Berdasarkan hasil observasi dilapangan menunjukkan hasil belajar biologi yang dicapai siswa kelas VII SMP Laboratorium UM relatif rendah yaitu 65. Pada pembelajaran biologi pokok bahasan ekosistem, guru sudah menerapkan pengisian LKS (Lembar Kerja Siswa), dan perlu penilaian alternatif untuk melengkapi penilaian dengan LKS (masih cenderung menagih kemampuan hapalan saja).
Pembelajaran biologi menjadi menarik apabila mengaktifkan kemampuan berpikir kritis. Salah satu upaya pemberdayaan berpikir kritis siswa, dengan guru menyusun LKPBM (Lembar Kegiatan Pembelajaran Berbasis Masalah).
- A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian PTK. Penelitian pembelajaran biologi pokok bahasan ekosistem pada siswa kelas VII E SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) dilakukan sebanyak 2 siklus sejak bulan Maret sampai April 2005.
Langkah-langkah penerapan LKPBM:
1) Guru menjelaskan asesmen yang akan digunakan dalam pembelajaran biologi seperti penilaian teman sejawat, diskusi, dan presentasi, serta penilaian LKPBM.
2) Guru menjelaskan strategi pembelajaran berbasis masalah melalui LKPBM dengan masalah pencemaran sungai Brantas.
3) Siswa memecahkan masalah dengan metode ilmiah melalu LKPBM serta berkelompok.
4) Guru membagikan format penilaian proses dan hasil belajar kepada siswa.
5) Guru melakukan penilaian terhadap teman-temannya sendiri melalui format penilaian teman sejawat, presentasi dan diskusi, serta LKPBM.
6) Guru membagikan Lembar Tes (LT) untuk melihat tingkat kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa.
C. Hasil Penelitian
1) LKPBM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa.
2) Kemampuan berpikir kritis yang dicapai siswa pada siklus I yaitu pada indikator: rumusan masalah, deduksi, dan induksi; sedangkan pada siklus II yaitu: rumusan masalah, deduksi, induksi, dan memutuskan masalah.
1. Setiawan, I. G. A. N. 2005. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dalam Strategi Inkuiri dan Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Penguasaan Konsep-konsep Biologi Siswa SMP di Kecamatan Buleleng Bali. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS UM
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan IPTEK saat ini sangat pesat, sehingga guru sebagai fasilitator pembelajaran dengan berkembangnya paradigma Student Centered Learning (SCL) perlu rancangan pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran kontekstual menggunakan strategi inkuiri dan strategi pembelajaran berdasarkan masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan hasil belajar siswa.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) atau disebut eksperimen sem non equivaent control group design. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas I SMP Negeri 2 Singaraja. Analisis Data menggunakan ANACOVA.
C. Hasil Penelitian
1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara strategi pembelajaran berdasarkan masalah dengan strategi inkuiri terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan rerata lebih tinggi pada strategi PBM (Pembelajaran Berdasarkan Masalah).
2) Tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah pada kemampuan berpikir tingkat tingginya. Strategi PBM dan strategi inkuiri, keduanya mampu membuat siswa yang berkemampuan rendah memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak berbeda dengan siswa berkemampuan tinggi.
3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi belajar dengan kemampuan siswa pada kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
4) Terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara strategi PBM dengan strategi inkuiri pada penguasaan konsep biologi dengan rerata lebih tinggi pada siswa yang menggunakan startegi inkuiri.
5) Tidak ada perbedaan signifikan anara siswa berkemampuan tinggi dan siswa berkemampuan rendah terhadap penguasaan konsep biologi sebagai hasil belajar. Strategi PBM dan strategi inkuiri sama-sama mampu membuat siswa berkemampuan rendah memiliki penguasaan konsep biologi sebagai hasil belajar yang tidak berbeda dengan siswa berkemampuan tinggi.
6) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi belajar dengan kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep biologi. Siswa dapat memecahkan masalah autentik kehidupan sehari-hari dan dapat menerapkan konsep biologi dengan cara penyelidikan ilmiah melalui penerapan pembelajaran kontekstual dengan strateg inkuiri.
Arabiyatuna Arabiyatuna
