Identifikasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan, sebelum seseorang mempelajari lebih jauh tentang nematoda. Identifikasi secara benar tentang suatu spesies yang ditemukan di lapangan, dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan strategi pengendalian. Agar kegiatan ini dapat dilakukan dengan baik, diperlukan pengetahuan mengenai istilah-istilah yang berhubungan dengan deskripsi nematoda. Secara garis besar ...
Read More »DIAGNOSIS DEFISIENSI DAN TOKSISITAS HARA MINERAL
jenis gejala seperti abnormalitas, perubahan warna, ukuran, bentuk, oriemntasi dan pola gejala, serta c) membuat kesimpulan (keputusan) hasil diagnosis. Disebutkan bahwa apabila semua informasi telah terkumpulkan, kemungkinan pertama yang paling penting adalah apakah gejala gangguan tersebut disebabkan oleh serangga, penyakit, nematoda atau karena kerusakan mekanis. Apabila gejalanya hanya ditemukan pada ...
Read More »KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN
Pertumbuhan tanaman (dinyatakan dalam bahan kering) dalam hubungannya dengan persediaan hara mineral dapat digambarkan dalam bentuk kurve respon pertumbuhan (Gambar 1). Dalam gambar tersebut dapat dilihat hara mineral dalam hubungannya dengan pertumbuhan dikelompokkan menjadi 3 daerah. Pertama; zone kahat/defisien (deficient range) yaitu laju pertumbuhan meningkat dengan meningkatnya persediaan hara, kedua; ...
Read More »ESENSIALITAS HARA MINERAL BAGI TANAMAN
Menjaga dan mengontrol nutrisi tanaman merupakan salah satu aspek yang sangat fundamental dalam pertanian modern. Pengaruh menguntungkan penambahan hara mineral ke dalam tanah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman telah dikenal dalam pertanian sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu (Marschner, 1986). Kemampuan tanaman untuk memperoleh hara dari tanah tergantung pada kompleks ...
Read More »DIAGNOSIS DEFISIENSI DAN TOKSISITAS HARA MINERAL PADA TANAMAN
Tantangan pertanian di masa mendatang adalah penyediaan pangan yang cukup bagi penduduk, yang lebih dikenal dengan istilah ketahanan pangan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, lahan subur untuk pertanian banyak beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Sebagai akibatnya, kegiatan budidaya pertanian bergeser ke lahan-lahan marginal yang membutuhkan input tinggi untuk menghasilkan produk ...
Read More »Pengujian Bioaktivitas Anti Diabetes Mellitus Tumbuhan Obat
Masa transisi demografi akibat keberhasilan upaya me-nurunkan angka kematian, dapat menimbulkan transisi epide-miologis, dimana pola penyakit bergeser dari infeksi akut ke penyakit degeneratif yang menahun. Salah satu diantaranya yang berkaitan erat dengan penyakit metabolisme dan cen-derung akan mengalami peningkatan sebagai dampak adanya pergeseran perilaku pola konsumsi gizi makanan adalah diebetes ...
Read More »Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin hormon
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan ...
Read More »Obat Diabetes Mellitus
Sampai sekarang masih banyak obat tradisional yang di- gunakan masyarakat. Dari Survai Kesehatan Rumah Tangga 1980, 1985 dan 1992(1,2,3), penggunaan obat tradisional untuk pengobatan sendiri tidak menurun. Kebijaksanaan Obat Na- sional menyatakan bahwa penyediaan obat merupakan salah satu unsur yang penting dalam upaya pembangunan di bidang kese- hatan. Obat tradisional ...
Read More »Embriologi alat reproduksi hewan jantan
a. Embriologi alat reproduksi hewan jantanPada fertilisasi spermatozoa yang membawa gamet X dan Y berfusi dengan ovum yang membawa gamet X, sehingga akan terbentuk zigot baru yang mungkin membawa gamet XX atau XY. Pada manusia dan kebanyakan ternak, kelamin heterogametik (XY) adalah jantan, sedangkan kelamin homogametik adalah betina (XX).Pada stadium ...
Read More »KARBOHIDRAT DALAM TANAMAN
posporilasi dengan ATP menjadi ADP glukosa kemudian menjadi pati dan ADPG, glukosa 1P diposporilasi dengan UTP menjadi UDP glukosa lalu menjadi amilum (Noogle dan Fritz,1989). Menurut Hopkins (1995), pembentukan karbohidrat terjadi pada tempat dimana cahaya menyinari bagian hijau karena bagian tersebut mengandung klorofil. Kehadiran karbohidrat dapat diketahui dari reaksi dari ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
