Wednesday, 20 May 2026

Biologi

PHYLUM COELENTERATA

Diploblastik Mengalami metagenesis kecuali Ctenophtora Pencernaan melalui rongga gastrovaskuler (sebagai mulut dan anus). Mempunyai tentakel, sengat berupa nematokis dan knidoblast * (kecuali pada Ctenophtora). Bentuk tubuh –          polip/ menempel –          Medusa/ mampu berenang bebas Reproduksi –          Asexual dengan cara membentuk kuncup –          Sexual dengan peleburan sperma dan ovum, merupakan hewan ...

Read More »

INVERTEBRATA PHYLUM PORIFERA

INVERTEBRATA PHYLUM PORIFERA Asal kata dari bahasa latin porus = pori, fer = membawa sehingga disebut hewan spons atau hewan berpori CIRI: Diploblastik Asimetri (ada yang simetri radial) Kerangka terdiri dari kapur (Kelas Calcarea), silica (kelas Hexatinellida) dan spongi (kelas Demospongia) Tipe saluran air yaitu           Ascon /sederhana (Leucosoeliena sp dari ...

Read More »

LICHENES/LUMUT KERAK

LICHENES/LUMUT KERAK Simbiosis mutualisme antara jamur Ascomycotina atau Basidiomycotina dengan ganggang Cyanophyta atau Chlorophyta. Jamur mendapatkan zat organik dari alga (karena alga mampu berfotosintesis) dan alga mendapatkan air dan perlindungan terhadap kekeringan dari jamur. CIRI tubuh berupa talus (bagian luar tersusun dari miselium yang kompak dan bagian dalam tersusun dari ...

Read More »

FUNGI

FUNGI CIRI UMUM Tubuh uniseluler atau multisesuler tidak berklorofil tubuh tersusun oleh hifa pencernaan secara ekstraseluler generasi diploid lebih singkat reproduksi secara aseksual (jamur uniseluler dan multiseluler) dan seksual (jamur multiseluler) KLASIFIKASI Didasarkan pada cara reproduksi seksual, yaitu Chitridiomycotina (dinding sel kitin, hifa senositik, menghasilkan zoospora) contoh. Chitridium sp Zygomycotina ...

Read More »

EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN

EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN Hak Cipta Artikel Oleh : Indah Fotriani,  M.Pd. M.Si Kehidupan dalam ekosistem terdiri dari: Individu: makhluk hidup tunggal yang dapat melakukan proses hidup dengan mandiri. Contoh: seekor cecak, serumpun rumput Populasi adalah kumpulan dari individu-individu dari spesies tunggal dan hidup pada habitat yang sama. Contoh: 50 pohon ...

Read More »

Tentang Bakteri

  BAKTERI Hak Cipta Artikel Oleh : Indah Fotriani,  M.Pd. M.Si   Dari asal kata Bakterion (Yunani = batang kecil). Dalam klasifikasi klasik bakteri digolongkan dalam Divisio Schizomycetes/ jamur belah. STRUKTUR BAKTERI CIRI BAKTERI 1. Prokariotik* 2. Tidak berklorofil (beberapa jenis bakteri memiliki pigmen sehingga mampu berfotosintesis) 2. Reproduksi   ...

Read More »

Ikan mas atau karper (Cyprinus carpio)

Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Familia: Cyprinidae Genus: Cyprinus Spesies: carpio Cyprinus carpio Linnaeus, 1758 Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia Sistematika dan Morfologi Di Indonesia, ikan karper memiliki beberapa nama sebutan yakni ikan mas, ...

Read More »

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN PESISIR

Struktur komunitas zoobentos dipengaruhi berbagai faktor lingkungan abiotik dan biotik. Secara abiotik, faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan makrozoobentos adalah faktor fisika-kimia lingkungan perairan, diantaranya; penetrasi cahaya yang berpengaruh terhadap suhu air; substrat dasar; kandungan unsur kimia seperti oksigen terlarut dan kandungan ion hidrogen (pH), dan nutrien. Sedangkan secara biologis, diantaranya ...

Read More »

MAKROZOOBENTOS

Zoobentos merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang (Kendeigh, 1980; Odum 1993; Rosenberg dan Resh, 1993). Hewan ini memegang beberapa peran penting dalam perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan (Lind, 1985), serta ...

Read More »

PEMANFAATAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN PESISIR

Ekosistem perairan pesisir di Indonesia merupakan kawasan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian cukup besar dalam berbagai kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan di Indonesia. Wilayah ini kaya dan memiliki beragam sumber daya alam yang telah dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan utama, khususnya protein hewani. Dahuri (2002), meyatakan bahwa secara empiris wilayah pesisir ...

Read More »