Chalmydia Trachomatis
Pemeriksaan universal untuk mendeteksi infeksi klamidia terhadap semua wanita hamil tidak dianjurkan (American Academy of Pediatrics dan American College of Obstetricians and Gynecologists, 1997). Pada wanita beresiko tinggi dari status sosioekonomi lemah, infeksi pada usia gestasi 24 minggu berkaitan dengan peningkatan insiden persalinan prematur sebanyak dua sampai tiga kali lipat (Andrews dkk., 2000).
Vaginosis Bakterialis
Pemeriksaan penapis rutin untuk vaginosis bakterialis tidak dianjurkan (American College of Obstetricians and Gynecologists, 1998). Carey dkk. (2000b), dalam sebuah studi yang disponsori oleh National Institute of Child Health and Human Development, mengambil 1953 wanita secara acak dari populasi obstetric umum dengan vaginosis bakterialis asimtomatik untuk mendapat metronidazol dosis 2 g atau placebo pada gestasi 16 sampai 24 minggu. Terpai tidak mengurangi persalinan prematur. Pada uji klinis yang sama, terapi metronidazol meningkatkan resiko persalinan prematur pada wanita dengan infeksi trikomonas asimtomatik (Carey dkk., 2000). penapisan untuk vaginosis bakterialis dapat dipertimbangkan pada wanita yang beresiko tinggi mengalami persalinan prematur.
Fibronektin Janin
Pengukuran protein ini dalam cairan vagina pernah digunakan untuk memperkirakan persalinan prematur pada wanita dengan kontraksi. Committee on Obstetric Practice dari American College of Obstetricians and Gynecologists (1997a) tidak merekomendasikan penipisan rutin pada populasi obstetrik umum.
Streptokokus Grup B
Eradikasi organisme ini selama persalinan secara substansial mengurangi sepsis neonotorum awitan dini. Namun, saat ini belum ada konsensus yang jelas mengenai penapisan biakan untuk kolonisasi streptokokus. American College of Obstetricians and Gynecologists Committee on Obstetrics (1996) dan Centers for Disease Control and Prevention (1996) menganjurkan salah satu dari dua strategi. Yang pertama adalah mengobati wanita dengan kemoprofilaksis semata-mata berdasarkan faktor resiko tanpa melakukan penipisan pembiakan. Yang kedua adalah melakukan penipisan biakan pada minggu ke-35 sampai 37, dan menawarkan terpai intrapartum dengan penisilin apabila biakan positif.
Penyaringan antibodi rubella
Penyaringan antibody rubella harus dilakukan pada tiap pasien prenatal yang rentan atau yang statusnya tak dikenal
IV. PENUTUP
Pentingnya diagnosis yang diikuti pemeriksaan kehamilan berkaitan erat dengan penatalaksaan selanjutnya. Apakah pada kehamilan itu memerlukan intervensi atau pemeriksaan spesifik lainnya. Peran seorang ginekolog sebagai pemeriksa sekaligus konselor dirasakan sangat penting mengingat pada kehamilan proses yang terjadi tidak hanya proses perubahan fisik namun juga psikologis.
Arabiyatuna Arabiyatuna
