mandi” yaitu mengalirkan air pada seluruh badan dengan niat tertentu,jadi ketika seseorang  mandi tidak menutur kan niat mandi wajib, maka, mandi wajibnya tidak sah dan harus mengulaingnya lagi .mandi wajib juga bisa disebut dengan mandi janabah, karna mandi ini dilakukan bagi orang- orang yang berhdas besar.adapaun hukum mandi janabat adalah wajib bagi seorang muslim yang berakal sehat dan tidak ada halangan, seperti tidaka adanya air ,sakit yang tidak boleh terkena air seperti, luka bakar karna luka bakar ini jika terkena air luka tersebut tidak akan sembuh- sembuh , atau penyakit lain yang bisa berakibatkan fatal jika terkena air. Maka hal ini kita diwajibkan untuk tayamum seperti halnya tayamum penganti wudhu.

Adapaun yang perlu diperhatikn bagi masyarakat awam  dalam mandi janabah adalah air yang cukup, karana banyak sekali yang terjadi di dimasayrakat awam yang tidak telili dalam hal penggunaan air.Air yang cukup yang dimaksut disini yaitu air yang mecapai ukuran dua kulah atau setara dengan 270 liter. Ukuran keduanya (kedua kulah) bila ditempatkan pada sebuah wadah persegi empat adalah wadah dengan panjang ,lebar dan kedalaman dengan 1,25 hasata standar  atau setara denga 91,8 cm.

Hal –hal yang mewajibkan mandi wajib

Hal – hal yang mewajibkan mandi terbagi menjdi dua yaitu; yang bisa dialami laki – laki dan perempuan dan hanya dialami perempuan saja.

  1. Laki- laki dan perempuan

Adapaun mandi wajib yang bisa dialami oleh laki dan perempuan terbagi mejadi tiga antara lain;

  • Bertemunya dua alat kelamin

Brtemunya dua alat kelamin disini adalah masuknya ujung penis laki-laki (baik disengaja  atau tidak)  pada alat kelamin perempuan walupun sudah meninggal dunia dan meskipun terdapat kain tebal yang dililitakan pada penisnya ( kondom )

  • Keluar mani

Mani yang keluar dari laki- laki dan perempuan sama–sama mewajibkan keduanya mandi besar  baik dalam keadan sadar maupun tidak sadar ( tidur ), baik dengan sebab jiamak atau lainya.

Adapaun seseorang yang megeluarkan  wadi atau madzi maka tidak diwajibkan mandi besar. Namun apabila seseorang ragu antara keluar madzi atau mani maka menurut pendapat yang muktamad adalah memilih salah satu dianara keduanya. Apabila ia menganggap mani maka wajib baginya mandi dan apabiala dia mengnggap madzi maka tidak wajib mandi besar namun harus mensucikan karna madzi hukumnya najis.

  • Kematian

Kematian adalah terpisahnya ruh dengan jasad. Hal ini pasti akan terjadi pada setiap manusia baik laki- laki ataupun perempuan, dalam hal ini kewajiban mandi bukan ditunjukan kepada orang yang meninggal dunia,akan tetapi hukumnya wajib kifayah bagi orang lain untuk memandikannya.

Kewajiban memandikan orang yang meninggal dunia bukan karna kematian yang menyebabakan seseorang itu najis, sehinga ia harus dimandikan. Akan tetapi memandikan orang meninggal adaah guna membersihkan dan memuliakannya.

  1. Perempuan

Adapun hal- hal yang mewajibkan mandi bagi prempuan saja sebagi berikut

  • Haid

Haid adalah darah yang keluar dari seorang perempuan yang umumnya berusia 9 tahun. Haid mewajibkan mandi besar sebab adanya ayat yang masyhur mengenai haid dan hadits nabi saw yang berbunyi. “ Dari aisayh Ra berkta: telah datang kepada nabi saw. Fatimah binti Abi Hubaisy, ia berkata: “ wahai rasulullah, sesungguhnya aku adalah perempuan yang mengeluarkan darah istihadoh maka aku tidaklah suci. Lalu apakah aku harus meninggalkan solat? “ nabi saw menjawab: “ tidak,sesungguhnya itu adalah keringat dan bukan dari haid. Bila masa haid telah datang maka tinggalkanlah solat dan bila haid itu telah pergi, maka mandi dan solatlah. (HR.Muslim No.333)

  • Nifas

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim orang yang melahirkan atau setelah melahirkan. darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan

  • Melahirkan ( wiladah )

Sebab terakhir diwajibkannya mandi yang hanya dialami perempuan saja adalah melahirkan ( wiladah) hal ini dengan syarat anak yang dikandung harus benar- benar keluar dari Rahim secara keseluruhan, apabial hanya keluar sebagian kemudian anak tersebut masuk kedalam Rahim lagi maka tidak diwajibkan mandi. Ada dua alasan mengapa orang yang melahirkan diwajibkan mandi. Yang prtama karna ketika melahirkan perempuan akan mengeluarkan darah dengan begitu keluarnya darah tersebutlah yang menyebabkan perempuan mandi wajib seperti halnya haid dan nifas.adapaun alasan yang kedua yaitu anak merupakan kumpulan mani dan darah yang menjadi daging.

