cell culture

Data yang diperoleh dari kegiatan kultur sel granulosa dari ovarium sapi terlihat ada sel yang menempel ataupun melayang-layang dan sedang spreading  pada medium. Keberhasilan tumbuh tersebut, sesuai yang diungkapkan oleh Primose (1987), bahwa di bawah kondisi optimal, Garis sel bisa dihasilkan berlipat ganda dalam suspensi. Kultur sel dalam suspensi menghasilkan lebih banyak sel daripada sel yang tumbuhnya di permukaan. Sel yang di transformasi dan sel dari beberapa garis sel dapat tumbuh dan membentuk koloni pada media yang sama solid. Lingkungan kultur sel menyebabkan sel untuk menyebar, migrasi dan proliferasi sel yang tidak mengalami diferensiasi khusus, adanya lingkungan yang sesuai ini menunjukkan adanya tanda-tanda khusus.

Tetapi pada hari ketiga setelah penanaman hingga sampai pemanenan ada kecenderungan sel berkumpul dan membentuk suatu lingkaran (seperti terlihat pada foto 1. di atas), hal ini belum diketahui pasti penyebabnya, tetapi diperkirakan karena pengambilan sel granolosa  lebih dari satu folikel.

Selanjutnya, bila sel dikatakan normal menurut Djuwita (2002) biasanya akan berhenti membelah pada kosentrasi tinggi akibat tidak adanya (habisnya) faktor pertumbuhan ataupun faktor lainnya. Pembelahan sel akan berhenti pada fase GI, dan jika dibiarkan selama 2-3 minggu hanya akan berhenti pada fase G, dan jika dibiarkan selama 2-3 minggu hanya akan terjadi sedikit kerusakan. Namun, pada beberapa tipe sel embrionik pada keadaan kosentrasi tinggi, sel akan dengan cepat mengalami kerusakan sehingga pergantian medium harus dilakukan setiap hari atau dilakukan subkultur.

Share