Tata cara mandi wajib

Rasulullah saw merupakan teladan yang baik dan sempurna, beliau selau mencontohkan segala bentuk ibadah, dan ahlak yang baik dari yang sifatnya kecil dan besar seperti halnya makan minum , masuk WC dan masih banyak lagi, semua diatur sebaik munkin oleh rasuluallah saw .adapaun hadis yang menerangkan tata cara mandi besar rasulullah sebagi berikut:”Rasulullah saw berwudhu sebagaimana wuduhnya untuk solat, kecuali kedua kakinya,beliau kemudian mencuci kemaluanya  dan apa yang terkena kotoran ( mani) kemudian menyiramkan air keatasnya lalu mengakhirinya dengan menyela dan mencuci kedua kakinya. Itulah cara beliau mandi dari hadats besar. ( HR. Bukahri No.246 )

Adapaun hadits yang kedua sebagi berikut: “ tatkala nabi saw mandi junub ,beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangan, lalu berwudu sebagaimana wudhu ketika solat,kemudian memasukkan kedua jari- jarinya kedalam air lalu mengosokkanya ke kulit kepala,lalu menyiramkan air keatas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.( HR.Bukhari No. 245)

Sebelum kita melakukan mandi wajib, kita harus mengetahui apa saja fardu- fardu dalam mandi Besar, agar mandi besar kita dapat dilakukan secara sempurna.Fardu- fardu dalam mandi ada 3 yaitu niat,menghilangkan najis pada tubuh, meratakan air keseluruh tubuh.

  1. Niat

Hal ini berdasarkan sabda rasululallah saw “ sesungguhnya keabsahan suatu amal itu tergantung dengan niatnya” (HR. Bukhari No. 1)  seseorang yang berhadas besar ketika dia mandi besar dia harus menuturkan niatnya antar niat menghialngakan hadas junub dan haid atau yanag lain. Dengan demikian niat mandi wajib harus didisesuaikan dengan jenis hadatsnya.dan seseorang tersebut harus menuturkan mandi wajib atau mandi sunnah.

  1. Menghilangkan najis pada tubuh

Ketika terdapat najis pada tubuh seseorang yang mandi junub maka terdapat perbedan pendapat. Meurut imam rafi’I apabila najis tersebut berupa najis hukumiah atau najis ainiyah ( wujud najisnya) yang bisa hilang dengan sekali basuhan maka menurut imam rafi’i harus dua kali basuhan. Sedangkan menurut imam nawawi maka cukup dengan satu basuhan . hal ini disamakan dengan seorang yang mandi junub dan haid karna kewajiban keduanya adalah membasuh seluruh angota tubuh. Namun apabila najis ini berupa najis ainiyah ( wujud najisnya ) yang tidak bisa hilang dengan sekali basuhan,maka keduanya sepakat tidak cukup dengan sekali basuhan.melainkan najisnya harus di hilangkan terlebih dahulu baru melakukan basuhan wajib.

  1. Meratakan air ke seluruhan tubuh

Orang yang mandi wajib harus meratakan atau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya dengan cara membasuh rambutnya dan kulit yang sedikit maupun yang banyak tipis atau lebat, rambut kepla ataupun dada, ketiak, jengot, kumis dan dll. Dengan demikian seorang yang mandi wajib harus membasuh kedua lubang telinga, dan belahan–belahan seperti  belahan tubuh,bagian yang tertutup kulup, begitu juga sesuatu yang Nampak pada alat vital wanita ketika duduk.orang yang mandi junub harus menguraikan rambutnya yang terikat agar air dapat masuk kedalam kulit kepala bagi rambutnya yang panjang, dan diwajibkan meratakan air hingga kulit dibagian bawah kuku

Adapaun tata cara mandi wajib yang sempurna sebagi berikut :

  1. Membersihkan kotoran , seperti membersihkan alat vital dari air mani atau darah.
  2. Berwudhu dengan sempurna .
  3. Membersihkan lipatan tubuh seperti ketiak ,lipatan perut dan telinga.
  4. Mengalirkan air ke kepala sembari menyela- menyela rambut.
  5. Mendahulukan tubuh bagian kanan daripada yang kiri.
  6. Menggosok- gosok
  7. Mengulan basuhan sebanyak tiga kali

Khusus bagi perempuan setelah mandi dianjurkan memakai wewangian, seperti misik ataupun sejenisnya yang diolesakan ke kapas lalau dimasukan kedalam vagina , sebagaimana sabda nabi saw yang diriwayatkan oleh aisyah ra, “ ambilah sepotong kapas yang diberi wewangian lalu bersucilah”.Hikmah anjuran ini adalah agar alat klamin lebih wangi.

PENUTUP

Kesimpulan

mandi wajib memiliki banyak keutaman dan hikmah diantaranya:

mendapatkan pahala , sebab mandi ditinju dari segi syariat tak lain adalah ibadah. Dengan melakukan mandi terdapat sebuah ketaaatan seseorang terhadap allah swt karna melakukan suatu prerintah syariat. Tentu hal ini dapat mendapatkan pahal yang besar.membersihkna diri Jika seseorang mandi maka badannya akan bersih dan terhindar dari kuman yang menyebabkan penyakit.mandi dapat mengharumkan badanya. Mandi dapat membangkitkan semangat, badan akan memperoleh tanaga atau energi selepas mandi,. Mandi juga dapat menghilangkan rasa letih lesu dan malas. Dengan begitu banyak sekali manfaat mandi dari segi syariat islam maupun dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Fashihuddin, dkk. 2020. Syarah Fathal Qarib: Mengupas Teks Fathal Qarib Melalui Referensi Kitab – Kitab Mu’tabarah. Malang: Tim Pembukuan Ma’had Al Jamiah Al-Aly UIN Mualana Malik Ibrahim Malang

 

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *